Cara Menanam Bawang Bombai dari Sisa Akar dengan Mudah di Rumah
cara menanam bawang bombai dari sisa akar (©Ilustrasi dibuat AI)
Kapanlagi.com - Cara menanam bawang bombai dari sisa akar cukup sederhana. Potong pangkal bawang bersama sedikit dagingnya, lalu tumbuhkan akarnya di air atau tanah lembap.
Setelah akar dan tunas muncul, pindahkan pangkal bawang ke pot atau bedengan yang terkena sinar matahari. Dengan cara menanam bawang bombai dari sisa akar ini, sisa dapur bisa diolah menjadi daun bawang segar, bahkan umbi baru.
Kuncinya ada di bagian bawah umbi. Lempeng dasar (basal plate), yaitu bagian datar tempat akar tumbuh di dasar umbi, menyimpan materi genetik dan cadangan energi yang dibutuhkan tanaman untuk menumbuhkan tunas dan akar baru. Karena itu, saat memotong, pastikan bagian ini tidak ikut rusak.
Advertisement
1. 1. Cara Menanam Bawang Bombai dari Sisa Akar dengan Media Air
Media air paling sering dipilih karena kamu bisa melihat langsung akar yang tumbuh. Dalam praktiknya, cara menanam bawang bombai dari sisa akar ini cocok untuk tahap awal sebelum bawang dipindah ke tanah, dan bisa jadi kegiatan seru bersama anak-anak.
Pilih bawang yang segar: Gunakan bawang bombai yang padat dan tidak berjamur. Pangkal yang lembek atau berjamur akan cepat busuk karena terus terendam air. Bawang yang sudah bertunas biasanya lebih gampang tumbuh.
Potong pangkal bawang: Iris bagian bawah bawang setebal sekitar 2,5-4 cm, termasuk lempeng akarnya. Sisa bawang lainnya bisa langsung dipakai memasak atau disimpan di kulkas.
Keringkan potongan sebentar: Biarkan potongan mengering di tempat teduh dengan sirkulasi udara bagus, dari beberapa jam sampai sekitar satu hari, sampai permukaan bekas potongannya kering dan sedikit mengerut. Lapisan kering ini membantu mencegah busuk.
Tancapkan tusuk gigi: Tancapkan tiga atau empat tusuk gigi mengelilingi sisi pangkal bawang, sedikit di bawah garis tengahnya. Tusuk gigi ini berfungsi sebagai penyangga di bibir gelas.
Siapkan wadah bening: Isi gelas atau stoples bening dengan air keran atau air saring. Pilih wadah yang mulutnya lebih kecil dari ukuran bawang agar umbi tidak jatuh ke dasar.
Rendam hanya bagian akarnya: Letakkan bawang di atas gelas sehingga hanya akar dan dasar pangkalnya yang menyentuh air. Bagian atasnya harus tetap kering supaya tidak membusuk.
Taruh di tempat terang: Simpan wadah di ambang jendela yang terkena cahaya dan sering kamu lewati, supaya tidak lupa memeriksanya.
Ganti air secara rutin: Ganti air setiap 2-3 hari, atau lebih cepat kalau mulai keruh dan berbau. Angkat bawang pelan-pelan, buang airnya, isi air bersih, lalu pasang lagi.
Media air memang praktis, tapi ada batasnya untuk jangka panjang. Dilansir dari Food Network, tanaman pada akhirnya akan berhenti tumbuh karena air tidak menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan dalam jangka panjang, sehingga pangkal akarnya perlu ditanam di tanah jika ingin terus tumbuh.
Contoh sederhananya, bayangkan kamu baru memotong bawang bombai untuk tumisan. Pangkalnya kamu letakkan di gelas di dekat jendela dapur, lalu dalam sekitar satu minggu akar putih mulai terlihat di dalam air dan tunas hijau muncul di pucuknya.
Baca juga: Cara Menanam Daun Bawang dari Batang Sisa Dapur agar Tidak Busuk
2. 2. Cara Menanam Bawang Bombai dari Sisa Akar Langsung di Tanah
Kalau kamu ingin hasil yang lebih stabil, tanam langsung di tanah bisa jadi pilihan. Banyak pekebun rumahan menganggap cara menanam bawang bombai dari sisa akar di tanah lebih minim risiko busuk dibanding di air, karena media tanah menyediakan nutrisi sejak awal.
