12 Tanaman Hias dengan Daun Berlubang Alami yang Cocok untuk Rumah, Hadirkan Nuansa Tropis
Tanaman Hias dengan Daun Berlubang Alami yang Cocok untuk Rumah. (Foto: Wikimedia Commons)
Kapanlagi.com - Tanaman hias dengan daun berlubang alami yang cocok untuk rumah bisa menjadi pilihan menarik untuk menghadirkan nuansa tropis tanpa perlu banyak dekorasi tambahan. Bentuk daun yang unik membuat sudut ruangan terlihat lebih hidup dan punya karakter tersendiri.
Menariknya, tanaman hias dengan daun berlubang alami yang cocok untuk rumah tidak hanya berasal dari genus Monstera. Beberapa tanaman lain seperti Rhaphidophora, Epipremnum, dan Amydrium juga memiliki bentuk daun dengan fenestrasi atau belahan yang khas saat tumbuh dewasa.
Selain cantik dipandang, tanaman hias dengan daun berlubang alami yang cocok untuk rumah cukup beragam dari segi ukuran dan bentuk pertumbuhan. Ada yang cocok diletakkan dalam pot di lantai, digantung, maupun diarahkan merambat pada penyangga sehingga mudah disesuaikan dengan ruang yang tersedia.
Advertisement
1. Monstera deliciosa
Monstera deliciosa menjadi salah satu tanaman hias tropis paling populer berkat daunnya yang besar dengan lubang dan belahan alami. Daun muda biasanya masih utuh, kemudian mulai membentuk fenestrasi ketika tanaman semakin dewasa.
Ukurannya yang besar membuatnya cocok ditempatkan sebagai titik fokus di ruang keluarga atau area rumah yang memiliki ruang cukup. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung, media tanam berdrainase baik, serta penyiraman ketika bagian atas media mulai mengering.
2. Monstera adansonii
Monstera adansonii atau janda bolong memiliki daun lebih kecil dengan lubang-lubang oval yang menjadi ciri khasnya. Tanaman merambat ini dapat diarahkan pada tiang penyangga atau dibiarkan menjuntai dari pot gantung.
Ukurannya yang relatif lebih ringkas membuatnya cocok untuk dekorasi rumah dengan ruang terbatas. Letakkan di area dengan cahaya terang tidak langsung dan jaga media tetap lembap tanpa membuatnya tergenang.
3. Monstera esqueleto
Monstera esqueleto memiliki daun dengan fenestrasi berukuran besar dan memanjang sehingga helaian tampak seperti kerangka. Pola lubangnya semakin menonjol ketika tanaman tumbuh dewasa dan mendapatkan penopang untuk merambat.
Bentuk tersebut membuatnya menarik sebagai tanaman koleksi maupun dekorasi bernuansa tropis. Sediakan cahaya terang tidak langsung, kelembapan yang cukup, serta media tanam yang mampu mengalirkan kelebihan air.
4. Rhaphidophora decursiva
Rhaphidophora decursiva merupakan tanaman merambat tropis yang dikenal memiliki daun besar dengan fenestrasi dalam ketika dewasa. Daunnya dapat berubah menjadi sangat terbelah sehingga menyerupai bentuk daun palem.
Tanaman ini membutuhkan ruang vertikal untuk tumbuh dan akan lebih mudah diarahkan menggunakan moss pole atau penyangga. Berikan cahaya terang tidak langsung serta media yang memiliki aerasi dan drainase baik.
5. Rhaphidophora tetrasperma
Sering dijuluki mini Monstera, Rhaphidophora tetrasperma sebenarnya berasal dari genus yang berbeda. Tanaman ini memiliki daun yang relatif kecil dan dapat mengembangkan belahan dalam ketika semakin dewasa, sehingga memberikan tampilan yang mirip dengan tanaman berfenestrasi.
Ukurannya yang lebih ringkas cocok untuk rumah dengan ruang terbatas. Tempatkan di area bercahaya terang tidak langsung dan berikan penopang agar pertumbuhannya lebih terarah.
6. Monstera lechleriana
Monstera lechleriana merupakan tanaman merambat tropis dengan daun besar yang dapat mengembangkan fenestrasi alami ketika memasuki fase dewasa. Lubang pada daunnya umumnya muncul di dekat tulang daun dan memberikan tampilan khas tanaman aroid tropis.
Tanaman ini membutuhkan penopang agar dapat tumbuh secara vertikal dan mengembangkan daun yang lebih matang. Letakkan pada area dengan cahaya terang tidak langsung, kelembapan cukup, serta media tanam yang porous dan memiliki drainase baik.
7. Epipremnum pinnatum
Epipremnum pinnatum merupakan tanaman merambat yang dapat menghasilkan daun berfenestrasi ketika memasuki fase dewasa. Bentuk fenestrasinya lebih banyak berupa belahan pada bagian tepi daun, sehingga tampilannya berbeda dari lubang oval pada Monstera adansonii.
