Kapanlagi.com - Microwave telah menjadi peralatan dapur yang sangat populer di rumah-rumah modern. Alat ini menawarkan kepraktisan dalam memanaskan dan memasak makanan dengan waktu yang jauh lebih singkat. Namun, masih banyak orang yang belum memahami cara menggunakan microwave semua merk dengan benar.
Penggunaan microwave yang tepat tidak hanya menghasilkan makanan yang matang sempurna, tetapi juga menjaga keamanan dan memperpanjang usia perangkat. Kesalahan dalam penggunaan dapat menyebabkan makanan tidak matang merata, bahkan berpotensi merusak microwave itu sendiri. Oleh karena itu, memahami cara menggunakan microwave semua merk menjadi penting bagi setiap pengguna.
Melansir dari Healthy Food, sebagian besar makanan dapat dimasak dalam microwave dalam waktu sekitar 1/3 hingga 1/4 dari waktu yang diperlukan untuk memasaknya dalam oven. Ini menunjukkan efisiensi luar biasa yang ditawarkan oleh perangkat ini untuk kehidupan sehari-hari.
Microwave atau oven microwave adalah perangkat elektronik yang menggunakan gelombang elektromagnetik pendek untuk menghasilkan panas. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang mikro dari sebuah tabung elektronik yang kemudian menyebar dan dipantulkan ke berbagai sisi oleh lempengan logam pada bagian dalam microwave.
Menurut FDA, gelombang mikro tidak memantul pada makanan, melainkan menembus makanan dan kandungan air di dalamnya akan menyerap gelombang tersebut. Gelombang mikro membuat molekul air bergetar, dan getaran inilah yang menimbulkan panas pada makanan. Microwave terus mengirimkan energi pada makanan sehingga suhu makanan kian meningkat secara bertahap.
Proses pemanasan ini berbeda dengan oven konvensional yang memanaskan dari luar ke dalam. Microwave memanaskan makanan dari dalam, sehingga waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat. Saat suhu meningkat, makanan terus berputar secara perlahan di atas meja putar untuk memastikan panas menyebar secara merata ke seluruh bagian makanan.
Pemahaman tentang cara kerja microwave ini penting agar Anda dapat menggunakannya dengan lebih efektif. Dengan mengetahui bahwa microwave memanaskan melalui molekul air, Anda akan memahami mengapa makanan dengan kandungan air tinggi lebih cepat panas, dan mengapa makanan padat seperti kentang membutuhkan waktu lebih lama namun menahan panas lebih lama.
Meskipun setiap merk microwave memiliki fitur yang berbeda, langkah dasar penggunaannya relatif sama. Berikut panduan lengkap yang dapat Anda ikuti:
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah membaca buku panduan. Setiap merk microwave memiliki karakteristik dan fitur khusus yang dijelaskan secara rinci dalam manual. Buku panduan memberikan petunjuk tentang cara mengoperasikan microwave, fitur-fitur yang dimiliki, cara merawat, tindakan pencegahan kerusakan, hingga informasi garansi dan layanan perbaikan.
Penempatan microwave harus mempertimbangkan faktor keamanan karena terdapat komponen listrik yang sensitif di dalamnya. Letakkan microwave pada permukaan datar agar tidak mudah terjatuh. Berikan jarak sekitar 10 hingga 15 cm dari dinding untuk sirkulasi udara yang baik dan mencegah overheating. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan pastikan colokan listrik mudah dijangkau.
Sangat penting untuk menggunakan wadah yang dirancang khusus untuk microwave. Hindari wadah logam, aluminium foil, atau plastik yang tidak tahan panas karena dapat memantulkan gelombang mikro dan menyebabkan makanan matang tidak merata, bahkan berpotensi menimbulkan percikan api. Pilih wadah dengan label 'microwave-safe' yang terbuat dari keramik, kaca tahan panas, atau plastik khusus microwave yang bebas BPA.
Cara menata makanan sangat mempengaruhi hasil pemanasan. Potong makanan menjadi potongan berukuran kecil dan seragam agar matang merata. Atur makanan dalam bentuk melingkar dengan area tengah yang kosong, seperti bentuk donat. Teknik ini memungkinkan gelombang mikro menembus makanan dari segala arah sehingga panas tersebar lebih merata.
Selalu tutup makanan saat memanaskan untuk mencegah makanan mengering atau menyemprot ke dalam microwave. Gunakan penutup khusus microwave yang memiliki lubang kecil untuk memungkinkan uap keluar. Jangan gunakan wadah kedap udara karena dapat menyebabkan tekanan berlebih dan ledakan. Berikan sedikit lubang pada penutup kemasan makanan instan dengan garpu atau tusuk gigi.
Sesuaikan daya microwave dengan jenis makanan yang dipanaskan. Makanan ringan seperti roti memerlukan daya rendah, sedangkan makanan berat membutuhkan daya lebih tinggi. Mulailah dengan waktu yang lebih singkat, misalnya 30 detik, lalu periksa dan aduk sebelum memanaskan lagi. Hindari memanaskan makanan terlalu lama karena dapat membuat permukaan gosong dan kehilangan nutrisi.
Untuk memastikan panas merata, aduk atau balik makanan saat proses pemanasan berlangsung. Panaskan makanan selama setengah waktu, kemudian buka microwave dan aduk dengan sendok atau balik posisinya. Setelah itu, lanjutkan pemanasan hingga selesai. Teknik ini sangat penting untuk makanan dengan porsi besar atau padat.
Setelah microwave selesai bekerja, biarkan makanan di dalam selama 1-2 menit sebelum mengeluarkannya. Waktu ini memungkinkan suhu panas terus menyebar ke seluruh bagian makanan dan membuat makanan lebih hangat merata. Gunakan sarung tangan oven saat mengeluarkan wadah karena akan sangat panas.
