Kapanlagi.com - Sengketa warisan yang melibatkan aktris Lee Ji Ah kini menjadi sorotan publik. Warisan tanah senilai 35 miliar Won (sekitar Rp 393 miliar) dari kakeknya, Kim Soon Heung, memicu konflik di dalam keluarganya. Kim Soon Heung dikenal sebagai kolaborator pro-Jepang selama masa penjajahan Jepang di Korea Selatan yang berlangsung dari 1910 hingga 1945.
Ayah Lee Ji Ah terlibat dalam perselisihan hukum dengan dua saudara kandungnya terkait kepemilikan tanah tersebut. Tuduhan terhadap ayah Lee Ji Ah mencakup pemalsuan surat kuasa dan pengambilan pinjaman besar dengan jaminan tanah warisan. Lee Ji Ah pun akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui agensinya, BH Entertainment, untuk menjelaskan posisinya dalam kontroversi ini.
Lee Ji Ah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki ingatan tentang kakeknya yang meninggal saat ia berusia dua tahun. Ia baru mengetahui tentang tuduhan kolaborasi pro-Jepang kakeknya pada tahun 2011 melalui berita.
âSaya sangat mengakui kesalahan sejarah yang dilakukan kakek saya dan dengan tulus meminta maaf sebagai keturunannya,â kata Lee Ji Ah. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk menghadapi kebenaran sejarah dengan rendah hati.
Kim Soon Heung menerima penghargaan âOrder of Merit for Service to the Empireâ dari pemerintah Jepang pada April 1944. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi keuangannya untuk dana pertahanan nasional, yang semakin memperkuat posisinya sebagai kolaborator pro-Jepang.
Lee Ji Ah mengungkapkan pandangannya tentang tindakan kakeknya dengan tegas. Ia percaya bahwa jika tanah tersebut diperoleh selama pendudukan Jepang, maka tanah itu harus dikembalikan kepada negara. Ini merupakan sikap yang berani dan menunjukkan komitmennya terhadap keadilan.
Reaksi publik terhadap kontroversi ini sangat beragam. Banyak yang mendukung langkah Lee Ji Ah untuk berbicara dan meluruskan kesalahpahaman yang beredar di media. Namun, ada juga yang skeptis terhadap keterlibatannya dalam sengketa keluarga ini.
Media pun melaporkan berbagai sudut pandang tentang kasus ini. Lee Ji Ah merasa perlu untuk memberikan klarifikasi agar publik memahami posisinya yang sebenarnya dan menjelaskan bahwa ia tidak terlibat dalam konflik tersebut.