AVATAR: FIRE AND ASH melanjutkan kisah keluarga Jake Sully dan Neytiri setelah peristiwa "Avatar: The Way of Water", di mana mereka masih berduka atas kematian putra mereka, Neteyam. Keluarga Sully, yang kini tinggal bersama klan Metkayina, harus menghadapi ancaman baru yang lebih gelap dan berbahaya.
Film ini memperkenalkan klan Na'vi baru yang dikenal sebagai "Ash People" atau Mangkwan, yang tinggal di dekat gunung berapi aktif dan memiliki hubungan yang berbeda dengan alam dibandingkan klan Na'vi lainnya. Klan Mangkwan ini digambarkan sebagai suku yang agresif, pemuja api, dan sering melakukan penyerangan, dipimpin oleh Varang yang diperankan oleh Oona Chaplin.
Narasi film ini akan bergeser, dengan Lo'ak, putra Jake Sully, mengambil peran sebagai narator utama, bukan lagi Jake. Perubahan perspektif ini diharapkan memberikan kedalaman baru pada cerita dan memungkinkan penonton untuk melihat Pandora melalui mata karakter yang lebih muda.
Plotnya akan berpusat pada perjalanan keluarga Sully dan dampak dari kematian Neteyam, dengan tema api yang melambangkan "kebencian, kemarahan, kekerasan" dan abu yang mewakili "akibat, kesedihan, dan kehilangan". Neytiri, khususnya, akan menunjukkan kebencian yang mendalam terhadap manusia setelah kehilangan rumah dan putranya, bahkan mengisyaratkan potensi perubahan karakter yang lebih gelap.
Spider, anak angkat manusia dalam keluarga Sully, juga akan memainkan peran penting. Setelah beberapa kali nyaris kehabisan oksigen, Jake dan Neytiri memutuskan untuk mengirimnya ke pos terdepan manusia demi keselamatannya. Namun, ia kemudian ditangkap oleh klan Mangkwan dan Kolonel Miles Quaritch, yang kini menjadi Recombinant Na'vi, berusaha memanfaatkannya.
Film ini juga akan mengeksplorasi lebih jauh kekuatan Kiri, putri angkat Jake dan Neytiri, serta koneksinya yang mendalam dengan Eywa dan Tree of Souls. Keluarga Sully harus bersatu kembali untuk menghadapi ancaman ganda dari pasukan RDA manusia dan klan Mangkwan yang kejam, yang berkolaborasi dengan manusia.