Kapanlagi.com - Kekeringan bukan lagi ancaman abstrak yang hanya terjadi di negara lain. Lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia saat ini tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, dan sekitar separuh populasi dunia mengalami kelangkaan air parah setidaknya selama sebagian tahun. Kondisi ini semakin diperparah oleh perubahan iklim yang membuat kemarau panjang semakin sulit diprediksi.
Vandana Shiva, dalam bukunya Water Wars, menyatakan, "Krisis air adalah dimensi paling meresap, paling parah, dan paling tidak terlihat dari kehancuran ekologis bumi."
Perubahan iklim memperburuk kelangkaan air dan bencana terkait air seperti banjir dan kekeringan, seiring dengan kenaikan suhu yang mengganggu pola curah hujan dan seluruh siklus air. Di tengah situasi ini, menguasai keterampilan dasar pemurnian air menjadi kemampuan bertahan hidup yang sangat berharga. Salah satu metode tertua dan paling efektif yang bisa dipraktikkan siapa pun di rumah adalah distilasi air.
Advertisement
Distilasi mereplikasi cara alam membuat hujan. Energi matahari memanaskan air hingga titik penguapan. Saat air menguap, uapnya naik, mengembun kembali menjadi air saat mendingin. Proses ini meninggalkan kotoran seperti garam dan logam berat, serta menghilangkan mikroorganisme.
Distilasi bekerja dengan memanfaatkan perbedaan titik didih zat-zat dalam air. Sementara air berubah menjadi uap pada suhu 100°C (212°F), logam berat, garam, dan sebagian besar mineral tetap dalam bentuk padat. Air yang hanya direbus saja justru mengonsentrasikan kontaminan; hanya uap yang ditangkap yang benar-benar murni. Inilah perbedaan krusial yang perlu dipahami: air rebusan tidak sama dengan air distilasi.
Baca juga: Cara menggunakan tawas untuk sumur agar air jernih dan aman dipakai
Perlu diingat bahwa metode DIY ini menghasilkan air secara lambat. Hasilnya sekitar satu cangkir air distilasi per jam. Perhitungkan kehilangan air sekitar 15-20%, karena tidak semua uap akan tertangkap.
Baca juga: Tampung air hujan: rahasia air bersih tanpa ketergantungan PDAM
(kpl/fed)