Tanaman ini relatif mudah ditempatkan di rumah karena dapat diarahkan pada tiang atau teralis. Berikan cahaya terang tidak langsung dan hindari penyiraman berlebihan.
8. Epipremnum pinnatum 'Cebu Blue'
Varietas Epipremnum pinnatum 'Cebu Blue' memiliki daun berwarna hijau kebiruan dengan permukaan yang sedikit keperakan. Ketika tanaman semakin dewasa dan mendapatkan penopang untuk memanjat, daunnya dapat menjadi lebih besar dan mengembangkan belahan dalam pada bagian tepinya.
Karakternya yang merambat membuat tanaman ini menarik ditempatkan pada rak tinggi atau penyangga vertikal. Pastikan media tanam tidak terlalu basah dan berikan cahaya terang tidak langsung.
9. Amydrium medium
Amydrium medium merupakan tanaman merambat tropis yang mengalami perubahan bentuk daun cukup jelas dari fase muda hingga dewasa. Daun yang awalnya sederhana dapat berkembang menjadi lebih besar, berlekuk, dan pada tanaman dewasa dapat menunjukkan fenestrasi.
Varietas dengan corak keperakan juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai tanaman koleksi. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung, kelembapan yang cukup, serta penopang untuk membantu pertumbuhan vertikal.
10. Amydrium hainanense
Amydrium hainanense termasuk tanaman dari kelompok Monstereae yang dapat mengembangkan daun dengan fenestrasi atau belahan ketika memasuki fase dewasa. Perubahan bentuk tersebut membuat tampilannya semakin menarik seiring pertumbuhan.
Tanaman merambat ini dapat ditempatkan pada penyangga agar daunnya berkembang lebih baik. Gunakan media yang ringan dan berdrainase baik serta hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat.
11. Monstera epipremnoides
Monstera epipremnoides atau Swiss cheese plant memiliki daun besar dengan banyak fenestrasi berukuran kecil hingga besar. Tanaman ini merupakan pemanjat yang berasal dari hutan tropis dan dapat tumbuh cukup besar ketika memperoleh kondisi yang sesuai.
Karena itu, jenis ini lebih cocok ditempatkan di rumah yang memiliki ruang vertikal memadai. Sediakan cahaya terang tidak langsung, kelembapan tinggi, serta media organik yang tetap memiliki drainase baik.
12. Rhaphidophora foraminifera
Rhaphidophora foraminifera merupakan tanaman merambat dari keluarga Araceae yang dapat mengembangkan fenestrasi pada daun dewasanya. Lubang-lubang tersebut menjadi semakin terlihat ketika tanaman memperoleh kondisi pertumbuhan yang sesuai dan mendapatkan penopang untuk merambat.
Bentuk daunnya yang unik dapat menjadi pilihan dekorasi bagi rumah dengan koleksi tanaman tropis. Letakkan pada area dengan cahaya terang tidak langsung, kelembapan cukup, dan media tanam yang porous serta memiliki drainase baik.
13. Pertanyaan Seputar Tanaman Hias dengan Daun Berlubang Alami yang Cocok untuk Rumah
Apa itu fenestrasi pada daun tanaman?
Fenestrasi adalah terbentuknya lubang atau bukaan alami pada helaian daun seiring tanaman tumbuh. Bentuknya berbeda-beda, mulai dari lubang di tengah daun hingga belahan pada bagian tepinya, tergantung jenis tanaman.
Tanaman apa saja yang memiliki daun berlubang alami?
Beberapa tanaman yang dikenal dapat memiliki fenestrasi alami antara lain Monstera deliciosa, Monstera adansonii, Monstera esqueleto, Rhaphidophora decursiva, Epipremnum pinnatum, dan Amydrium medium. Bentuk serta ukuran bukaannya berbeda pada setiap jenis.
Apakah semua daun tanaman tersebut langsung berlubang sejak muda?
Tidak. Pada banyak jenis aroid, daun muda biasanya masih berbentuk utuh dan fenestrasi baru muncul ketika tanaman semakin dewasa. Kondisi tumbuh, termasuk cahaya, kelembapan, dan adanya penopang untuk tanaman merambat, juga dapat memengaruhi perkembangan daun.
Apakah Rhaphidophora tetrasperma termasuk tanaman Monstera?
Tidak. Rhaphidophora tetrasperma berasal dari genus Rhaphidophora, bukan Monstera. Tanaman ini sering dijuluki “Mini Monstera” karena bentuk daunnya menyerupai beberapa jenis Monstera, meskipun karakter daunnya lebih banyak berupa belahan dalam pada bagian tepi.
Bagaimana cara merawat tanaman hias berdaun berfenestrasi?
Sebagian besar jenis ini menyukai cahaya terang tidak langsung, media tanam porous dengan drainase baik, serta kelembapan yang cukup. Penyiraman sebaiknya dilakukan ketika lapisan atas media mulai mengering, sambil menghindari kondisi tanah yang terus-menerus basah.
(kpl/sel)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
