Kapanlagi.com - Putri semata wayang Ben Kasyafani dan Marshanda, Sienna, kini sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan pintar. Seiring bertambahnya usia sang putri, Ben Kasyafani tak memungkiri adanya kekhawatiran khas seorang ayah, terutama soal lawan jenis.
Ben mengaku cukup was-was jika banyak laki-laki yang mulai mendekati putrinya. Namun, ia menyadari bahwa hal tersebut adalah fase yang wajar dan merupakan satu paket dari proses pendewasaan Sienna yang harus ia hadapi.
Baca berita Ben Kasyafani lainnya di Liputan6.com.
"Banget. Ya udah pastilah. Pasti itu udah satu paket kan menghadapi dia, menemani dia di usia remaja ini. Jadi ya... apa namanya... ya beradaptasi," tutur Ben Kasyafani saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (6/12/2025).
Untuk menyiasati kekhawatiran tersebut, Ben memilih untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan Sienna. Ia ingin memastikan bahwa putrinya selalu merasa nyaman bercerita kepadanya tentang apapun, termasuk aktivitas sehari-hari.
"Yang penting anaknya, Sienna sama aku deket terus. Jadi apapun dia cerita gitu. 'Yah (Ayah), aku udah sampai sini'. Nanti kita bisa mantau kan," imbuhnya.
Meski memberikan kepercayaan, Ben tetap memberlakukan batasan-batasan tertentu. Ia juga berusaha mengenal lingkungan pertemanan Sienna, termasuk teman laki-laki yang akrab dengan putrinya.
"Tapi ada beberapa hal misalkan, 'Wah ini belum boleh', ya kita tetap pagerin (batasi) gitu. Tapi kenal kok sama teman-temannya. Bahkan ada boys (teman cowok) juga mungkin yang udah akrab sama dia, ya kenal juga," kata Ben.
Terkait masalah pacaran atau dating, Ben berusaha melatih Sienna untuk bisa mengambil keputusan sendiri. Ia lebih memilih memberikan pandangan mengenai konsekuensi daripada sekadar melarang tanpa alasan.
"Berteman sih oke. Cuma aku bilang, aku membiasakan dia menilai sendiri apakah, misalkan dating atau ini tuh, pas buat gue ya? Cuma ngasih tahu konsekuensinya ini, ya dia dilatih untuk memutuskan sendiri," jelasnya.
Walaupun demikian, pengawasan orang tua tetap menjadi prioritas utama bagi Ben agar sang anak tidak salah langkah dalam pergaulan. "Tapi tetep kita harus ngawasin, kalau enggak, (bisa) colongan," tutup Ben Kasyafani.