Kapanlagi.com - Wajan stainless steel menjadi pilihan populer di kalangan pecinta masak karena bahannya yang kokoh dan tidak mudah berkarat. Namun, banyak pengguna yang mengalami masalah makanan lengket saat pertama kali menggunakan wajan stainless baru. Hal ini sebenarnya bisa dihindari dengan teknik penggunaan yang tepat.
Berbeda dengan wajan teflon, wajan stainless steel tidak memiliki lapisan antilengket bawaan. Karena itu, diperlukan pemahaman khusus tentang cara menggunakan wajan stainless baru agar performa memasak optimal. Proses persiapan dan teknik memasak yang benar akan membuat pengalaman memasak lebih menyenangkan.
Mengutip dari buku Seri Teknik Memasak: Masakan Serba Goreng oleh Ide Masak (2013), wajan yang terbuat dari stainless steel tidak bereaksi dengan minyak sehingga aman untuk berbagai jenis masakan. Keunggulan ini menjadikan wajan stainless pilihan tepat untuk memasak sehat dan higienis.
Sebelum menggunakan wajan stainless baru untuk pertama kalinya, ada beberapa langkah persiapan yang harus dilakukan. Langkah ini penting untuk memastikan wajan siap digunakan dan bebas dari residu pabrik yang mungkin masih menempel.
Langkah pertama adalah mencuci wajan stainless steel hingga bersih menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Gosok seluruh permukaan wajan dengan spon lembut untuk menghilangkan lapisan pelindung atau kotoran dari proses produksi. Setelah dicuci bersih, bilas dengan air mengalir dan keringkan menggunakan lap bersih atau biarkan mengering secara alami.
Proses pembersihan awal ini tidak boleh dilewatkan karena wajan baru biasanya memiliki lapisan minyak pelindung dari pabrik. Jika tidak dibersihkan, lapisan ini dapat mempengaruhi rasa makanan dan mengurangi efektivitas proses seasoning yang akan dilakukan selanjutnya.
Pastikan wajan benar-benar kering sebelum melanjutkan ke tahap seasoning. Sisa air yang tertinggal dapat mengganggu proses pembentukan lapisan antilengket alami pada permukaan wajan stainless steel.
Seasoning adalah kunci utama dalam cara menggunakan wajan stainless baru agar tidak lengket. Proses ini membentuk lapisan pelindung alami yang membuat permukaan wajan lebih halus dan antilengket.
Melansir dari Wokware.com, proses seasoning tidak hanya untuk wajan besi cor atau baja karbon, tetapi juga sangat bermanfaat untuk wajan stainless steel. Meskipun tidak wajib, seasoning membuat lapisan wajan lebih lembut dan mengurangi masalah lengket saat memasak.
Setelah proses seasoning selesai, memahami teknik memasak yang benar sangat penting untuk hasil optimal. Cara menggunakan wajan stainless baru tidak hanya soal persiapan, tetapi juga tentang bagaimana mengoperasikannya saat memasak.
Pertama, pastikan bahan makanan yang akan dimasak sudah mencapai suhu ruang. Bahan makanan yang terlalu dingin, terutama yang mengandung protein seperti daging atau telur, cenderung lengket saat bersentuhan dengan permukaan wajan panas. Keluarkan bahan dari kulkas minimal 15-30 menit sebelum dimasak.
Kedua, selalu panaskan wajan terlebih dahulu sebelum menambahkan minyak atau bahan makanan. Panaskan wajan dengan api sedang selama 2-3 menit hingga panas merata. Saat wajan dipanaskan, permukaan akan memuai dan pori-pori menyempit, mengurangi kemungkinan makanan lengket.
Ketiga, tambahkan minyak setelah wajan panas dan tunggu hingga minyak berkilau dan menipis di permukaan. Ini menandakan minyak sudah mencapai suhu yang tepat. Baru setelah itu masukkan bahan makanan secara bertahap, jangan terlalu penuh agar suhu wajan tidak turun drastis.
Mengutip dari Healthline.com, penggunaan minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak alpukat, minyak kanola, atau minyak kacang sangat direkomendasikan untuk memasak dengan suhu tinggi. Minyak ini tidak mudah terbakar dan membentuk lapisan antilengket yang lebih baik.
Perawatan yang tepat akan membuat wajan stainless steel bertahan lama dan tetap antilengket. Cara menggunakan wajan stainless baru tidak lengkap tanpa memahami bagaimana merawatnya dengan benar setelah digunakan.
Setelah selesai memasak, jangan langsung mencuci wajan yang masih panas dengan air dingin. Perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan wajan melengkung atau berubah bentuk, terutama untuk wajan berukuran kecil dan tipis. Biarkan wajan mendingin secara alami selama beberapa menit.
