16 Tanaman yang Bisa Ditanam dari Sisa Dapur, Mudah Dicoba di Rumah

16 Tanaman yang Bisa Ditanam dari Sisa Dapur, Mudah Dicoba di Rumah
Menanam dari sisa dapur. [AI Generated]

Kapanlagi.com - Menanam kembali sisa bahan makanan bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi limbah sekaligus memiliki kebun mini. Tanaman yang bisa ditanam dari sisa dapur beragam, mulai dari sayuran hijau, rimpang, umbi, hingga buah.

Tidak perlu lahan luas atau perlengkapan khusus untuk memulainya. Beberapa tanaman dapat ditumbuhkan dalam air, sementara lainnya langsung ditanam di tanah. Selain menghemat pengeluaran, kegiatan ini juga menyenangkan dan membantu memanfaatkan sisa dapur.

1. Sayuran dari Bonggol atau Batang 

Kangkung. [AI Generated]

Daun Bawang

Daun bawang termasuk salah satu bahan dapur yang paling mudah ditanam kembali. Sisakan bagian bawah batang sekitar 2–3 cm beserta akarnya, kemudian letakkan dalam wadah berisi air bersih. Tempatkan di area yang mendapat cukup cahaya dan ganti air setiap hari. Dalam sekitar 3–5 hari, tunas baru mulai terlihat. Setelah pertumbuhannya cukup baik, pindahkan ke pot berisi tanah agar memperoleh nutrisi lebih banyak. Saat panen, cukup potong bagian atasnya sehingga tanaman masih dapat tumbuh kembali.

Seledri

Pangkal seledri yang biasanya dibuang juga dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru. Sisakan pangkal sekitar 5 cm, kemudian letakkan bagian putihnya di wadah dangkal berisi sedikit air. Jangan merendam seluruh bagian tanaman dan jaga bagian atas tetap lembap. Setelah beberapa hari, akar dan daun baru akan mulai muncul. Jika akar sudah berkembang, pindahkan ke media tanah dengan bagian daun tetap berada di atas permukaan. Seledri dapat dipanen dengan memotong batangnya, bukan mencabut seluruh tanaman, sehingga masih bisa tumbuh kembali.

Selada

Selada, terutama jenis Romaine, dapat ditanam kembali menggunakan bonggol yang tersisa setelah daunnya digunakan. Sisakan bonggol sekitar 5–7 cm, lalu bersihkan dan letakkan dalam wadah dangkal berisi air setinggi sekitar 1,5–2 cm. Pastikan hanya bagian pangkal yang terendam. Letakkan di tempat teduh yang tetap memperoleh cahaya matahari dan ganti air jika mulai keruh. Daun baru akan tumbuh dari bagian tengah. Ketika akar sudah cukup banyak, pindahkan bonggol ke pot berisi tanah agar pertumbuhannya lebih optimal.

Kangkung

Sisa akar atau batang kangkung juga bisa digunakan untuk menumbuhkan tanaman baru. Bagian bawahnya dapat direndam dalam air sampai muncul akar putih, kemudian dipindahkan ke media tanah yang dicampur kompos. Kangkung termasuk tanaman yang cepat tumbuh sehingga cocok untuk pemula. Pastikan media tetap lembap dan tidak kekurangan air. Selain menggunakan pot, kangkung juga dapat ditanam di wadah tanpa drainase atau tanah yang lembap. Setelah tunas baru muncul dan berkembang, tanaman dapat dirawat hingga siap dipanen.

Pakcoi

Bonggol pakcoi yang tersisa setelah daunnya digunakan masih dapat dimanfaatkan untuk regrowing. Sisakan sekitar 2–3 helai daun pada bonggol, kemudian letakkan dalam gelas berisi air hingga setengah bagian. Simpan di tempat teduh yang tetap mendapatkan sinar matahari. Air perlu diganti ketika mulai keruh agar kondisi tetap bersih. Setelah akar tumbuh cukup banyak, bonggol dapat dipindahkan ke pot kecil berisi media tanah. Cara ini membuat sisa pokcoy tidak langsung berakhir sebagai limbah dapur.

2. Rempah dan Bumbu Dapur

Jahe. [AI Generated]

Jahe

Potongan jahe yang memiliki satu atau dua tunas kecil dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan tanaman baru. Pilih rimpang yang sehat dan tidak busuk atau terlalu kering. Potongan jahe dapat direndam dalam air hangat semalaman atau langsung ditanam. Jika ditanam, posisikan secara horizontal sekitar 5 cm di bawah permukaan tanah dengan tunas menghadap ke atas. Gunakan media kaya bahan organik dan memiliki drainase baik. Jaga kelembapannya tanpa membuat tanah tergenang. Tunas baru biasanya mulai muncul setelah beberapa minggu.

Bawang Putih

Siung bawang putih yang tersisa di dapur juga dapat ditanam kembali. Letakkan siung di dalam tanah dengan bagian runcing menghadap ke atas dan beri jarak antartanaman. Bawang putih termasuk salah satu tanaman yang relatif mudah ditumbuhkan dari sisa dapur. Penanaman dapat dilakukan di tanah maupun wadah. Selain menghasilkan tanaman baru, proses ini memungkinkan bagian sisa bahan masakan dimanfaatkan kembali daripada langsung dibuang.

Bawang Bombay

Pangkal bawang bombay yang tidak digunakan juga dapat ditanam kembali. Potong bagian pangkal, lalu rendam dalam air bersih tanpa membuatnya tenggelam seluruhnya. Setelah sekitar dua minggu, akar baru dapat mulai muncul. Ketika akar sudah berkembang lebih banyak, pangkal bawang bombay dapat dipindahkan ke media tanah. Untuk tanaman bawang bombay yang sudah berkembang, penanaman langsung di tanah disebut lebih baik dibandingkan mempertahankannya di air.

