Kapanlagi.com - Fenomena transplantasi rambut kini tak lagi menjadi hal tabu, bahkan di kalangan selebriti papan atas Korea Selatan. Dua idol K-Pop, Jiwon dari fromis_9 dan Lee Chae Yeon, baru-baru ini secara mengejutkan mengungkap bahwa mereka telah menjalani prosedur ini akibat masalah kerontokan rambut.
Pengakuan terbuka dari kedua idol ini langsung menarik perhatian publik dan menuai banyak pujian. Kejujuran mereka dianggap berani di tengah tekanan untuk selalu tampil sempurna di industri hiburan.
Lebih dari sekadar pengakuan personal, hal ini membuka diskusi luas mengenai standar kecantikan yang ekstrem di dunia K-Pop. Simak kisah mereka dan berbagai fakta menarik tentang transplantasi rambut di kalangan selebriti Korea. KapanLagi.com telah merangkum dari berbagai sumber, pada Senin (16/06/2025).
Di industri K-Pop yang mengedepankan visual sempurna, rambut rontok bisa jadi isu besar. Bahkan penampilan sekilas yang "tidak ideal" bisa memicu spekulasi dan komentar pedas dari publik.
Lee Chae Yeon mengungkapkan bahwa banyak serat rambutnya yang luntur hingga ada bagian kulit kepala yang kosong. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penampilan bagi para idol.
Tekanan untuk selalu tampil sempurna membuat banyak idol merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah drastis, termasuk transplantasi rambut.
Dalam wawancara terbuka, Jiwon mengaku melakukan transplantasi rambut di bagian depan rambutnya. Penyebabnya bukan genetik, melainkan ponytail ketat yang sering ia kenakan saat tampil.
Ini membuktikan bahwa gaya rambut pun bisa memicu kerontokan. Jiwon merasa bahwa langkah ini adalah solusi terbaik untuk mengatasi masalah rambutnya. Ia juga menambahkan bahwa hasilnya lebih nyaman dibandingkan menggunakan wig.
Biaya prosedur ini bukan main-main. Jiwon mengungkap biaya yang dikeluarkan sekitar 2 hingga 3 juta KRW. Meski mahal, banyak idol merasa bahwa kenyamanan dan kepercayaan diri yang mereka dapatkan sepadan dengan harganya. Investasi dalam penampilan menjadi hal yang umum di kalangan selebriti.
Pengalaman Lee Chae Yeon di festival Waterbomb jadi titik balik. Foto yang menampilkan rambutnya yang kosong dari membuatnya memutuskan untuk melakukan transplantasi rambut.
Ketika rumor kerontokan rambut merebak, ia memutuskan untuk langsung melakukan transplantasi dengan total 3.571 grafts. Keputusan ini diambil agar ia bisa tampil percaya diri di depan penggemar dan menghilangkan rasa malu yang dirasakannya.
Menurut Narsha yang juga hadir di acara Knowing Bros, transplantasi apapun di atas 3.000 grafts adalah jumlah besar. Ini menunjukkan bahwa Lee Chae Yeon mengalami kerontokan yang cukup serius, dan transplantasi bukan sekadar estetika, tapi langkah nyata mengatasi masalah rambut.
Jumlah grafts yang tinggi menunjukkan komitmen Lee Chae Yeon untuk memperbaiki penampilannya. Prosedur ini menjadi solusi bagi banyak idol yang mengalami masalah serupa.
Dengan kamera super HD dan publik yang kritis, idol tak hanya dituntut tampil menarik, tapi juga sempurna di setiap sudut. Maka, isu seperti rambut tipis atau botak bisa menjadi beban besar.
Lee Chae Yeon sendiri mengaku merasa malu saat serat rambutnya luntur di depan ribuan penonton. Hal ini menunjukkan betapa besar tekanan yang dihadapi oleh idol K-Pop. Tekanan ini sering kali mempengaruhi kesehatan mental para idol, yang harus berjuang untuk memenuhi ekspektasi publik.
Jiwon menyinggung perbedaan antara memakai wig dan melakukan transplantasi. Banyak idol lebih memilih transplantasi demi kenyamanan jangka panjang dan penampilan yang lebih natural.
Wig sering kali dianggap solusi sementara, sedangkan transplantasi memberikan hasil permanen. Ini menjadi pertimbangan penting bagi banyak idol yang ingin tampil maksimal.
Lee Chae Yeon juga mengungkap klinik tempatnya melakukan transplantasi rambut. Klinik milik Han Sang Bo dikenal sebagai tempat elit para selebriti melakukan prosedur estetika rambut.
Reputasi klinik ini membuat banyak idol merasa aman untuk melakukan prosedur di sana. Hal ini juga menunjukkan bahwa banyak selebriti yang memilih untuk melakukan transplantasi rambut di tempat yang terpercaya.
Banyak fans memuji keterbukaan dua idol ini. Keterusterangan seperti ini langka di industri K-Pop, dan justru memberi inspirasi kepada mereka yang mengalami masalah serupa.
Beberapa fans menyebut langkah ini sebagai bentuk self-love yang patut dicontoh. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan mereka dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Respon positif dari penggemar menunjukkan bahwa keterbukaan mengenai masalah kesehatan dan penampilan bisa menjadi langkah yang baik dalam mengurangi stigma.