Untuk membersihkan wajan, gunakan air hangat dan sabun cuci piring dengan spon lembut. Hindari penggunaan spon kawat atau benda tajam yang dapat menggores permukaan wajan. Jika ada sisa makanan yang lengket, rendam wajan dengan air hangat selama 5-10 menit hingga kotoran terangkat dengan sendirinya.
Jangan biarkan minyak bekas atau sisa makanan mengendap di wajan lebih dari 2 jam. Sisa makanan yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan noda atau belang pada permukaan wajan stainless steel. Cuci wajan segera setelah digunakan atau paling lambat dalam 1-2 jam.
Setelah dicuci bersih, keringkan wajan segera dengan lap bersih atau biarkan mengering di rak pengering. Jangan menyimpan wajan dalam keadaan basah karena dapat menyebabkan bercak air atau noda. Simpan wajan di tempat yang kering dan bebas debu setelah benar-benar kering.
Banyak pengguna wajan stainless steel yang tanpa sadar melakukan kesalahan yang dapat merusak wajan atau mengurangi performanya. Memahami kesalahan-kesalahan ini penting agar cara menggunakan wajan stainless baru lebih efektif.
Kesalahan pertama adalah menggunakan api yang tidak merata atau terlalu besar. Api yang terlalu besar dapat menyebabkan permukaan wajan menjadi belang dan tidak rata. Pastikan tungku kompor bersih agar api menyala dengan rata ke seluruh permukaan wajan. Api yang ideal adalah api sedang yang menyebar merata.
Kesalahan kedua adalah menggunakan benda tajam untuk membersihkan atau mengaduk makanan. Sendok, garpu, atau pisau dapat menggores permukaan wajan dan merusak lapisan antilengket yang sudah terbentuk. Gunakan spatula kayu, silikon, atau logam yang dirancang khusus untuk wajan.
Kesalahan ketiga adalah menambahkan garam ke dalam air sebelum mendidih. Saat memasak makanan berkuah atau merebus dengan wajan stainless steel, tunggu hingga air mendidih baru tambahkan garam. Garam yang ditambahkan ke air dingin dapat menyebabkan korosi atau penyok kecil pada dasar wajan.
Kesalahan keempat adalah tidak melakukan seasoning ulang secara berkala. Seiring waktu, lapisan antilengket alami pada wajan akan berkurang. Lakukan seasoning ulang setiap beberapa bulan atau saat mulai terasa makanan lebih mudah lengket untuk menjaga performa wajan tetap optimal.
Ya, wajan stainless steel baru harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan lapisan pelindung dari pabrik dan kotoran yang mungkin menempel. Setelah dicuci bersih dan dikeringkan, wajan siap untuk proses seasoning sebelum digunakan pertama kali.
Proses seasoning wajan stainless steel membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Ini termasuk waktu memanaskan wajan kosong selama 2-3 menit, mengoleskan minyak, dan memanaskan dengan api kecil selama 15-20 menit. Setelah itu, biarkan wajan mendingin secara alami sebelum digunakan.
Minyak dengan titik asap tinggi adalah pilihan terbaik untuk seasoning wajan stainless steel. Beberapa pilihan yang direkomendasikan adalah minyak kanola, minyak sayur, minyak kacang, atau minyak alpukat. Hindari menggunakan minyak zaitun atau mentega karena titik asapnya rendah dan mudah terbakar.
Makanan bisa tetap lengket jika wajan belum cukup panas, minyak belum mencapai suhu yang tepat, atau bahan makanan terlalu dingin. Pastikan wajan dipanaskan dengan benar, lakukan tes air untuk mengecek suhu, dan biarkan bahan makanan mencapai suhu ruang sebelum dimasak.
Ya, boleh menggunakan sabun cuci piring untuk membersihkan wajan stainless steel yang sudah di-seasoning. Berbeda dengan wajan besi cor, lapisan seasoning pada wajan stainless lebih tahan terhadap sabun. Gunakan spon lembut dan hindari spon kawat yang dapat menggores permukaan wajan.
Seasoning ulang sebaiknya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali atau saat mulai terasa makanan lebih mudah lengket. Frekuensi seasoning juga tergantung pada intensitas penggunaan wajan. Jika digunakan setiap hari, mungkin perlu seasoning lebih sering untuk menjaga performa antilengket.
Ya, wajan stainless steel sangat aman untuk kesehatan karena tidak bereaksi dengan makanan dan tidak melepaskan zat berbahaya saat dipanaskan. Material stainless steel juga tidak mudah berkarat dan tahan lama. Pastikan membeli wajan stainless steel berkualitas food grade untuk keamanan maksimal saat memasak.