Review 'GREENLAND 2: MIGRATION': Sekuel Layak Tonton, Tapi 'Digendong' Gerard Butler
Cuplikan trailer GREENLAND 2: MIGRATION - Credit: YouTube/Lionsgate Movies
Kapanlagi.com - GREENLAND 2: MIGRATION merupakan sekuel film GREENLAND (2020). Film ini menceritakan John Garrity (Gerard Butler), yang masih berjuang menghadapi krisis hidupnya, kembali bersama Allison (Morena Baccarin) dan putra mereka (diperankan Roman Griffin Davis) untuk menghadapi bencana baru yang lebih dahsyat.
Dikisahkan di film pertama, hujan komet antar-bintang menghantam bumi, membawa gelombang kehancuran yang tak terbayangkan, dari badai radiasi hingga tsunami raksasa yang melanda. Untuk melindungi diri, para survivor yang tersisa tinggal di dalam bunker di Greenland, termasuk keluarga Garrity.
Setelah bertahun-tahun bersembunyi di bunker Greenland, keluarga Garrity memutuskan meninggalkan tempat aman itu dan menantang dunia yang kini hancur dan beracun, demi menemukan tempat baru untuk bertahan hidup.
Advertisement
KLovers, berikut adalah review film GREENLAND 2: MIGRATION dari redaksi KapanLagi.com. Peringatan, review ini sedikit mengandung spoiler bagi kamu yang belum nonton.
1. Penonton Hampir Nggak Diberi Napas
Buat KLovers yang suka dengan intensitas dan ketegangan tingkat tinggi tapi bukan horor, GREENLAND 2: MIGRATION jadi film yang cocok untuk ditonton. Dari awal hingga akhir penonton disuguhkan ketegangan yang bikin kamu beranjak dari sandaran kursi bioskop.
Bisa dibilang, penoton cuma diberi waktu beberapa saat untuk bernapas. Perjalanan keluarga Garrity setelah keluar dari bunker selalu penuh rintangan, baik dari cuaca ekstrim maupun gangguan lainnya.
Momen saat keluarga Garrity singgah di rumah-rumah yang menaungi mereka untuk istirahat di tengah perjalanan bermigrasi dari bunker menuju dasar kawah bisa jadi waktu untuk menurunkan adrenalin.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Visual Kece
Sebagai disaster movie, penggunaan CGI menjadi salah satu hal yang tak bisa dilewatkan. Pada film GREENLAND 2: MIGRATION, penggunaan Computered-Generated Imagery alias CGI terasa pas dan tidak berlebihan, memberikan suasana yang nyata kondisi bumi setelah gelombang kehancuran massal.
Beberapa best scene CGI di film ini adalah saat momen tsunami yang melanda bunker di Greenland dan momen ketika robongan John Garrity bersandar di gedung tinggi di Liverpool yang sudah tenggelam.
3. Plot yang Lumayan
Film ini nggak cuma mengandalkan dentuman petir, lesatan komet, dan sapuan badai serta tsunami untuk menghidupkan cerita. Beberapa konflik 'kemanusiaan' seperti perbutan wilayah, zona perang, cerita keluarga, turut dihadirkan di GREENLAND 2: MIGRATION ini.
Meski secara umum hanya menjual satu plot utama tanpa adanya sub-plot lain, hal ini cukup dimaklumi lantaran film kedua ini mengusung tema 'migration' yang secara garis besar merupakan perjalanan keluarga Garrity dari bunker menuju dasar kawah baru bekas ledakan komet yang telah membentuk sebuah pemukiman baru yang layak huni.
4. Detail yang Diperhatikan
Film ini juga memperhatikan detail kecil yang bikin puas para penonton. Contohnya, ketika keluarga John naik mobil di London maka kendaraan dengan kemudi di kiri yang ditampilkan. Lalu, setelah menyeberang ke Prancis maka mobil dengan setir di kanan yang digunakan. Seperti diketahui, Inggris menganut sistem jalan di kiri dengan setir kanan, sedangakan Prancis sebaliknya.
Sound effect saat bencana terjadi seperti dentuman tanah yang retak, suara magma dari perut bumi, suara ombak, badai, petir, sampai suara komet yang jatuh ke hutan juga menjadi detail yang menyenangkan. Eargasm, istilahnya. Visual yang oke juga diimbangi dengan sound effect yang nggak kalah keren.
5. Akting 'Standar' Gerard Butler
Seperti biasa, Gerard Butler selalu menampilkan standar tinggi saat menjadi protagonis utama di sebuah film. Ia jadi sosok pria Alpha yang tegas, cerdas, berani, sekaligus sosok ayah dan suami yang hangat.
Dalam sebuah adegan tembak-menembak di GREENLAND 2: MIGRATION, penonton langsung terngiang peran sang protagonis di 'Has Fallen Series', di mana ia punya misi melindungi presiden dari ancaman teroris.
Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para pemeran lain seperti Morena Baccarin hingga Roman Griffin Davis, akting Gerard Butler yang dominan dapat disebut 'menggendong' film ini sendirian.
6. Poin Minus GREENLAND 2: MIGRATION
Bicara soal kekurangan, film ini nggak cocok buat para penikmat plot twist dan 'open ending' yang mana penonton bisa menafsirkan sendiri bagaiman ending sebuah film. Alur cerita terbilang standar, yakni semakin terjal dan menanjak seiring durasi film dan mencapai klimaks di akhir.
Bila dibandingkan dengan film pertamanya, GREENLAND 2: MIGRATION terlihat lebih sederhana dari plot, setting, dan konflik. Bila di film pertama penonton dibuat bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di ujung film, penoton GREENLAND 2: MIGRATION sudah bisa menebak ending film di 3/4 durasi penayangan.
7. Rating dari KapanLagi.com
Dengan semua poin yang telah dibeberkan di beberapa poin di atas, KapanLagi.com memberikan rating 8,2/10 untuk film yang kini sedang tayang di bioskop Tanah Air ini. Film ini dapat ditonton secara kasual tanpa harus menonton film pertama terlebih dahulu.
Review Lainnya!
- Film 'ANACONDA' Dapat Pujian Sekaligus Kritikan
- Review 'PANGKU': Debut Perfek Reza Rahadian, Indonesia Butuh Banyak Film Kayak Gini!
- Review 'ABADI NAN JAYA', Layak Dipuji Meski Punya Celah
- Review 'TUKAR TAKDIR', Film Keren Tapi (Mungkin) Bukan Buat Semua Orang
- Review 'LA TAHZAN: CINTA, DOA, LUKA', Versi Upgrade dari 'IPAR ADALAH MAUT'
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/ums)
Advertisement
