Kapanlagi.com - Daging merupakan bahan makanan yang mudah mengalami kerusakan jika tidak disimpan dengan benar. Mengetahui cara menyimpan daging di kulkas dan tanpa kulkas menjadi keterampilan penting untuk menjaga kesegaran dan kualitas nutrisinya.
Penyimpanan daging yang tepat tidak hanya mencegah pembusukan, tetapi juga mempertahankan cita rasa dan kandungan gizinya. Baik menggunakan kulkas modern maupun metode tradisional, setiap teknik memiliki keunggulan tersendiri dalam mengawetkan daging.
Dalam buku Aneka Olahan Daging Sapi yang disusun oleh Ir Hj Komariah, dkk, dijelaskan bahwa daging adalah salah satu bahan makanan yang dikenal bisa cepat mengalami kerusakan karena memiliki permukaan yang cenderung basah yang berpeluang sebagai tempat bagi mikroba untuk berkembang. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara menyimpan daging di kulkas dan tanpa kulkas sangat diperlukan untuk mencegah pemborosan dan menjaga keamanan pangan.
Daging memiliki karakteristik khusus yang membuatnya rentan terhadap kerusakan. Kandungan air yang tinggi, protein yang melimpah, dan pH yang mendekati netral menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Bakteri pembusuk dan patogen dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang, menyebabkan perubahan warna, bau tidak sedap, dan tekstur yang berlendir.
Permukaan daging yang basah menjadi media sempurna untuk aktivitas mikroba. Enzim endogen yang terdapat secara alami dalam daging juga terus bekerja setelah pemotongan, menyebabkan proses autolisis yang mengurai jaringan daging. Tanpa penanganan yang tepat, daging segar hanya bertahan beberapa jam pada suhu ruang sebelum menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan paparan udara sangat mempengaruhi laju kerusakan daging. Suhu hangat mempercepat pertumbuhan bakteri, sementara kelembaban tinggi mendukung aktivitas mikroba. Oksigen dalam udara juga memicu oksidasi lemak yang menghasilkan bau tengik dan perubahan warna pada daging.
Pemahaman tentang mekanisme kerusakan daging ini menjadi dasar dalam menentukan metode penyimpanan yang efektif. Baik cara menyimpan daging di kulkas maupun tanpa kulkas, prinsip dasarnya adalah menghambat pertumbuhan mikroba dan aktivitas enzim melalui kontrol suhu, kelembaban, atau pengurangan kadar air.
Kulkas menjadi pilihan utama untuk menyimpan daging karena suhu dingin efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Namun, ada teknik khusus yang perlu diterapkan agar daging tetap segar dan berkualitas.
Cara menyimpan daging di kulkas ini terbukti efektif mempertahankan kesegaran dan keamanan daging. Pastikan kulkas berfungsi dengan baik dan tidak terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin optimal.
Bagi yang tidak memiliki akses kulkas, metode pemanasan menjadi alternatif efektif untuk mengawetkan daging. Teknik ini telah digunakan sejak zaman dahulu dan terbukti mampu memperpanjang masa simpan daging.
Pemanasan dengan temperatur sedang antara 58-75°C dapat mematikan mikroorganisme pembusuk dan beracun yang ada dalam daging. Proses ini juga membantu menonaktifkan enzim endogen sehingga daging tidak cepat rusak. Metode ini cocok untuk pengawetan jangka pendek hingga menengah, biasanya daging dapat bertahan beberapa hari pada suhu ruang setelah dipanaskan.
Sementara itu, pemanasan dengan temperatur tinggi di atas 100°C atau yang dikenal sebagai proses sterilisasi memberikan hasil pengawetan yang lebih maksimal. Daging yang dipanaskan dengan temperatur ini cenderung stabil jika disimpan di suhu ruangan selama kurun waktu satu tahun atau lebih. Proses sterilisasi biasanya dilakukan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi ulang setelah pemanasan.
Teknik menggoreng sebentar juga termasuk dalam metode pemanasan yang praktis. Dalam buku Cooking Story: 30 Days Challenge karya CH 11 Lemongrass, disebutkan bahwa mengolah daging agar tidak cepat basi adalah dengan menggorengnya setengah matang setelah dibalur garam dan merica. Daging yang telah digoreng setengah matang ini dapat disimpan dan diolah kembali sewaktu-waktu.
Cara menyimpan daging tanpa kulkas melalui pemanasan memerlukan perhatian khusus pada tingkat kematangan. Pemanasan yang tidak sempurna dapat menyisakan bakteri yang justru berkembang lebih cepat, sedangkan pemanasan berlebihan dapat membuat daging menjadi keras dan kehilangan nutrisi penting.
Pengeringan merupakan salah satu cara menyimpan daging tanpa kulkas yang paling populer dan efektif. Metode ini bekerja dengan mengurangi kadar air dalam daging sehingga mikroba tidak dapat berkembang.