Sebagaimana dikutip dari A Piece of Rainbow, penulisnya mengaku selalu menumbuhkan kembali sisa umbi bawang di tanah karena jauh lebih mudah. Menurutnya, metode air kurang berhasil karena pangkal bawang sering membusuk dan permukaan potongannya ditumbuhi jamur sebelum akar sempat muncul.
Siapkan pot berlubang: Gunakan pot dengan lubang drainase di bagian bawah. Kalau ingin menumbuhkan umbi, pilih pot dengan kedalaman sekitar 20-25 cm.
Isi media tanam: Isi pot kira-kira dua pertiga bagian dengan tanah gembur yang sudah dicampur kompos, lalu padatkan perlahan.
Buat cekungan kecil: Buat lubang dangkal di tengah tanah seukuran potongan pangkal bawang agar akar menempel rapat pada tanah.
Letakkan pangkal bawang: Masukkan potongan bawang dengan bagian akar menghadap ke bawah, lalu tutup dengan lapisan tanah tipis.
Siram secukupnya: Siram sampai tanah lembap, tapi jangan sampai becek. Tanah yang terlalu basah justru memicu pembusukan.
Tunggu tunas muncul: Akar biasanya mulai tumbuh dalam beberapa hari, dan tunas hijau terlihat dalam 2-3 minggu.
Cek kesiapan akar: Tarik pangkal bawang dengan sangat pelan. Kalau terasa tertahan, artinya akarnya sudah cukup banyak dan siap dipindah ke lahan yang lebih luas.
Soal lokasi, bawang termasuk tanaman yang suka matahari. Samuel J Schmitz, display gardens horticulturist di The Gardens at Ball, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Bawang adalah tanaman yang butuh matahari penuh dan menyukai panas. Tempatkan di tanah gembur di lokasi yang terang dan hangat, maka tanaman akan tumbuh baik." Jo Ellen Meyers Sharp, penulis berkebun yang dikenal sebagai Hoosier Gardener, dalam sumber yang sama mengatakan, "Anda bisa melakukan ini kapan pun punya sisa bawang. Bawang bisa ditumbuhkan di ambang jendela yang cerah, lalu dipindahkan ke pot di luar ruangan atau ke kebun."
3. 3. Cara Menanam Bawang Bombai dari Sisa Akar dengan Kombinasi Air dan Tanah
Metode gabungan memanfaatkan kelebihan dua cara sebelumnya. Akar dirangsang dulu di air agar cepat terlihat, baru kemudian dipindah ke tanah untuk pertumbuhan jangka panjang. Langkah pertama memahami cara menanam bawang bombai dari sisa akar versi kombinasi ini adalah memastikan akarnya cukup panjang sebelum dipindah.
Rendam pangkal di air: Lakukan langkah media air seperti di atas, yaitu tusuk gigi sebagai penyangga dan hanya akar yang terendam.
Tunggu akar beberapa sentimeter: Biarkan akar tumbuh sekitar satu sampai dua minggu, sampai panjangnya beberapa sentimeter. Makin panjang akarnya, makin besar peluang berhasil saat dipindah.
Kupas lapisan luar yang rusak: Sebelum menanam, buang lapisan kulit luar yang tampak berlendir atau rusak, hati-hati agar akar tidak ikut patah.
Pisahkan tunas jika lebih dari satu: Satu pangkal bawang kadang memunculkan beberapa tunas. Kamu bisa memisahkannya dengan memotong di antara tunas, dengan tetap menyisakan sebagian akar di setiap bagian.
Tanam di lahan atau pot: Buat lubang yang cukup untuk akar, rentangkan akarnya, lalu tutup dengan tanah. Beri jarak sekitar 12 cm antartanaman dan 30-45 cm antarbaris jika menanam di bedengan.
Rawat dengan penyiraman teratur: Siram segera setelah tanam sampai tanah lembap. Selanjutnya, jaga tanah tetap lembap tapi tidak tergenang.
Kalau sisa bawangnya sudah bertunas sejak di dapur, ada trik pemotongan khusus. Mengacu pada panduan Epic Gardening, buat potongan bersih di antara ujung akar lama dan bintik cokelat gelap tempat dasar akar baru terbentuk, dan jangan sampai memotong area cokelat gelap tersebut karena bagian itu harus tetap utuh.
