in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Lesti Kejora Disebut Nge-Prank Karena Cabut Laporan KDRT Rizky Billar, Tsamara: Korban Kekerasan Susah Lepas Dari Pelaku

Senin, 17 Oktober 2022 15:30

Tsamara tanggapi soal Lesti yang dituding nge-prank rakyat Indonesia ©KapanLagi.com/Budy Santoso/instagram.com/tsamaradki

Kapanlagi.com - Lesti Kejora mencabut laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tak lama setelah suaminya, Rizky Billar ditahan dan dinyatakan sebagai tersangka. Apa yang dilakukan oleh pedangdut 23 tahun itu rupanya membuat kecewa publik Tanah Air.

Bukan tanpa sebab, sejak pertama kali dugaan KDRT yang dilakukan Rizky Billar mencuat ke publik, lini masa pun banyak yang mendukung Lesti. Namun, karena pencabutan laporan tersebut, publik merasa di-prank dan menyebut ini semua drama.

Namun, terkait kekecewaan publik ini, politikus muda, Tsamara Amany mengatakan bahwa tudingan prank yang dilakukan Lesti itu sama sekali tidak benar. Seperti ini penjelasan dari Tsamara.

1. Susah Lepas

Lewat instagram pribadinya, Tsamara mengatakan bahwa ia tak setuju dengan tudingan prank yang dilakukan Lesti. Menurutnya, mereka para korban kekerasan, termasuk KDRT sangat lepas dari si pelaku kekerasan.

"Karena memang kenyataannya, korban KDRT susah lepas dari abuser-nya, dari relasi abusif, dari pelaku dan tindakan abusive," ujar Tsamara dikutip dari instagramnya, Senin (17/10).

"Bahkan ada riset yang menunjukkan bahwa, butuh setidaknya 7 kali percobaan dari korban kekerasan apapun KDRT atau apapun itu untuk betul-betul lepas dari relasi abusif," sambungnya. 

2. Mulai Kena Mental

Tak sampai di situ saja, dara 25 tahun ini juga menjelaskan soal alasan, kenapa para korban kekerasan tidak bisa lepas. Bahkan, karena kekerasan itu pula, mental korban juga sangat terpengaruh. 

"Alasannya bisa macem-macem, bisa berharap bahwa suaminya atau istrinya, siapa pun pelaku tersebut, pacarnya, itu berubah dengan upaya kasih sayang, upaya-upaya mencoba memulai kembali hubungan atau memikirkan anak," papar Tsamara.

"Atau juga menganggap bahwa dirinya tidak layak dicintai, jadi kayak mulai kena mental juga gitu," imbuhnya. 

3. Luapan Kekecewaan

Tsamara sendiri sadar betul akan kekecewaan publik Tanah Air, apalagi mereka yang sudah dengan sangat lantang membela Lesti. Namun sekali lagi ia menegaskan, luapan kekecewaan itu harusnya tepat sasaran, bukan kepada Lesti yang mencabut laporan, tapi lebih kepada kondisi Lesti yang belum bisa lepas dari hubungan abusive. 

"Nah, karena itu, kita nggak bisa dengan mudah nuduh Lesty nge-prank, atau Lesti lagi buat drama rumah tangga, dan lain-lain gitu," paparnya.

"Emang sih kita kecawa, memang wajar kita kecewa, tapi kekecewaan kita tuh pada fakta bahwa Lesti belum bisa lepas dari relasi abusif, bukan karena Lesti lagi buat drama," katanya.

4. Tetap Membela Korban KDRT

Oleh Karena itu, Tsamara mengajak kepada seluruh publik Tanah Air untuk tetap berada di sisi korban kekerasan. Andaikan nanti Lesti lapor lagi dengan kasus yang sama, ia pun meminta tetap memberikan dukungan kepada Lesti. 

"Nah, jadi kalau nanti suatu saat Lesti melaporkan lagi, bahwa dia korban KDRT, atau speak up, kita nggak seharusnya bukan malah mensyukuri, atau mengatakan itu kesalahan dia, karena itulah keinginan abuser untuk mengisolasi korban," tutupnya.

5. Hubungan Abusive

Sementara itu, mengutip dari laman situs aladokter.com, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berada dalam sebuah hubungan abusive. 

Yang pertama adalah, mereka para korban tidak akan bebas berkomunikasi, karena para pelaku atau abuser selalu memantau dan mengontrol korban. Bahkan, pelaku kekerasan ini tak akan menghormati privasimu.

Kedua, pelaku akan membuat korban kekerasan tersebut menjadi terisolasi dari orang lain. Pelaku akan mencoba menjauhkan korban dari orang-orang terdekatnya yang merupakan support system bagi si korban. 

Ketiga, dalam beberapa kasus, orang yang abusive berusaha membuat pasangannya tidak berdaya secara finansial, seperti memutus akses rekening pribadi. Hal ini dilakukan pelaku agar korban merasa bergantung padanya.

Keempat, menjalani hubungan dengan paksaan juga menjadi indikasi kalau sedang berada di hubungan abusive. Si pelaku kekerasan akan sering melakukan paksaan kepada korban agar melakukan apa yang pelaku inginkan. Hal itu kadang juga disertai ancaman, baik itu fisik maupun secara verbal.

Kelima, dalam hubungan ini, korban akan sering mendapatkan kekerasan emosional atau psikis. Orang yang mendapatkan perlakukan ini kadang tak menyadari bahwa mereka sedang dalam hubungan yang abusive. Kekerasan psikis ini seperti menghina, mengancam, membuatmu bersalah, memberi julukan negatif, sampai mengabaikan perasaan.

Dan terakhir, korban akan sering mendapatkan kekerasan fisik. Dalam kasus Lesti dan Rizky Billar, Lesti mengalami sebanyak 10 kali kekerasan. Terakhir yang sempat viral, Billar yang begitu emosi melempar bola biliar kepada Lesti. 

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake
REKOMENDASI
TRENDING