Isu Woozi SEVENTEEN Ramai Disorot, Pusat Pelatihan Angkatan Darat Klarifikasi

Kapanlagi.com - Woozi SEVENTEEN tengah menjadi sorotan publik setelah namanya dikaitkan dengan isu penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) selama menjalani wajib militer. Isu ini muncul usai beredar kabar bahwa ia diminta membantu mencarikan penyanyi untuk pernikahan seorang atasan militer.

Kejadian tersebut disebut terjadi tak lama setelah Woozi memulai masa pelatihannya. Respons publik pun meluas karena menyangkut etika, relasi kuasa, dan citra idol K-pop di lingkungan militer.

Baca berita lain tentang Woozi SEVENTEEN di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

13 Artis dari HYBE Diundang Gabung America Recording Academy Class 2025

Advertisement

1. Klarifikasi Resmi dari Pihak Militer

Woozi SEVENTEEN Happy Burstday (c) instagram/saythename_17

Pusat Pelatihan Angkatan Darat Korea akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait isu yang menyeret Woozi. Dalam pernyataan kepada media, mereka menegaskan tidak ada unsur paksaan maupun pelanggaran hukum.

"Tidak ada unsur paksaan, dan hasil investigasi kami mengungkap bahwa Woozi menerima permintaan 'A' secara sukarela dan atas dasar niat baik. Tidak ada pelanggaran hukum maupun peraturan," ungkap pihak Pusat Pelatihan Angkatan Darat Korea.

Hoshi dan Woozi SEVENTEEN Debut dengan Album Single 'BEAM'

2. Tidak Ada Unsur Paksaan

Woozi disebut menerima permintaan tersebut secara sukarela dan atas dasar niat baik. Pihak militer juga memastikan hasil investigasi internal tidak menemukan indikasi penyalahgunaan wewenang.

"Dari sudut pandang seorang prajurit yang sedang menjalani pelatihan, permintaan dari seorang perwira militer bisa saja terasa seperti paksaan. Ia mengatakan bahwa permintaan tersebut disampaikan di akhir masa pelatihan enam minggu. Waktu tersebut dinilai cukup bagi keduanya untuk membangun hubungan pertemanan," imbuh mereka.

Seventeen Ungkap Perjuangan dan Diskusi Emosional Dibalik Dokumenter Album ke-5

3. Pertimbangan Tindakan Disipliner

Pusat Pelatihan Angkatan Darat menyatakan bahwa saat ini mereka tidak memiliki rencana untuk menjatuhkan sanksi kepada 'A' maupun Woozi.

"Kami menilai situasinya belum sampai pada tahap yang memerlukan tindakan disipliner. Langkah awal yang akan kami lakukan adalah mengadakan survei terhadap anggota satuan guna memperbaiki budaya di barak, dan apabila ditemukan kasus perlakuan tidak adil lainnya, kami akan mengambil tindakan," ujar seorang petinggi militer.

Hoshi dan Woozi SEVENTEEN Debut dengan Album Single 'BEAM'

4. Reaksi Publik

Meski klarifikasi telah disampaikan, diskusi di kalangan netizen masih terus bergulir dan memicu beragam opini. Banyak yang menilai permintaan dari atasan tetap bisa terasa menekan bagi prajurit, meski tanpa paksaan eksplisit.

Menanggapi hal ini, pihak militer berencana melakukan survei internal demi memperbaiki budaya barak. Jika ditemukan kasus perlakuan tidak adil lainnya, tindakan lanjutan akan segera diambil.

Seventeen Ungkap Perjuangan dan Diskusi Emosional Dibalik Dokumenter Album ke-5

    (kpl/rsp)

 

Topik Terkait