CLOSE

Sisi Gelap di Balik Populernya Drama Pendek China: Produksi Ngebut, Bayaran Murah, hingga Korban Visual

Sisi Gelap di Balik Populernya Drama Pendek China: Produksi Ngebut, Bayaran Murah, hingga Korban Visual
Created by AI

Kapanlagi.com - Drama pendek China belakangan jadi tontonan yang ramai di media sosial, terutama TikTok. Durasi singkat, jalan cerita cepat, dan pemain yang menarik membuatnya mudah viral. Tapi, di balik kesuksesan itu, ternyata ada sisi gelap yang jarang terlihat publik.

Banyak pihak terkejut setelah tahu bagaimana drama China pendek ini diproduksi. Yuk, kita bongkar bagaimana cerita di balik itu semua.

1. Produksi Super Ngebut, Kru Nyaris Kehabisan Tenaga

ilustrasi produksi drama china pendek - created by AI

Bayangkan, satu judul drama bisa punya ratusan episode, tapi semuanya diselesaikan hanya dalam waktu tiga sampai lima hari. Dilansir dari Yoedu.id (30/10), kru dan para pemain sering kali bekerja tanpa henti demi mengejar target produksi. Banyak dari mereka bahkan tidur di lokasi syuting karena kelelahan.

2. Bayaran Terlalu Murah

ilustrasi produksi drama china pendek - created by AI

Tak hanya fisik yang terkuras, masalah finansial juga menjadi sorotan. Menurut sumber yang sama, bayaran untuk kru dan pemain sangat rendah. Bahkan ada yang hanya menerima sekitar 300 ribu rupiah per hari. Mereka harus bekerja dari pagi buta hingga malam hanya demi mengejar tenggat waktu produksi yang super ketat.

Tidur di lokasi syuting dan makan seadanya sudah menjadi pemandangan biasa di sana. Yang penting produksi ditekan untuk tidak lebih dari satu minggu untuk satu judul drama China pendek.

3. Naskah yang Terlalu Klise

ilustrasi produksi drama china pendek - created by AI

Penonton setia drama pendek China pasti tahu pola ceritanya. Kebanyakannya adalah gadis miskin bertemu CEO kaya, cinta, konflik, lalu berakhir bahagia. Kadang diselipkan bumbu pengkhianatan atau balas dendam, tapi tetap berputar di tema yang sama. Variasi cerita yang minim membuat banyak penonton mudah menebak endingnya.

Banyak dari penulis naskahnya menggunakan AI untuk merangkai cerita. Sehingga kurang ada inovasi yang tercurah dalam naskahnya.

4. Kualitas Gambar Jadi Korban

ilustrasi produksi drama china pendek - created by AI

Dengan kecepatan produksi yang luar biasa, kualitas visual dan penyuntingan kerap dikorbankan. Fokus utamanya bukan lagi pada sinematografi atau akting, melainkan bagaimana agar drama cepat tayang dan bisa viral. Asalkan wajah pemain terlihat jelas dan ekspresi kuat, adegan langsung di-“bungkus”. Akibatnya, editor pun sering kewalahan mengolah hasil syuting seadanya.

5. Antara Popularitas dan Kemanusiaan

ilustrasi produksi drama china pendek - created by AI

Fenomena drama pendek China menunjukkan betapa besarnya industri ini berkembang. Namun, di balik popularitas dan keuntungan yang menggiurkan, ada sisi kemanusiaan yang sering terlupakan.

Kejar tayang dan tekanan untuk viral telah menciptakan ekosistem yang melelahkan, bahkan berujung tragis.

Sudah saatnya publik dan platform digital mulai menuntut kualitas yang tidak hanya diukur dari jumlah tayangan, tapi juga dari bagaimana proses di balik layar menghargai manusia yang bekerja keras menciptakannya. Karena sejatinya, industri hiburan seharusnya menghidupkan semangat bukan mengorbankan kehidupan.

(kpl/chn)

Rekomendasi

Trending