
Sempat Tak Diizinkan Orangtua Merantau, Owan Boalemo Beri Pembuktian Dengan Jadi Juara Dangdut Academy

Owan Boalemo - © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Kapanlagi.com - Owan Boalemo ternyata punya cerita menarik sebelum berkarir di belantika dangdut Tanah Air. Owan yang memiliki kehidupan sederhana di kampung halaman rupanya dari dulu memang berkeinginan untuk merantau demi mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Keinginannya untuk merantau tersebut sulit terwujud karena kedua orangtuanya belum mengizinkan. Namun akhirnya, Owan memutuskan untuk merantau setelah sedikit bernegosiasi dengan orangtuanya. Owan memang harus merantau ke Jakarta untuk mengikuti babak utama Dangdut Academy musim keenam.
"Dari dulu pengen kerja keluar gitu tapi nggak diizinkan sama orangtua. Sampai pada akhirnya Owan maksa dan diizinin," ungkap Owan saat ditemui di Kapanlagi Youniverse, beberapa waktu lalu.
Advertisement
1. Ayah Sempat Uring-Uringan
Meski sudah diizinkan, rupanya sang ayah merasa ada yang berubah di hidupnya setelah sebulan ditinggal Owan merantau. Hal itu terjadi karena selama ini Owan selalu membantu pekerjaan sang ayah di Boalemo, Gorontalo.
"Tapi itu cuma sebulan karena mama akhirnya nelpon dan bilang kalau bapak tuh uring-uringan kayak orang gila. Makan ya sekedar makan, kayak merasa kehilangan lah," lanjutnya.
"Memang sih Owan itu enam bersaudara, Owan anak keempat tapi kakak Owan punya pekerjaan kan, jadi terbiasa Owan yang bantuin," pungkasnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Jadi Juara Dangdut Academy 6
Owan membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa keputusannya untuk merantau ke Jakarta tak salah. Nelayan dan guru mengaji ini menjadi juara Dangdut Academy 6 mengalahkan Novia & Mardani. Owan menerima hadiah uang tunai 300 juta rupiah dan trofi.
Kegigihan Owan ini menjadi inspirasi bagi para peserta audisi Dangdut Academy 8 yang kini sedang berlangsung. Semoga kamu menjadi Owan berikutnya yang meraih tahta tertinggi ajang dangdut terbesar di Tanah Air!
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/ums)
Advertisement











































