Kapanlagi.com - Menghitung biaya listrik merupakan langkah penting untuk mengelola pengeluaran rumah tangga maupun bisnis. Dengan memahami cara menghitungnya, kita dapat mengontrol penggunaan energi dan mengidentifikasi perangkat yang boros listrik.
Proses ini umumnya melibatkan penghitungan daya watt dari setiap perangkat yang digunakan, waktu pemakaian, dan tarif listrik per kWh yang berlaku. Dengan informasi ini, kita dapat memperkirakan total biaya listrik bulanan dan mengambil langkah-langkah efisien untuk mengurangi pengeluaran.
Mari kita pelajari lebih lanjut tentang cara menghitung biaya listrik secara tepat dan sederhana.
Listrik merupakan kebutuhan primer yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Setiap rumah tangga memerlukan energi listrik untuk berbagai keperluan, mulai dari penerangan, memasak, hingga mengoperasikan peralatan elektronik. Oleh karena itu, memahami cara menghitung biaya listrik menjadi keterampilan penting untuk mengelola keuangan rumah tangga.
Dengan mengetahui cara menghitung biaya listrik secara tepat, Anda dapat memperkirakan pengeluaran bulanan dan mengidentifikasi peluang penghematan. Perhitungan yang akurat membantu Anda mengontrol konsumsi energi agar tagihan tidak membengkak di akhir bulan.
Penetapan tarif listrik mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Setiap triwulan, tarif dapat disesuaikan berdasarkan parameter ekonomi makro seperti kurs, inflasi, dan harga batubara, meskipun untuk awal 2026 pemerintah memutuskan tarif tetap stabil.
Langkah pertama dalam cara menghitung biaya listrik adalah memahami golongan tarif yang berlaku untuk rumah Anda. Tarif listrik di Indonesia dibedakan berdasarkan golongan daya dan jenis penggunaan, yang menentukan biaya per kilowatt hour (kWh) yang harus dibayarkan pelanggan.
Tarif listrik PLN bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar mengacu besaran yang sama sesuai golongan daya. Bedanya, pelanggan prabayar wajib membeli token listrik yang dimasukkan ke meteran, sedangkan pascabayar membayar tagihan setelah pemakaian listrik dalam periode tertentu.
Berikut adalah rincian golongan tarif listrik rumah tangga yang berlaku pada awal 2026:
Rumah tangga 450 VA dikenakan tarif Rp 415 per kWh, sementara rumah tangga 900 VA bersubsidi dikenakan tarif Rp 605 per kWh. Subsidi ini diberikan kepada pelanggan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
Untuk rumah tangga mampu, tarif yang berlaku adalah:
Mengetahui golongan tarif listrik rumah Anda sangat penting karena akan menjadi dasar perhitungan biaya listrik bulanan. Informasi ini dapat dilihat pada tagihan listrik atau melalui aplikasi PLN Mobile.
Setelah mengetahui golongan tarif, Anda dapat mulai menghitung estimasi biaya listrik rumah tangga. Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang perlu dilakukan:
Langkah awal cara menghitung biaya listrik adalah mencatat semua peralatan elektronik yang digunakan di rumah beserta daya listriknya dalam satuan watt. Daya listrik biasanya tertera pada label perangkat atau buku panduan.
Contoh daftar peralatan elektronik:
Setiap peralatan memiliki durasi penggunaan yang berbeda. Kulkas menyala 24 jam, sedangkan lampu mungkin hanya 12 jam per hari. Catat estimasi waktu penggunaan setiap peralatan untuk perhitungan yang akurat.
Contoh estimasi durasi pemakaian:
Konsumsi listrik dihitung berdasarkan daya (watt) yang digunakan oleh perangkat atau mesin dan lamanya waktu perangkat tersebut beroperasi. Rumus dasar untuk menghitung konsumsi listrik adalah: Energi (Wh) = Daya Perangkat (W) Ã Waktu Penggunaan (jam).
Contoh perhitungan untuk setiap peralatan:
Total konsumsi harian dalam contoh di atas adalah 17.850 Wh. Untuk mengkonversi ke kWh, bagi angka tersebut dengan 1.000:
17.850 Wh ÷ 1.000 = 17,85 kWh per hari
Biaya listrik dihitung dengan mengalikan konsumsi listrik (kWh) dengan tarif listrik yang berlaku sesuai golongan tarif yang digunakan. Rumusnya adalah: Biaya Listrik = Konsumsi Listrik (kWh) Ã Tarif Listrik (Rp/kWh).
Misalnya untuk golongan 1.300 VA dengan tarif Rp 1.444,70 per kWh:
17,85 kWh à Rp 1.444,70 = Rp 25.787,90 per hari
Untuk menghitung biaya bulanan, kalikan biaya harian dengan 30 hari:
Rp 25.787,90 Ã 30 hari = Rp 773.637 per bulan
Perlu diingat bahwa ini adalah estimasi kasar. Tagihan aktual dapat berbeda karena adanya biaya tambahan seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan biaya administrasi.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah rumus lengkap cara menghitung biaya listrik yang dapat Anda gunakan:
Dengan menggunakan rumus kWh = (watt x jam) : 1.000. Misalnya jika Anda memiliki air conditioner (AC) sebesar 400 watt yang dinyalakan 10 jam setiap harinya, maka perhitungannya adalah: kWh = (400 x 10) : 1.000 = 4 kWh.
