Choky Sitohang Curhat Pengalaman Buruk Saat Nge-MC, Ini Kronologinya
Choky Sitohang curhat pengalaman buruk MC sebuah acara (credit: Instagram.com/sitohangchoky/)
Kapanlagi.com - Presenter kondang Choky Sitohang baru-baru ini membagikan pengalaman tak mengenakkan saat bertugas sebagai MC. Ia mengaku sempat dibentak oleh seorang oknum pejabat sebelum acara dimulai.
Insiden ini terjadi saat Choky Sitohang bersama panitia serta rekan MC sedang melakukan briefing akhir untuk mematangkan persiapan materi hari itu. Momen tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan profesionalisme Choky di tengah tekanan.
Dalam cerita yang dibagikan melalui akun Instagram, Choky Sitohang mengaku tetap tenang dan fokus pada keberhasilan acara meskipun mendapat perlakuan tidak etis. Selengkapnya cek di sini KLovers.
"Pengalaman buruk yang akan saya bagikan ini diajukan terutama kepada penampil panggung, terutama para MC yang berjibaku di belakang panggung sampai 'babak belur' saat tampil. Tanggapi secara tenang dan ambil hikmahnya ya." tulisnya dalam unggahan Instagram.
Advertisement
Baca artikel lainnya dengan topik yang sama di Liputan6.com.
1. Profesional Datang Tepat Waktu, Masalah Justru Datang Lebih Awal
Choky Sitohang selalu dikenal dengan profesionalismenya yang tinggi, termasuk dalam hal ketepatan waktu. Ia memastikan hadir di lokasi jauh sebelum acara dimulai untuk persiapan maksimal. Termasuk dalam acara yang ia ceritakan dalam unggahan terbaru di Insagram. Pada hari kejadian, Choky sudah berada di lokasi jauh sebelum jadwal on stage.
"Paginya saya tiba before time sebagai konsistensi disiplin jarak. Waktu saat itu nunjuk masih tersisa sekitar 11 menit menuju on stage," ceritanya. Namun, justru di waktu persiapan itulah insiden tak terduga terjadi.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Teguran Arogan Oknum Pejabat di Ruang Transisi
Suasana persiapan yang tadinya tenang mendadak berubah drastis saat seorang pejabat tinggi mendatangi ruang transit. Pejabat tersebut masuk bersama rombongan lengkap perangkatnya.
"Tiba-tiba sang tuan rumah masuk ke area ruang transit saya bersama rombongan lengkap perangkatnya," tutur Choky Sitohang.
Tanpa basa-basi, teguran arogan pun dilontarkan kepada Choky Sitohang dan tim. Ucapan yang terlontar dari pejabat tersebut sangat mengejutkan dan membuat Choky terpukul secara mental.
"Maaf ya, ayo ini sudah terlampau 10 menit (kalau belum siap, tinggalin aja). Seketika saya diam, stunned, dan shock," kenang Choky. Ia bahkan mengaku gagal memahami konteks sikap tersebut,
"Beneran saya gagal paham. MC itu ngomong ke rombongan? atau secara 'window shop' masih mau foto-foto? padahal acara dengan peleton pasukan paskibraka susunan acara yang eksekusinya detik-detik. Bersyukur dipimpin ke spot? Motonya ngarah ke kami berdua seolah MC. Tertawa kecil menghadapkan saya orang yang duduk (tanpa siap) dan narasumber sudah foto duduk. " jelasnya.
3. Dilema Batin: Membalas Emosi atau Menjaga Marwah Profesi
Di tengah tekanan dan rasa terkejut, Choky Sitohang bergulat dengan pikirannya sendiri. Ada dilema besar antara membalas emosi atau tetap menjaga marwah profesinya sebagai MC.
"Internally saya diskusi posisi berdiri sambil perbaiki materi dalam kepala," ujarnya. Ia menyadari betul bahwa reaksi emosional justru bisa merusak jalannya acara yang sudah dipersiapkan.
"Mayan kompleks nih hati, antara pengen konfrontir langsung si pejabat atau minta penjelasan dari panitia di tempat, sebelum kami naik panggung," jelasnya.
Namun, Choky memilih untuk tetap menjalankan perannya dengan tenang dan fokus.
"Tetap bersikap tenang dipanggung, fokus pada tujuan besar, berkata-kata yang membangun," imbuhnya.
4. Iman, Kendali Diri, dan Prinsip Tidak Membalas Arogansi
Keputusan Choky untuk tetap tenang dan profesional bukan hanya soal jam terbangnya sebagai MC. Lebih dari itu, hal ini didasari oleh iman dan nilai-nilai hidup yang dipegangnya teguh.
"Syukur kepada Tuhan, sambil berdoa dalam hati dan mengingat-ingat kebaikan Tuhan selama membangun karir sebagai MC," ungkap Choky Sitohang.
Bahkan, Choky tetap memberikan penghormatan formal kepada pejabat yang bersikap tidak pantas tersebut.
