Kapanlagi.com - Cara menghilangkan bau cat di kamar yang paling efektif adalah membuka jendela dan pintu, lalu menyalakan kipas angin yang diarahkan ke luar. Setelah itu, letakkan penyerap bau seperti baking soda, arang aktif, atau air lemon di beberapa sudut kamar.
Bau cat bisa hilang lebih cepat kalau kamu menggabungkan sirkulasi udara dengan penyerap bau. Cara menghilangkan bau cat di kamar ini juga bisa dimulai sejak awal, misalnya dengan memilih cat yang kadar VOC-nya rendah.
Bau tajam pada cat berasal dari VOC (volatile organic compounds), yaitu senyawa organik yang mudah menguap ke udara. Andre Kazimierski dari Improovy Painters of North Shore, dikutip dari Yahoo, menjelaskan, "Cat mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai senyawa organik mudah menguap (VOC)." Ia juga menyebut bahwa VOC tergolong polutan, dan menghirupnya bisa memicu sakit kepala serta pusing.
Cara Mengatasi WC Mampet Tanpa Bongkar dan Mudah Dilakukan di RumahAdvertisement
Langkah pertama memahami cara menghilangkan bau cat di kamar adalah mengerti satu hal: uap cat harus dikeluarkan, bukan ditutupi dengan pewangi. Semakin lancar udara segar masuk, semakin cepat konsentrasi VOC di kamar turun.
Buka jendela dan pintu yang menghadap ke luar: Biarkan udara segar masuk menggantikan udara yang penuh bau cat. Kalau bisa, tutup pintu yang menghubungkan kamar ke ruangan lain agar bau tidak menyebar ke seluruh rumah.
Buat ventilasi silang: Usahakan ada dua bukaan, misalnya jendela dan pintu, supaya udara mengalir dari satu sisi ke sisi lain. Aliran seperti ini jauh lebih efektif daripada hanya membuka satu jendela.
Cara Mengatasi WC Mampet Tanpa Bongkar dan Mudah Dilakukan di RumahNyalakan kipas angin yang diarahkan ke luar: Taruh kipas di dekat jendela atau pintu dengan arah tiupan ke luar kamar, supaya udara berbau cat ikut terdorong keluar.
Tunggu sampai cat kering sentuh: Kipas sebaiknya tidak dinyalakan saat cat masih basah, tetapi tunggu sampai kering sentuh, karena kipas yang dinyalakan terlalu awal bisa membuat cat mengering tidak merata.
Matikan AC sementara waktu: AC hanya memutar udara di dalam kamar, jadi bau cat tidak benar-benar keluar. Matikan selama mengecat dan selama bau masih terasa kuat.
Joshua Houston, Paint Expert di Household Quotes, dikutip dari Tom's Guide, menyarankan langkah lanjutan saat bau tidak juga hilang, " Jika jendela dan pintu sudah dibuka beberapa hari untuk ventilasi tetapi bau cat masih ada, tambahkan sesuatu untuk mendorong pergerakan udara. Kipas angin listrik adalah cara yang sangat baik untuk mengeluarkan uap cat dari rumah. "
Kalau ventilasi kamar terbatas, bahan dapur bisa jadi andalan. Dalam praktiknya, cara menghilangkan bau cat di kamar dengan bahan alami ini bekerja karena bahan-bahan tersebut mengikat atau menyerap molekul bau di udara, bukan sekadar menimpanya dengan aroma lain.
Letakkan mangkuk berisi baking soda: Isi beberapa mangkuk dangkal dengan baking soda, lalu sebar di sudut kamar dan diamkan semalaman. Untuk hasil terbaik, ganti baking soda setiap 24 jam sampai baunya hilang.
Taburkan baking soda di karpet dan kasur: Kain menyerap bau cat. Taburkan baking soda di karpet atau sofa, diamkan beberapa jam, lalu sedot dengan vacuum cleaner.
Cara Membersihkan Mesin Cuci agar Bebas Bau, Jamur, dan AwetSiapkan baskom air dengan irisan lemon: Mengacu pada penjelasan Molekule, kamu bisa meletakkan beberapa mangkuk besar berisi air di kamar yang baru dicat, lalu menambahkan irisan lemon segar ke setiap mangkuk untuk aroma yang lebih segar.
Gunakan ampas atau bubuk kopi kering: Keringkan ampas kopi di atas piring beralas tisu, lalu letakkan di kamar. Cara ini paling cocok kalau bau catnya tidak terlalu menyengat.
Belah bawang bombai: Potong bawang bombai jadi dua, lalu letakkan dengan sisi potongan menghadap ke atas di sudut kamar. Setelah dipakai, buang bawangnya dan jangan dimakan.
Rebus atau letakkan cuka putih: Taruh cuka di mangkuk terbuka, atau rebus sebentar supaya uapnya menyebar. Aroma cuka memang tajam, tetapi cepat hilang.
Tips singkat: sesuaikan jumlah mangkuk dengan luas kamar. Kamar tidur kecil biasanya cukup dengan 2-4 titik penyerap bau di sudut yang berbeda, terutama di dekat dinding yang baru dicat.
Untuk bau cat minyak yang membandel, kamu butuh penyerap yang lebih kuat. Di tahap ini, cara menghilangkan bau cat di kamar mengandalkan karbon aktif, baik dalam bentuk arang biasa maupun filter di air purifier.
Siapkan arang aktif: Arang aktif menarik VOC lewat proses adsorpsi, yaitu molekul bau menempel di permukaan arang yang berpori. Kamu bisa membelinya dalam bentuk butiran, blok, atau kantong siap pakai.