Cara menyimpan daging di kulkas dan tanpa kulkas melalui pengeringan memiliki keunggulan dalam hal daya tahan. Daging kering dapat bertahan hingga satu tahun jika disimpan dengan benar, menjadikannya pilihan ideal untuk persediaan jangka panjang.
Pengasinan dan pengasapan adalah teknik pengawetan tradisional yang masih relevan hingga kini. Kedua metode ini tidak hanya mengawetkan tetapi juga memberikan cita rasa khas pada daging.
Teknik pengasinan bekerja dengan cara menarik kelembaban dari dalam daging melalui proses osmosis. Garam yang ditaburkan atau dilarutkan menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi bakteri dan jamur. Ada beberapa cara pengasinan yang dapat dipraktikkan. Pertama, pengasinan kering dilakukan dengan menaburi garam secara merata pada seluruh permukaan daging, kemudian daging disimpan dalam wadah kedap udara atau digantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Kedua, metode brining atau perendaman dalam larutan garam yang terdiri dari campuran air, garam, dan gula. Metode ini tidak hanya mengawetkan tetapi juga menghasilkan tekstur daging yang lebih lembut dengan rasa yang kuat.
Pengasapan merupakan cara menyimpan daging tanpa kulkas yang memberikan aroma dan rasa yang unik. Asap dari pembakaran kayu keras mengandung senyawa antimikroba yang membantu mengawetkan daging. Proses pengasapan juga mengurangi kadar air dalam daging, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Daging yang diasap biasanya dapat bertahan beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung intensitas pengasapan dan cara penyimpanannya.
Kombinasi pengasinan dan pengasapan memberikan hasil pengawetan yang optimal. Daging terlebih dahulu diasinkan untuk mengurangi kadar air, kemudian diasap untuk menambah lapisan perlindungan dan cita rasa. Teknik ini menghasilkan produk seperti daging asap atau smoked meat yang populer di berbagai belahan dunia.
Penting untuk memperhatikan takaran garam yang digunakan dalam pengasinan. Terlalu sedikit garam tidak efektif mengawetkan, sementara terlalu banyak dapat membuat daging menjadi terlalu asin dan keras. Pengalaman dan uji coba berulang diperlukan untuk menemukan takaran yang tepat sesuai selera dan kondisi lingkungan penyimpanan.
Selain metode utama penyimpanan, ada beberapa tips praktis yang perlu diperhatikan untuk memastikan daging tetap segar dan aman dikonsumsi.
Cara menyimpan daging di kulkas dan tanpa kulkas yang tepat tidak hanya menjaga kualitas daging tetapi juga mencegah risiko keracunan makanan. Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap metode penyimpanan yang dipilih.
Daging segar dapat bertahan 1-2 hari di bagian chiller kulkas dengan suhu 0-4°C. Jika disimpan di freezer pada suhu -18°C atau lebih rendah, daging dapat bertahan 3-6 bulan tergantung jenis dan cara pengemasannya. Pastikan daging disimpan dalam wadah kedap udara untuk hasil optimal.
Tidak, daging sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena air dapat meningkatkan kelembaban dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Cukup lap daging dengan tisu dapur untuk menghilangkan kotoran atau darah berlebih. Cuci daging hanya sesaat sebelum diolah.
Cara paling efektif adalah dengan pengasinan atau pengeringan. Taburi daging dengan garam secara merata, simpan dalam wadah kedap udara atau gantung di tempat dengan sirkulasi udara baik. Metode lain adalah dengan menggoreng daging setengah matang atau mengasapnya untuk mengurangi kadar air dan menghambat pertumbuhan mikroba.
Sebaiknya hindari membekukan ulang daging yang sudah dicairkan karena dapat merusak tekstur dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Jika terpaksa, pastikan daging telah dimasak terlebih dahulu sebelum dibekukan kembali. Untuk menghindari hal ini, potong daging menjadi porsi kecil sebelum dibekukan.
Daging kering atau dendeng yang disimpan dengan benar dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering dapat bertahan 6-12 bulan. Kunci keawetannya adalah memastikan daging benar-benar kering dan terhindar dari kelembaban. Periksa secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda-tanda jamur atau kerusakan.
Daging yang sudah rusak menunjukkan beberapa tanda seperti bau tidak sedap atau menyengat, warna berubah menjadi kehijauan atau kecoklatan gelap, tekstur menjadi berlendir atau lengket, dan permukaan tampak kering atau berjamur. Jika menemukan salah satu tanda ini, sebaiknya buang daging tersebut untuk menghindari risiko kesehatan.
Daging yang sudah dimasak sebaiknya tidak disimpan lebih dari 2 jam di suhu ruang karena bakteri dapat berkembang dengan cepat. Jika ingin menyimpan lebih lama, masukkan ke kulkas dalam waktu maksimal 2 jam setelah dimasak. Daging masak dapat bertahan 3-4 hari di kulkas atau 2-3 bulan di freezer jika disimpan dalam wadah kedap udara.