"Dengan kepala tegak sy tetap menyapa pejabat itu dgn awalan ‘yang kami hormati’," katanya. Prinsipnya jelas, profesionalisme adalah bentuk perlawanan paling elegan,
5. Klarifikasi Tegas dan Beretika kepada Ketua Panitia
Karena tidak ada itikad baik atau permintaan maaf dari oknum pejabat tersebut, Choky Sitohang memilih jalur klarifikasi yang beradab. Ia mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada ketua panitia acara. Dalam pesannya, ia menegaskan posisinya sebagai tenaga profesional yang jasanya disewa oleh instansi negara, bukan bawahan pribadi.
"Saya memang bawahan dia, tetapi saya bukan. Saya adalah tenaga profesional yg jasanya disewa oleh instansi negara," tegas Choky. Ia juga mempertanyakan dasar perlakuan tidak etis tersebut,
"Apa yang membuat dia berhak berbicara dengan nada menekan dan membentak begitu kepada kami, terutama kepada saya? Apakah ybs tidak memahami situasi belakang panggung?" ungkapnya
Choky juga mempertanyakan apakah pejabat tersebut menerima informasi yang keliru terkait jadwal acara. Ia menjelaskan bahwa ia memilih bersikap profesional di depan umum.
"Jika kesadaran saya menurun atas kejadian tadi, saya bisa dengan mudah bereaksi sewajarnya sesuai kapasitas saya karena bersikap dengan sikap tidak etiknya," kata Choky.
Ia menekankan pentingnya tidak membiarkan profesionalisme diinjak-injak, terutama oleh pejabat negara yang merasa berkuasa.
"Cukup keras kan saya? Harus! Karena sy nggak akan biarin siapapun nginjak-nginjak profesionalisme dan harga tanpa alasan pembenar, apalagi dia seorang pejabat negara yg (nganggap dirinya berkuasa)," tutupnya.
6. Tanggung Jawab Panitia dan Pelajaran tentang Kuasa serta Etika
Respons dari Ketua Panitia acara menjadi kontras yang menyejukkan bagi Choky Sitohang. Ketua panitia menunjukkan sikap bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Sebagai Ketua Panitia saya bertanggung jawab atas kekeliruan dan kekurangan dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan," balas Ketua Panitia.
Bagi Choky, sikap ini menunjukkan makna kepemimpinan sejati. Ia juga mencatat bahwa perlakuan dari pejabat apatis seperti itu adalah pengalaman baru baginya.
"Baru sekali ini saya mengalami perlakuan kerdil dari seorang yang apatis seperti itu," ujarnya.
Choky juga menyampaikan bahwa ia menghormati ketua panitia sebagai pribadi yang rendah hati, dan bahwa interaksi dengan perwira tinggi bukanlah hal baru baginya. Ia menutup refleksinya dengan kesadaran pahit namun jujur tentang dunia profesional.
"Ada aja sih klien yg pikirannya setransaksional itu. Parameternya duit," katanya, menyoroti realitas di mana profesionalisme seringkali diukur dari nilai uang semata.
7. FAQ Choky Sitohang Pengalaman Buruk Jadi MC
1. Apa pengalaman buruk yang dialami Choky Sitohang saat nge-MC?
Choky Sitohang pernah dibentak oleh seorang oknum pejabat yang bersikap arogan sebelum acara dimulai, saat ia sedang melakukan briefing persiapan.
2. Bagaimana reaksi Choky Sitohang terhadap perlakuan oknum pejabat tersebut?
Meskipun terkejut dan merasa tertekan, Choky Sitohang tetap menunjukkan profesionalisme dengan bersikap tenang, fokus pada acara, dan kemudian melakukan klarifikasi secara beretika kepada ketua panitia.
3. Selain sebagai MC, apa saja profesi lain Choky Sitohang?
Choky Sitohang juga dikenal sebagai aktor, pembaca berita, dan politikus. Ia juga memiliki lembaga pelatihan public speaking.
4. Mengapa Choky Sitohang membagikan pengalaman buruknya ini?
Choky membagikan kisahnya sebagai pelajaran bagi para penampil panggung, khususnya MC, untuk menghadapi situasi sulit dan tetap menjaga profesionalisme di tengah tekanan.
Ikuti kabar terbaru selebriti hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Yuk baca artikel lainnya
- Interaksi Choky Sitohang Beri Ucapan Ultah ke Sang Adik yang Berkebutuhan Khusus Bikin Warganet Terharu
- 7 Potret Rumah Tangga Choky Sitohang yang Sudah 14 Tahun Menikah, Ternyata Punya Cara Romantis Khusus
- 7 Potret Chelsea Abigail Anak Choky Sitohang saat Dibaptis, Keinginan Sendiri di Usia 12 tahun
- Peringati Hari Disabilitas Internasional, Gritte Agatha Hingga Cokky Sitohang Main Drama Musikal Bareng Ratusan Anak Difabel
- Terkena Dampak Pandemi, Ini Cerita Choky Sitohang yang Kagum dengan Kisah Nabi Ayub - Belajar Arti Bersyukur
Berita Foto
(kpl/nlw)
Advertisement