Letakkan di dekat dinding yang baru dicat: Taruh arang dalam mangkuk atau kantong kecil di beberapa titik. Arang tidak menambahkan aroma apa pun, jadi kamar tetap netral.
Cara Menanam Bawang Bombai dari Sisa Akar dengan Mudah di RumahJemur arang secara berkala: Kalau memakai kantong arang bambu, jemur di bawah sinar matahari supaya daya serapnya pulih dan bisa dipakai lagi.
Nyalakan air purifier berfilter karbon: Pilih air purifier yang punya filter HEPA dan karbon aktif. Filter HEPA menangkap partikel debu, sedangkan karbon aktif menyerap gas dari cat.
Hindari sumber panas berlebih: Udara panas dan lembap bisa membuat uap cat terasa lebih pekat. Jauhkan pemanas dan usahakan kamar tetap kering.
Kalau masalah kamarmu bukan cuma bau cat tetapi juga lembap dan pengap, kamu bisa melanjutkan dengan cara mengatasi bau apek di kamar supaya udara tetap segar lebih lama.
Sering kali, cara menghilangkan bau cat di kamar yang paling hemat tenaga justru dimulai sebelum kuas menyentuh dinding. Pilihan cat, kondisi cuaca, dan cara mengecat ikut menentukan seberapa lama bau bertahan.
Pilih cat rendah atau tanpa VOC: Jordan Woolf, CEO We Buy Houses In Bama, dikutip dari Homes & Gardens, menyarankan, " Pilih cat rendah VOC atau nol VOC, karena kadar bahan kimianya lebih rendah dan baunya lebih sedikit. "
Utamakan cat berbasis air: Cat berbasis air (akrilik) umumnya lebih cepat kering dan baunya lebih ringan dibanding cat minyak yang butuh pengencer.
Cara Menanam Bunga Matahari di Pot Kecil agar Tumbuh Subur dan Cepat MekarHindari mengecat saat udara lembap: Menurut Joshua Houston, kelembapan tinggi memperlambat proses pengeringan, padahal cat mengeluarkan bau paling kuat saat diaplikasikan dan selama menunggu kering.
Oleskan lapisan tipis: Lapisan tipis lebih cepat kering daripada lapisan tebal, jadi waktu pelepasan VOC juga lebih singkat.
Pakai masker saat mengecat: Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut, terutama kalau kamu mengecat sendiri di ruangan tertutup.
Swope, dikutip dari Yahoo, menjelaskan alasan pentingnya pengeringan cepat, " Karena VOC dilepaskan saat cat mengering, semakin cepat proses itu terjadi, semakin cepat pula VOC menghilang. " Untuk teknik mengecat yang rapi dari awal, kamu juga bisa membaca panduan menggunakan cat tembok.
Setelah semua langkah di atas, masih ada beberapa kebiasaan kecil yang menentukan apakah kamar benar-benar aman ditempati. Berdasarkan pengalaman banyak penghuni rumah, bau cat yang tersisa biasanya berkaitan dengan jenis cat dan berapa cepat kamar dipakai lagi.
Monica Guarnaschelli, pemilik Indigomaven Interiors, dikutip dari Homes & Gardens, menegaskan, " 24 jam pertama setelah pengecatan adalah masa paling berat dari sisi paparan VOC. "
Jangan langsung tidur di kamar: Usahakan tidur di ruangan lain minimal satu malam setelah pengecatan, apalagi kalau catnya dilapis lebih dari sekali.
Cara Mengatasi WC Mampet Tanpa Bongkar dan Mudah Dilakukan di RumahPerhatikan anggota keluarga yang sensitif: Joshua Houston, dikutip dari Tom's Guide, mengingatkan bahwa uap VOC berbahaya jika terhirup, terutama bagi anak-anak, hewan peliharaan, dan orang dengan gangguan pernapasan seperti asma.
Kenali jenis cat yang dipakai: Cat minyak biasanya butuh waktu lebih lama, bisa sekitar sepekan, sampai baunya benar-benar hilang. Cat siap pakai berbasis air umumnya lebih cepat netral.
Jangan hanya mengandalkan pewangi: Lilin aromaterapi atau pengharum ruangan memang membuat kamar terasa wangi, tetapi senyawa kimianya tetap ada. Gunakan pewangi sebagai pelengkap setelah ventilasi dan penyerap bau.
Waspadai gejala fisik: Kalau muncul sakit kepala, mual, mata perih, atau sesak napas, segera keluar dari kamar dan tambah ventilasi. Kalau gejalanya tidak membaik, periksakan diri ke tenaga kesehatan.
Cuci kain di sekitar kamar: Gorden, sprei, dan sarung bantal yang tetap di kamar saat pengecatan bisa ikut menyimpan bau. Cuci semuanya sebelum dipasang lagi.
Hati-hati dengan kapur barus dan pembakaran: Kapur barus yang berlebihan bisa mengiritasi saluran napas. Membakar batok kelapa di dalam kamar juga menghasilkan asap baru, jadi lebih aman pakai penyerap bau yang tidak dibakar.
Contoh sederhananya, bayangkan kamu mengecat kamar pada Sabtu pagi. Biarkan jendela terbuka dan kipas menyala setelah cat kering sentuh, letakkan baking soda dan arang di sudut kamar pada malam harinya, lalu tidur di ruangan lain. Dengan pola ini, kamar biasanya jauh lebih nyaman ditempati satu atau dua hari kemudian.
(kpl/ums)