Personal

Anna Sergeyevna Kournikova, lahir di Moscow, Russia, 7 Juni, 1981. Ia adalah pensiunan petenis putri dan model asal Rusia, yang sekaligus memanfaatkan kecantikan dan keindahan rambut pirangnya dalam permainan tenisnya. Ia menjadi salah satu petenis terbaik di dunia, walau tidak pernah mengikuti lagi kejuaraan-kejuaraan tenis.

Dalam kehidupan asmaranya, Kournikova telah tujuh tahun menjalin kasih dengan penyanyi Enrique Iglesias. Kehidupan asmara mereka juga diwarnai dengan putus sambung. Kournikova yang pernah dinobatkan wanita terseksi oleh majalah pria FHM Inggris pada tahun 2002, setahun terakhir ini, memutuskan untuk tinggal bersama kekasihnya, Enrique.

Karir

Kournikova mendapatkan raket tenis pertamanya sebagai hadiah Tahun Baru pada tahun 1986. Kournikova yang saat itu masih berusia 5 tahun sangat gembira mendapat hadiah tersebut dan mulai memainkan sebanyak dua kali seminggu. Pada usia tujuh tahun, Kournikova mulai masuk klub, namun hari-harinya hanya dihabiskan dengan bersenang-senang. Selanjutnya, pada tahun 1986, dia menjadi anggota Spartak Tennis Club, dan dilatih oleh Larissa Preobrazhenskaya. Akhirnya, pada usia delapan tahun,Kournikova mulai mengikuti turnamen junior. Sejak saat itu, bakat berain tenisnya mulai menarik perhatian publik. Akhir karirnya semakin menanjak sampai akhirnya dia menjadi pelatih di akademi tenis Nick Bollettier pada usia 10 tahun.

Sejak saat itu, karir Kournikova di dunia tenis semakin menanjak. Pada usia 15 tahun Kournikova memulai debutnya di Grand Slam dan berhasil menduduki peringkat keempat dalam U.S. Open tahun 1996. Prestasinya ini tergolong cemerlang mengingat usianya saat itu masih sangat muda dan pengalamannya di bidang tenis masih belum sepadan jika dibandingkan petenis profesional.

Tahun 1998 nampaknya menjadi awal kesuksesannya di bidang tenis. Dengan prestasinya yang berhasil menerobos peringkat 16 dalam WTA, karir Kournikova pun semakin terlihat publik, selanjutnya dia juga berhasil mengukir prestasi dalam Australia Open tahun 1998, dimana dia berhasil memasuki babak final,namun akhirnya dikalahkan oleh Martina Hingis pada round ketiga.

Namun kekalahan tersebut bukan berarti akhir segalanya, prestasinya justru semakin menanjak sampai akhirnya dia pun disejajarkan dengan para petenis professional yang namanya telah dikenal sebelumnya. Dia sempat bermain bersama beberapa petenis populer seperti Martina Hingis, Barbara Schett dan Iroda Tulyaganova.

Namun demikian, pada tahun 2001 karirnya mulai terganggu dengan cedera yang dialaminya. Tahun ini sepertinya menjadi tahun yang penuh cedera bagi petenis berambut pirang ini. Namun demikian, dia masih terus berkarir sampai akhirnya memutuskan pensiun. Saat ini dia tidak lagi bermain, namun hanya bertindak sebagai pelatih.




Komentar