Cara menggunakan microwave semua merk tidak terbatas pada memanaskan makanan saja. Berikut beberapa fungsi khusus yang dapat Anda manfaatkan:
Pilih fungsi defrost pada microwave Anda untuk mencairkan makanan beku. Daya microwave akan berkurang secara otomatis, memungkinkan pencairan tanpa memasak makanan. Sebagai aturan praktis, biarkan 15-20 menit pencairan per kg daging. Balik daging setiap beberapa menit agar mencair secara merata, dan segera masak setelah dicairkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Anda dapat memanggang kue menggunakan microwave biasa tanpa fitur konveksi. Masukkan adonan ke dalam wadah yang aman untuk microwave, kemudian panggang selama 8-10 menit dengan kekuatan penuh untuk kue ukuran penuh. Jika microwave Anda memiliki mode konveksi, panaskan terlebih dahulu dan waktu memasak akan berkurang sekitar 25% dibandingkan oven biasa.
Bersihkan beras dan masukkan ke dalam wadah yang aman untuk microwave. Tambahkan sekitar 2 cangkir air untuk setiap cangkir nasi. Tutup wadah dengan penutup yang memiliki lubang kecil untuk uap. Microwave pada 900W selama 5 menit, lalu kurangi daya hingga 50% dan microwave selama 15 menit lagi. Diamkan nasi tertutup selama 5 menit sebelum disajikan.
Siapkan wadah bertingkat, isi bagian dasar dengan air dan letakkan sayuran di bagian atas. Uap dari air di dasar wadah akan memanaskan sayuran hingga matang sempurna. Teknik ini mempertahankan nutrisi sayuran lebih baik dibandingkan merebus.
Keamanan adalah prioritas utama dalam cara menggunakan microwave semua merk. Perhatikan hal-hal berikut:
Merawat microwave dengan baik akan memperpanjang usia perangkat. Bersihkan microwave secara rutin, minimal seminggu sekali atau lebih sering jika ada tumpahan. Gunakan kain lembap dengan sedikit sabun atau cuka untuk membersihkan bagian dalam dan luar. Hindari bahan abrasif yang dapat menggores permukaan.
Untuk menghilangkan bau yang kuat, masukkan beberapa irisan lemon ke dalam semangkuk air dan panaskan dengan suhu tinggi selama beberapa menit. Biarkan dalam microwave selama 5 menit untuk menyegarkannya. Untuk noda membandel, panaskan semangkuk air dan perasan lemon selama 2 menit, kemudian lap dengan kain bersih.
Selalu bersihkan tumpahan segera setelah terjadi untuk mencegah kotoran mengeras dan sulit dibersihkan. Perhatikan juga kebersihan meja putar dan roller di bawahnya. Lepas meja putar secara berkala dan cuci dengan sabun, lalu keringkan sebelum dipasang kembali.
Dalam cara menggunakan microwave semua merk, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan:
Secara umum, langkah dasar penggunaan microwave semua merk relatif sama, yaitu memasukkan makanan dalam wadah aman, mengatur daya dan waktu, lalu menekan tombol start. Namun, fitur tambahan seperti defrost, grill, atau konveksi dapat berbeda antar merk. Selalu baca buku panduan untuk memahami fitur khusus pada microwave Anda.
Wadah yang aman untuk microwave adalah yang memiliki label 'microwave-safe', terbuat dari keramik, kaca tahan panas, atau plastik khusus microwave yang bebas BPA. Hindari wadah logam, aluminium foil, styrofoam, dan plastik tipis yang dapat meleleh atau mengeluarkan zat kimia berbahaya ke dalam makanan.
Waktu pemanasan tergantung pada jenis dan jumlah makanan. Sebagai panduan, mulailah dengan interval 30 detik untuk porsi kecil, lalu periksa dan tambahkan waktu jika perlu. Makanan ringan seperti roti memerlukan 20-30 detik, sedangkan makanan berat seperti nasi atau daging memerlukan 2-3 menit. Selalu periksa secara berkala untuk menghindari overheating.
Tidak disarankan memanaskan makanan lebih dari satu kali karena dapat memungkinkan bakteri berkembang biak. Jika sudah memanaskan makanan dalam microwave, sebaiknya habiskan dalam sekali makan. Jika terpaksa menyimpan sisa makanan, pastikan disimpan dalam lemari es dengan benar dan panaskan hingga suhu minimal 75 derajat Celcius saat akan dikonsumsi kembali.
Makanan tidak panas merata karena gelombang mikro hanya menembus bagian luar makanan, dan panas harus menyebar ke tengah. Untuk mengatasi ini, potong makanan menjadi potongan kecil, tata dalam bentuk melingkar dengan tengah kosong, aduk atau balik makanan di tengah proses, dan diamkan 1-2 menit setelah pemanasan agar panas menyebar sempurna.
Tidak semua kemasan plastik aman untuk microwave. Periksa label pada kemasan apakah ada tanda 'microwave-safe'. Untuk makanan dalam kemasan tertutup rapat, selalu buka sebagian atau pindahkan ke wadah yang sesuai. Untuk makanan beku dalam plastik, tusuk sedikit plastiknya agar uap bisa keluar dan mencegah ledakan.
Bersihkan microwave secara rutin minimal seminggu sekali dengan kain lembap dan sedikit sabun atau cuka. Hindari menjalankan microwave dalam keadaan kosong. Segera bersihkan tumpahan untuk mencegah kotoran mengeras. Periksa kondisi pintu dan seal secara berkala. Gunakan penutup makanan untuk mencegah percikan. Dengan perawatan yang baik, microwave dapat bertahan hingga 10 tahun atau lebih.