Serai

Serai merupakan tanaman lain yang mudah dimanfaatkan kembali dari sisa dapur. Gunakan bagian bonggol serai yang masih sehat, kemudian tanam langsung dalam campuran media tanam. Setelah ditanam, bonggol tersebut dapat menghasilkan rimpang dan anakan baru. Karena prosesnya cukup sederhana, serai dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mulai memanfaatkan sisa bahan masakan sebagai sumber tanaman baru di rumah.

3. Sayuran dari Umbi dan Bagian Atasnya 

Kentang. [AI Generated]

Kentang

Kentang yang memiliki bagian mata atau tunas dapat ditanam kembali. Namun, potongannya sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke tanah. Biarkan terlebih dahulu selama sekitar 1–2 hari agar bagian potongan mengering. Setelah itu, tanam dalam polybag berisi media tanam dan lakukan perawatan secara rutin. Dengan kondisi tumbuh yang sesuai, bagian kentang tersebut dapat berkembang menjadi tanaman baru yang nantinya bisa dipanen.

Ubi Jalar

Ubi jalar dapat dimanfaatkan kembali baik dalam bentuk ubi utuh maupun potongan. Salah satu caranya adalah menanam ubi langsung di tanah. Alternatif lain, sebagian ubi direndam dalam air hingga muncul tunas. Setelah tunas tumbuh cukup besar, tanaman dapat dipindahkan ke media tanah. Metode ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mencoba menumbuhkan bahan pangan dari sisa dapur dengan cara sederhana.

Wortel dan Bit

Bagian atas wortel atau bit yang biasanya terbuang masih dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman baru. Potong bagian atas umbi dan sisakan sekitar setengah inci, kemudian letakkan dalam wadah berisi air dangkal. Bagian yang dipotong menghadap ke bawah, sedangkan bagian daun berada di atas. Setelah beberapa hari, pucuk baru dapat mulai tumbuh. Jika perkembangan sudah cukup baik, bagian tersebut dapat dipindahkan ke media tanah untuk melanjutkan pertumbuhannya.

4. Tanaman Herbal dan Buah dari Batang atau Mahkota 

Nanas. [AI Generated]

Kemangi, Basil, Daun Mint, dan Ketumbar

Beberapa tanaman herbal seperti kemangi, basil, daun mint, dan ketumbar dapat ditanam kembali menggunakan potongan batang. Pilih batang sepanjang sekitar 5–7 cm, kemudian letakkan secara tegak di dalam segelas air. Pastikan daun tidak ikut terendam. Ganti air setiap satu atau dua hari sampai akar baru muncul. Setelah akar dan tunas berkembang, pindahkan batang ke dalam pot berisi tanah. Cara ini dapat menjadi pilihan praktis untuk memiliki persediaan tanaman herbal sendiri di rumah.

Nanas

Mahkota nanas yang biasanya langsung dibuang ternyata dapat ditanam kembali. Potong bagian mahkota dari buah nanas, kemudian biarkan mengering selama beberapa hari sebelum ditanam. Setelah siap, tanam mahkota tersebut di dalam tanah dan rawat secara rutin. Cara ini memberikan kesempatan bagi bagian atas buah yang tidak dimakan untuk berkembang menjadi tanaman nanas baru.

5. Tanaman dari Biji 

Cabai. [AI Generated]

Cabai

Biji cabai dari cabai yang sudah terlalu matang, kering, atau tidak lagi digunakan dapat dimanfaatkan untuk ditanam. Ambil bijinya dan keringkan selama kurang lebih 24 jam atau sampai benar-benar kering. Setelah itu, semai biji pada media tanam menggunakan pot, polybag, atau wadah bekas yang tersedia di rumah. Dengan perawatan yang rutin, biji tersebut dapat berkembang menjadi tanaman cabai baru.

Alpukat

Biji alpukat dapat menjadi bahan menarik untuk eksperimen berkebun di rumah. Bersihkan bijinya, kemudian tancapkan tiga atau empat tusuk gigi di bagian bawahnya untuk menopang biji di atas gelas. Isi air hingga menutupi sekitar separuh bagian bawah biji dan ganti air secara teratur. Setelah akar serta tunas muncul, pindahkan ke wadah berisi tanah. Bagian atas biji tetap dibiarkan berada di atas permukaan tanah, sedangkan bagian bawah tertanam.

6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman yang Bisa Ditanam dari Sisa Dapur

Apa saja tanaman yang bisa ditanam dari sisa dapur?

Daun bawang, seledri, selada, kangkung, pokcoy, jahe, bawang putih, kentang, ubi jalar, serai, nanas, cabai, dan alpukat termasuk yang dapat dicoba.

Apakah sisa sayuran harus ditanam langsung di tanah?

Tidak selalu. Beberapa sisa sayuran dapat ditumbuhkan terlebih dahulu dalam air. Setelah akar dan tunas muncul, tanaman bisa dipindahkan ke tanah.

Berapa sering air tanaman harus diganti?

Jika menggunakan metode air, sebaiknya ganti air setiap hari atau setidaknya setiap satu hingga dua hari agar tidak cepat busuk dan berbau.

Apa manfaat menanam tanaman dari sisa dapur?

Selain mengurangi limbah organik, cara ini dapat membantu menghemat pengeluaran, menyediakan bahan segar, serta menjadi aktivitas edukatif dan menyenangkan di rumah.

(kpl/ini)

Rekomendasi

Trending