Prilly Latuconsina Minta Maaf Soal Open to Work di LinkedIn

Prilly Latuconsina akhirnya angkat bicara menanggapi polemik yang sempat ramai di media sosial. Aktris sekaligus pengusaha muda ini menuai kritik setelah diketahui menggunakan fitur Open to Work di LinkedIn sebagai bagian dari kampanye sebuah brand, yang kemudian dinilai sebagian publik tidak peka terhadap kondisi para pencari kerja sungguhan.

Lewat sebuah video klarifikasi, Prilly menyampaikan pemahaman dan empatinya terhadap berbagai reaksi yang muncul. Ia mengakui bahwa situasi tersebut memunculkan emosi beragam, mulai dari marah, kecewa, hingga rasa tidak nyaman.

"Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau nggak nyaman," ujar Prilly membuka klarifikasinya.

Baca berita lainnya di Liputan6.com!

 
Foto 1 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Prilly menegaskan bahwa klarifikasi ini disampaikannya dengan itikad baik sebagai bentuk tanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang publik. Ia pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang merasa terganggu atau tersakiti. "Pertama-tama, aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan," ucapnya.

Foto 2 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Prilly juga menekankan bahwa sejak awal tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif atau tidak berempati, terlebih di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi banyak orang. "Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," lanjut Prilly.

Foto 3 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Terkait penggunaan fitur Open to Work di LinkedIn, Prilly menjelaskan bahwa niat awalnya adalah untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jaringan profesional, terutama di bidang-bidang yang belum pernah ia jajaki sebelumnya. "Terkait penggunaan fitur Open to Work, aku ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jaringan profesional," jelasnya.

Foto 4 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Prilly menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan pengembangan diri. "Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," tambahnya.

Foto 5 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96
Foto 6 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Selain itu, Prilly juga menanggapi isu hilangnya akun LinkedIn miliknya yang sempat menimbulkan spekulasi. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi di luar kendalinya akibat lonjakan aktivitas yang sangat tinggi. "Soal akun LinkedIn yang sempat hilang, aku ingin menyampaikan bahwa hal tersebut di luar kendaliku karena saat itu akun LinkedInku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan sampai saat ini masih dalam proses pemulihan," ungkap Prilly.

Foto 7 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Di akhir klarifikasinya, Prilly menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kerja sama dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang. Ia menekankan bahwa komitmen tersebut akan tetap menjadi prioritas utamanya ke depan. "Ke depannya aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang," tuturnya.

Foto 8 dari 8
instagram.com/prillylatuconsina96

Menutup pernyataannya, Prilly kembali menyampaikan permintaan maaf dan mengucapkan terima kasih atas kritik serta masukan yang diberikan publik. "Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman. Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya."

Read More

Load More