Misalkan Anda memiliki rumah dengan daya 900 VA dan menggunakan:
Total harian: 600 + 8.400 + 400 = 9.400 Wh = 9,4 kWh
Dengan tarif Rp 1.352 per kWh (900 VA RTM):
Biaya harian: 9,4 kWh à Rp 1.352 = Rp 12.708,80
Biaya bulanan: Rp 12.708,80 Ã 30 = Rp 381.264
Pelanggan listrik pascabayar dapat menghitung tagihan dengan cara yang sama seperti di atas. Namun, ada beberapa komponen tambahan yang perlu diperhatikan dalam tagihan pascabayar.
Tagihan listrik pascabayar terdiri dari beberapa komponen:
Melalui fitur Catat Meter secara mandiri yang tersedia di aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat mengetahui perkiraan pemakaian listrik setiap bulannya, sebelum tagihan resmi keluar. Untuk pencatatan meter mandiri bisa dilakukan antara tanggal 23 sampai 27 setiap bulannya.
Langkah-langkah menggunakan fitur Catat Meter di PLN Mobile:
Setelah memahami cara menghitung biaya listrik, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi penghematan untuk mengurangi tagihan bulanan.
Ganti peralatan lama dengan yang memiliki label hemat energi. Lampu LED mengonsumsi daya jauh lebih rendah dibandingkan lampu pijar konvensional. Kulkas dan AC dengan teknologi inverter juga lebih efisien dalam penggunaan listrik.
Cabut steker peralatan elektronik yang tidak digunakan. Peralatan dalam mode standby tetap mengonsumsi listrik meskipun tidak aktif digunakan, fenomena ini disebut vampire power.
AC (Air Conditioner) adalah penyumbang terbesar tagihan listrik rumah tangga (bisa mencapai 40-60% dari total tagihan). Suhu 24-25 derajat Celcius sudah cukup nyaman untuk iklim tropis dan jauh lebih hemat energi dibandingkan suhu 18 derajat. Pastikan juga filter AC dibersihkan rutin setiap 3 bulan agar kompresor tidak bekerja terlalu berat.
Maksimalkan pencahayaan alami di siang hari untuk mengurangi penggunaan lampu. Buka jendela dan gorden agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan.
Peralatan yang terawat bekerja lebih efisien. Bersihkan filter AC, kulkas, dan kipas angin secara berkala agar tidak membutuhkan daya ekstra untuk beroperasi.
Pasang timer pada peralatan seperti pemanas air atau lampu taman agar tidak menyala sepanjang waktu. Ini membantu mengontrol durasi penggunaan dan menghemat listrik.
Lakukan pencatatan meter secara rutin untuk memantau pola konsumsi listrik. Dengan cara menghitung biaya listrik secara berkala, Anda dapat mengidentifikasi lonjakan penggunaan yang tidak normal dan segera mengambil tindakan korektif.
Selain perhitungan manual, Anda dapat menggunakan berbagai aplikasi untuk memudahkan cara menghitung biaya listrik.
PLN Mobile adalah aplikasi resmi dari PLN yang menyediakan berbagai fitur, termasuk simulasi biaya listrik. Fitur ini memungkinkan Anda menghitung estimasi tagihan berdasarkan pemakaian yang diinput.
Cara menggunakan fitur simulasi di PLN Mobile:
PLN juga menyediakan kalkulator tarif listrik online di situs resminya. Anda dapat mengakses kalkulator ini untuk menghitung perkiraan biaya berdasarkan konsumsi kWh dan golongan tarif.
Beberapa aplikasi pihak ketiga juga menyediakan fitur kalkulator listrik yang dapat membantu Anda menghitung biaya listrik dengan lebih detail, termasuk analisis konsumsi per peralatan.
Anda dapat melihat daya peralatan pada label yang biasanya tertera di bagian belakang atau bawah perangkat. Jika tidak ada, cek buku panduan atau cari spesifikasi produk secara online menggunakan merek dan model perangkat tersebut.
Tidak, tarif per kWh untuk listrik prabayar dan pascabayar adalah sama sesuai golongan daya. Perbedaannya hanya pada sistem pembayaran, di mana prabayar membayar di awal dengan token, sedangkan pascabayar membayar setelah pemakaian.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenaikan tagihan antara lain: peralatan yang sudah tua dan kurang efisien, kebocoran listrik, meteran yang tidak akurat, atau adanya penyesuaian tarif dari PLN. Lakukan pengecekan meteran dan peralatan secara berkala.
Diterapkan rekening minimum (RM): RM1 = 40 (jam nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian. Misalnya untuk 900 VA, biaya minimum sekitar Rp 48.672 (36 kWh), untuk 1300 VA sekitar Rp 75.124 (52 kWh).
Gunakan rumus: (Daya AC dalam watt à Jam pemakaian per hari) ÷ 1.000 = kWh per hari. Kemudian kalikan dengan tarif listrik per kWh sesuai golongan Anda. Misalnya AC 800 watt digunakan 8 jam: (800 à 8) ÷ 1.000 = 6,4 kWh per hari.
Anda dapat melihat angka meteran di awal dan akhir bulan, kemudian hitung selisihnya untuk mendapatkan total konsumsi kWh bulanan. Kalikan dengan tarif per kWh untuk mendapatkan estimasi tagihan. Namun cara ini tidak memberikan detail konsumsi per peralatan.
Anda dapat melakukan tes sederhana dengan mematikan semua peralatan listrik di rumah dan mengamati apakah meteran masih berputar. Jika masih berputar, kemungkinan ada kebocoran listrik atau meteran tidak akurat. Hubungi PLN untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Yuk, baca artikel seputar panduan dan cara menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?