Kapanlagi.com - Peringatan Maulid Nabi menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Rangkaian acaranya lazim dibuka dan ditutup dengan doa agar bernilai ibadah dan penuh keberkahan.
Doa penutup acara Maulid Nabi adalah bacaan yang dipanjatkan di akhir kegiatan sebagai wujud syukur sekaligus permohonan ampun. Bacaannya pada dasarnya mengikuti doa penutup majelis atau doa kafaratul majelis yang diajarkan Rasulullah SAW.
Memahami doa penutup acara Maulid Nabi yang benar membantu panitia maupun jamaah mengakhiri kegiatan dengan khidmat. Berikut rangkuman bacaan, makna, keutamaan, hingga adabnya secara lengkap.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaAdvertisement
Sebagaimana dilaporkan jabar.kemenag.go.id, salah satu peringatan Maulid Nabi di madrasah ditutup dengan doa penutup yang dipanjatkan penuh harap agar nilai religius dan semangat kebersamaan kian menguat.
Baca juga: sejarah Maulid Nabi beserta amalan yang baik dilakukan.
Secara sederhana, doa penutup acara Maulid Nabi merupakan rangkaian doa yang dibaca ketika sebuah acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW akan diakhiri. Doa ini menjadi penanda bahwa seluruh kegiatan, mulai dari pembacaan Al-Quran, sholawat, hingga tausiyah, ditutup dengan mengingat dan memohon kepada Allah SWT.
Dalam praktiknya, bacaan doa penutup acara Maulid Nabi identik dengan doa penutup majelis yang dikenal sebagai doa kafaratul majelis. Kata kafarat berarti penebus atau penghapus, sedangkan majelis berarti tempat berkumpul, sehingga doa ini dimaknai sebagai permohonan agar Allah menghapus kekhilafan yang terjadi selama pertemuan.
Tujuan membacanya bukan sekadar formalitas penutup. Doa penutup majelis menjadi bentuk syukur atas kelancaran acara, permohonan ampun atas ucapan yang kurang bermanfaat, sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaMenurut keterangan para ulama, membuka dan menutup majelis dengan doa termasuk adab yang dituntunkan Rasulullah SAW, terlebih pada majelis yang berisi zikir dan sholawat seperti Maulid. Karena itu, sebelum membaca doa pembukaan acara, panitia sebaiknya turut menyiapkan doa penutupnya.
Ada beberapa pilihan bacaan yang bisa dipanjatkan sesuai kebutuhan acara, dari yang paling singkat hingga yang dirangkai dengan permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Umumnya diawali dengan tahmid dan bacaan sholawat Nabi, lalu ditutup istighfar. Berikut kumpulannya dalam tulisan latin beserta artinya.
Dilansir dari NU Online, dalam rangkaian doa Maulid Diba'i terdapat permohonan agar rahmat dan salam Allah senantiasa dilimpahkan kepada Nabi beserta keluarga dan para sahabatnya. Rangkaian doa penutup acara Maulid Nabi di atas bersifat fleksibel dan dapat dipilih sesuai durasi serta suasana kegiatan.
Baca juga: kata mutiara tentang doa yang menguatkan hati.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaMembaca doa penutup majelis pada acara Maulid bukan hanya penanda selesainya kegiatan, melainkan amalan ringan yang berpahala besar. Berdasarkan berbagai riwayat hadis, terdapat sejumlah keutamaan yang bisa diraih dengan mengamalkannya.
Dengan begitu, doa penutup acara Maulid Nabi sebaiknya tidak dilewatkan meski acara sudah larut. Selepas kegiatan, panitia juga kerap menyampaikan ucapan terima kasih selesai ibadah kepada seluruh hadirin.