4. Tips dan Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menanam Bawang Bombai dari Sisa Akar
Menanam ulang bawang bombai dari sisa dapur memang gampang, tapi hasilnya sangat bergantung pada detail kecil. Manfaat utama metode ini bagi kamu adalah dapur lebih hemat dan sampah organik berkurang, apalagi rumah tangga modern disebut membuang sekitar 30% makanan yang dibeli. Supaya hasilnya maksimal, perhatikan poin-poin berikut.
Tanaman lain juga bisa diperlakukan serupa, seperti yang dibahas dalam daftar tanaman dari sisa dapur yang mudah dicoba di rumah.
Jangan potong terlalu dekat ke akar: Memotong terlalu mepet bisa merusak titik tumbuh. Bagian dasar menyimpan jaringan meristem, yaitu sel-sel yang masih bisa membelah dan membentuk jaringan baru.
Pahami batas hasilnya: Satu pangkal bawang umumnya hanya menghasilkan satu umbi dewasa, tapi bisa memunculkan beberapa tunas hijau. Umbi hasil sisa dapur juga jarang sebesar dan seawet umbi dari bibit khusus.
Jangan pangkas daun kalau ingin umbi: Kalau tujuanmu umbi yang besar, biarkan daun hijaunya tumbuh karena daun itulah yang memberi makan umbi.
Panen daun dengan teknik petik luar: Kalau ingin daunnya saja, gunting daun bagian luar dan sisakan minimal separuh tanaman agar bisa terus tumbuh kembali.
Waspadai bunga: Setelah beberapa minggu di air, bawang bisa memunculkan batang bunga. Saat itu terjadi, segera pindahkan ke tanah karena pertumbuhan di air tidak akan berlanjut.
Hindari tanah becek: Daun menguning bisa jadi tanda penyiraman berlebihan. Bawang tidak suka media yang terlalu basah atau terlalu kering.
Perhatikan iklim: Di Indonesia, bawang bombai lebih optimal di dataran tinggi yang sejuk. Kalau kamu tinggal di dataran rendah, hasil daun hijau biasanya lebih realistis daripada umbi besar.
Untuk versi daun bawang dengan media air, ada saran sederhana dari praktisi. Sara Rubens, certified garden coach dan pendiri Seed to Sanctuary, dikutip dari AOL menyatakan, "Kemudian letakkan di ambang jendela yang cerah, dan bawang akan terus tumbuh." Ia juga menyarankan agar bagian atas bawang tetap berada di atas permukaan air.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Bawang Bombai
Berapa lama sisa akar bawang bombai mulai tumbuh?
Akar baru umumnya mulai terlihat dalam beberapa hari sampai sekitar satu minggu. Tunas hijau biasanya muncul dalam 1-3 minggu, tergantung suhu, cahaya, dan kondisi bawang yang dipakai.
Apakah sisa akar bawang bombai bisa menghasilkan umbi baru?
Bisa, asalkan pangkalnya dipindah ke tanah dan daunnya dibiarkan tumbuh. Namun ukurannya sering lebih kecil dibanding bawang di pasaran, sehingga banyak orang memanfaatkannya untuk dipanen daunnya saja.
Kenapa pangkal bawang bombai busuk saat direndam air?
Penyebab paling umum adalah terlalu banyak bagian bawang yang terendam, air yang jarang diganti, atau bawang yang memang sudah lembek sejak awal. Pastikan hanya akar yang menyentuh air, dan ganti airnya setiap 2-3 hari.
Daftar Referensi
- Homes & Gardens. Growing onions from scraps: how to get vegetables for free. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/growing-onions-from-scraps
- Epic Gardening. How to Regrow Green Onions from Scraps. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.epicgardening.com/regrow-green-onions/
- Food Network. How to Regrow Green Onions. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.foodnetwork.com/how-to/packages/food-network-essentials/how-to-grow-green-onioms
- AOL. How to Grow Green Onions, Plus Tips for Regrowing Them From Scraps. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.aol.com/grow-green-onions-plus-tips-190100734.html
- A Piece of Rainbow. How to Regrow Onions from Onion Scraps Easily. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.apieceofrainbow.com/regrow-onions-from-scraps/
(kpl/rsp)
Advertisement
