Kapanlagi.com - Dalam mempelajari bahasa Inggris, pemahaman tentang kata sifat yang tidak beraturan menjadi sangat penting untuk menguasai tata bahasa dengan baik. Kata sifat jenis ini memiliki pola perubahan yang unik dan tidak mengikuti aturan standar seperti kata sifat beraturan pada umumnya.
Berbeda dengan kata sifat beraturan yang hanya menambahkan akhiran -er dan -est, kata sifat yang tidak beraturan mengalami perubahan bentuk secara keseluruhan. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih menantang namun sangat penting untuk dikuasai dalam komunikasi sehari-hari.
Menurut Writers' Handbook, kata sifat tidak beraturan merupakan adjektiva yang tidak mengikuti dua metode umum dalam pembentukan comparative dan superlative, sehingga harus dipelajari secara khusus. Penguasaan kata sifat ini akan meningkatkan akurasi tata bahasa dan variasi leksikal dalam penggunaan bahasa Inggris.
Kata sifat yang tidak beraturan atau irregular adjectives adalah kata sifat yang tidak mengikuti pola standar dalam pembentukan tingkat perbandingan. Kata sifat beraturan umumnya membentuk comparative dengan menambahkan -er dan superlative dengan menambahkan -est, namun kata sifat tidak beraturan mengalami perubahan bentuk yang sama sekali berbeda.
Karakteristik utama dari kata sifat tidak beraturan meliputi perubahan bentuk yang tidak dapat diprediksi, jumlah yang relatif terbatas sehingga dapat dihafalkan, dan penggunaan yang sangat umum dalam percakapan sehari-hari. Kata sifat ini juga sering muncul dalam tes standar bahasa Inggris seperti IELTS, TOEIC, dan Cambridge tests.
Sebagai contoh, kata "good" tidak berubah menjadi "gooder" atau "goodest", melainkan menjadi "better" dan "best". Demikian pula kata "bad" berubah menjadi "worse" dan "worst", bukan "badder" atau "baddest". Pola perubahan ini harus dipelajari dan dihafalkan karena tidak mengikuti aturan yang dapat diprediksi.
Melansir dari Grammar Island, penguasaan kata sifat tidak beraturan sangat penting karena kesalahan penggunaan seperti "more better" atau "most worst" dianggap sebagai kesalahan tata bahasa yang mendasar dalam bahasa Inggris.
Mengutip dari Sumber Kecerdasan Manusia karya P. Ratu Ile Tokan, M.Pd, pemahaman tentang sifat-sifat yang beragam, baik yang beraturan maupun tidak beraturan, merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran yang hakiki untuk mengembangkan kecerdasan manusia.
Perbedaan mendasar antara kata sifat beraturan dan tidak beraturan terletak pada pola pembentukan tingkat perbandingannya. Kata sifat beraturan mengikuti aturan yang dapat diprediksi, yaitu menambahkan -er untuk comparative dan -est untuk superlative pada kata sifat bersuku kata satu atau dua, atau menggunakan "more" dan "most" untuk kata sifat yang lebih panjang.
Sebaliknya, kata sifat yang tidak beraturan mengalami perubahan bentuk yang sama sekali berbeda dan tidak dapat diprediksi. Misalnya, kata sifat beraturan seperti "tall" menjadi "taller" dan "tallest", sedangkan kata sifat tidak beraturan seperti "good" berubah total menjadi "better" dan "best".
Dari segi jumlah, kata sifat beraturan jauh lebih banyak daripada yang tidak beraturan. Namun, kata sifat tidak beraturan umumnya merupakan kata-kata yang sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga penguasaannya menjadi sangat penting untuk komunikasi yang efektif.
Dalam konteks pembelajaran, kata sifat beraturan dapat dipelajari melalui pemahaman pola, sedangkan kata sifat tidak beraturan harus dihafalkan satu per satu. Hal ini membuat pembelajaran kata sifat tidak beraturan memerlukan pendekatan yang berbeda dan latihan yang lebih intensif.
Kesalahan yang paling sering terjadi dalam penggunaan kata sifat yang tidak beraturan adalah penerapan aturan kata sifat beraturan pada kata sifat tidak beraturan. Misalnya, menggunakan "more better" atau "most best" yang merupakan bentuk ganda yang salah. Bentuk yang benar adalah "better" dan "best" tanpa tambahan "more" atau "most".
Kesalahan lain yang umum terjadi adalah menciptakan bentuk comparative dan superlative yang tidak ada, seperti "gooder", "badder", atau "baddest". Bentuk-bentuk ini tidak ada dalam bahasa Inggris karena kata "good" dan "bad" memiliki bentuk irregular yang sudah ditetapkan.
Penggunaan artikel "the" juga sering diabaikan dalam bentuk superlative. Bentuk superlative kata sifat tidak beraturan harus selalu didahului oleh "the", seperti "the best", "the worst", "the most". Menghilangkan artikel ini merupakan kesalahan tata bahasa yang cukup mendasar.
Melansir dari 1001 Tanya Jawab Dalam Islam karya Ust. Muksin Matheer dan Ilham Dewangga, dalam mempelajari sifat-sifat yang beragam, termasuk dalam bahasa, penting untuk memahami bahwa ada pola yang beraturan dan tidak beraturan yang harus dipelajari dengan pendekatan yang tepat.
Mengutip dari AKHLAK karya BISRI, M.FIL.I, dalam mempelajari sesuatu yang baik dan benar, termasuk tata bahasa, diperlukan kesabaran, ketekunan, dan metode yang tepat untuk mencapai hasil yang optimal.
Kata sifat yang tidak beraturan adalah kata sifat yang tidak mengikuti pola standar dalam pembentukan comparative dan superlative. Alih-alih menambahkan -er/-est atau more/most, kata sifat ini mengalami perubahan bentuk yang sama sekali berbeda dan harus dihafalkan.
Jumlah kata sifat yang tidak beraturan relatif sedikit, sekitar 10-15 kata sifat utama yang paling umum digunakan. Meskipun jumlahnya terbatas, kata-kata ini sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari sehingga penguasaannya sangat penting.
Kata "good" merupakan kata sifat tidak beraturan yang telah memiliki bentuk khusus yaitu "better" dan "best". Bentuk "gooder" atau "goodest" tidak ada dalam bahasa Inggris dan dianggap sebagai kesalahan tata bahasa.
"Farther" umumnya digunakan untuk jarak fisik yang dapat diukur, sedangkan "further" digunakan untuk konsep abstrak atau figuratif. Namun dalam penggunaan modern, keduanya sering digunakan secara bergantian.
Tidak, penggunaan "more better" atau "most best" adalah kesalahan tata bahasa karena merupakan bentuk ganda (double comparison). Bentuk yang benar adalah "better" dan "best" tanpa tambahan "more" atau "most".
"Elder" dan "eldest" khusus digunakan untuk hubungan keluarga dan hanya dapat digunakan sebagai adjective sebelum noun (elder brother). "Older" dan "oldest" dapat digunakan untuk semua konteks dan dapat berdiri sendiri dalam kalimat.
Ya, beberapa cara efektif meliputi pengelompokan berdasarkan pola, penggunaan dalam konteks kalimat, latihan berulang, kartu memori, dan praktik dalam situasi komunikasi nyata. Konsistensi dalam latihan adalah kunci utama penguasaan.