Baca juga: doa akhir tahun Hijriah lengkap dengan tata caranya.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaMaulid Nabi merujuk pada peringatan kelahiran Rasulullah SAW yang secara umum diyakini jatuh pada 12 Rabiul Awal. Momen ini menjadi ruang untuk merenungkan perjalanan hidup, akhlak, dan ajaran Nabi. Merujuk Encyclopaedia Britannica, Maulid mulai diperkenalkan Dinasti Fatimiyah pada abad ke-11 lewat prosesi istana sederhana, kemudian berkembang pesat setelah kalangan Sunni menyelenggarakannya pada 1207, dan tradisinya menyebar cepat seiring pengaruh tasawuf.
Seiring waktu, perayaan Maulid tumbuh dengan warna budaya yang beragam di berbagai negara, dari prosesi dan pembacaan syair pujian di Kairouan, Tunisia, pawai di Malaysia, hingga tradisi Sekaten dan Grebeg di Indonesia. Dr. Attia Youseif, dikutip dari Muslim Voices Indiana University, menuliskan, "Maulid Nabi adalah hari yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia." Semangat itu di tanah air ikut diwujudkan lewat pembacaan sholawat, berbagi kata mutiara Maulid Nabi, hingga merangkai kata-kata mutiara untuk Rasulullah.
Meski cara memperingatinya beragam, sebagian ulama memandang perayaan ini sebagai ekspresi cinta kepada Nabi. Ali Gomaa, mantan Mufti Besar Mesir, dikutip dari Egypt Today, menyatakan, "memperingati kelahiran Nabi memiliki landasan hukum dan lazim dijalankan, karena termasuk hal yang menambah kecintaan kepada Nabi di hati umat." Ungkapan cinta itu juga kerap dituangkan lewat lantunan pujian, seperti makna lagu Ya Thoybah yang sarat kerinduan pada Rasulullah.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaDari pemahaman inilah lahir alasan mengapa acara Maulid ditutup dengan doa. Doa penutup menyempurnakan majelis, mengubah kegembiraan menjadi ibadah, dan menegaskan bahwa segala kelancaran acara adalah anugerah Allah SWT. Menariknya, nama Bulan Mulud dalam kalender Jawa pun diambil dari perayaan Maulid Nabi yang jatuh di Rabiul Awal.
Agar doa penutup terasa khusyuk dan menyentuh, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan pemimpin doa maupun jamaah. Panduan berikut juga berguna bagi yang menyiapkan teks MC Maulid di masjid maupun teks pembawa acara pengajian.
Sebagai pelengkap, panitia bisa menyiapkan caption Maulid Nabi, membagikan ucapan Maulid Nabi, hingga menyusun kata mutiara kalimat untuk Maulid Nabi sebagai penutup yang berkesan. Prinsip penutupan yang rapi ini serupa dengan menyiapkan kata-kata penutup presentasi yang tertata.
Pada akhirnya, doa penutup acara Maulid Nabi menjadi cara terbaik mengunci seluruh rangkaian kegiatan dengan syukur dan harapan. Membiasakan diri menutup majelis dengan doa akan menumbuhkan kecintaan pada Rasulullah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT, sama halnya ketika memperbanyak pengertian sholawat haji maupun mengamalkan sholawat bulan Dzulhijjah.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaDoa paling singkat dan populer adalah doa kafaratul majelis, yaitu Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik. Bacaan ini mudah dihafal dan cocok dibaca di akhir acara untuk memohon ampunan atas kekhilafan selama majelis berlangsung.
Pada dasarnya sama. Doa penutup acara Maulid Nabi mengikuti doa penutup majelis atau kafaratul majelis, sehingga bisa pula dipakai untuk pengajian, seminar keislaman, rapat, maupun kegiatan lain, bukan khusus Maulid saja.
Doa dibaca di bagian akhir rangkaian acara, biasanya setelah tausiyah dan sholawat, sebelum peserta meninggalkan tempat. Umumnya doa dipimpin satu orang dan diaminkan bersama, lalu ditutup dengan salam serta ucapan terima kasih.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya, Ketahui Keutamaannya yang Luar BiasaDaftar Referensi
(kpl/ums)