14 Kuliner Legendaris di Malang Murah 2026, Jadi Favorit Mahasiswa
tempat makan legendaris di malang 2026 dan terbaru (AI Generated)
Kapanlagi.com - Malang masih menjadi salah satu kota tujuan wisata kuliner yang menawarkan banyak pilihan makanan dengan harga terjangkau. Mulai dari bakso, rawon, pecel, hingga aneka hidangan khas daerah, semuanya bisa ditemukan di berbagai sudut kota tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Status Malang sebagai kota pelajar turut membentuk budaya kuliner yang unik. Kehadiran ribuan mahasiswa dari berbagai daerah membuat warung makan murah terus bermunculan, sementara banyak rumah makan legendaris tetap mempertahankan resep turun-temurun yang sudah dikenal lintas generasi.
Selain menyajikan cita rasa khas Jawa Timur, banyak tempat makan di Malang juga menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda. Ada yang berada di tepi rel kereta, berada di dalam pasar tradisional, hingga menjadi tujuan berburu kuliner malam ketika udara Kota Malang mulai terasa dingin.
Advertisement
1. Tempat Makan Legendaris yang Selalu Jadi Buruan Wisatawan
1. Bakso President
Bakso President menjadi salah satu ikon kuliner Kota Malang yang sudah beroperasi sejak 1977. Lokasinya berada di Jalan Batanghari, Kecamatan Klojen, dengan ciri khas warung yang berada tepat di dekat jalur rel kereta api sehingga pengalaman makan terasa berbeda dibanding tempat lain.
Semangkuk bakso di sini berisi bakso halus, bakso urat, tahu, dan siomay yang disajikan bersama kuah kaldu sapi bercita rasa gurih. Salah satu menu yang paling banyak dicari adalah bakso bakar yang dipanggang menggunakan bumbu kecap dan rempah sehingga menghasilkan aroma smokey yang khas.
Harga makanan berkisar Rp12.000 hingga Rp25.000 per orang. Warung buka setiap Senin–Jumat pukul 08.00–21.30 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.45–21.30 WIB. Pengunjung disarankan datang di luar jam makan utama agar lebih mudah mendapatkan tempat duduk sekaligus menikmati kereta yang melintas.
2. Rawon Rampal
Bagi pencinta rawon, Rawon Rampal menjadi salah satu tujuan yang sudah dikenal sejak 1957. Depot yang berada di Jalan Panglima Sudirman ini masih mempertahankan proses memasak menggunakan tungku dan arang sehingga menghasilkan aroma asap yang khas pada kuah rawonnya.
Kuah hitam dari kluwek dipadukan dengan potongan daging sapi berukuran besar yang empuk. Menu ini biasanya disajikan bersama tauge, sambal, kerupuk, serta pilihan lauk seperti empal, paru goreng, maupun mendol.
Warung buka sekitar pukul 07.00 hingga 14.00 WIB setiap hari. Karena pilihan lauk biasanya lebih lengkap pada pagi hari, pengunjung disarankan datang sebelum pukul 10.00 WIB. Harga satu porsi berada di kisaran puluhan ribu rupiah.
2. Kuliner Klasik dengan Resep Turun-Temurun yang Masih Bertahan
3. Pecel Kawi
Pecel Kawi telah menjadi salah satu tujuan sarapan favorit di Malang sejak 1975. Rumah makan ini dikenal berkat bumbu kacangnya yang kental dengan perpaduan rasa gurih dan manis yang membalut aneka sayuran rebus.
Satu porsi nasi pecel disajikan bersama rempeyek renyah, sementara pengunjung dapat memilih tambahan lauk seperti empal, ayam, telur, tempe, maupun aneka jeroan. Harga nasi pecel dimulai sekitar Rp11.000, sedangkan total biaya makan berkisar Rp11.000 hingga Rp20.000 per orang.
Lokasinya berada di Jalan Kawi Atas Nomor 43B, Kecamatan Klojen. Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari karena menu masih lengkap dan suasana belum terlalu ramai.
4. Bakso Solo Kidul Pasar
Bakso Solo Kidul Pasar sudah melayani pelanggan sejak 1965 dan tetap menjadi pilihan masyarakat yang mencari bakso dengan harga terjangkau. Kedai ini berada di kawasan Kasin, tidak jauh dari Pasar Besar Malang.
Menu bakso komplet berisi bakso kasar, bakso halus, tahu, siomay, serta tambahan gorengan yang disajikan bersama kuah bening kaya kaldu. Pengunjung juga dapat menambahkan mi ataupun bihun sesuai selera.
Harga satu porsi sekitar Rp18.000 dengan jam operasional mulai pukul 12.00 hingga 21.00 WIB. Karena lokasinya berada di tepi jalan, area parkir cukup terbatas. Menu komplet menjadi pilihan yang paling direkomendasikan karena memungkinkan pengunjung mencicipi hampir seluruh jenis isian dalam satu mangkuk.
3. Sajian Khas Malang yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup
5. Warung Lama Haji Ridwan
Di kawasan Pasar Besar Malang terdapat salah satu warung makan yang sudah menjadi bagian dari perjalanan kuliner kota ini selama puluhan tahun, yakni Warung Lama Haji Ridwan. Rumah makan yang menempati bangunan permanen sejak 1925 tersebut dikenal berkat sajian tradisional dengan cita rasa khas Jawa Timur.
Menu yang paling banyak dicari adalah sate komoh. Hidangan ini berupa daging sapi yang dimasak menggunakan bumbu rempah dengan sentuhan cabai sehingga menghasilkan rasa yang mirip bumbu bali, tetapi memiliki karakter manis yang lebih terasa. Tekstur dagingnya empuk karena bumbu meresap hingga ke bagian dalam.
Selain sate komoh, tersedia pula ayam panggang bumbu rujak, sate usus sapi, nasi gulai, nasi campur, hingga nasi rawon. Harga makan berkisar Rp10.000–Rp20.000 per orang, sedangkan sate komoh dibanderol mulai sekitar Rp5.000 per tusuk. Warung berada di lantai dasar Pasar Besar Malang, unit B15–16, dan buka sekitar pukul 08.00–16.00 WIB. Banyak pelanggan membeli beberapa tusuk sate sekaligus untuk dibawa pulang karena bumbunya semakin meresap setelah beberapa waktu.
6. Orem-orem Khas Arema
Orem-orem menjadi salah satu hidangan yang identik dengan Kota Malang. Menu ini menggunakan irisan tempe sebagai bahan utama yang disajikan bersama ketupat dan taoge, kemudian disiram kuah santan gurih dengan cita rasa yang menyerupai sayur lodeh serta sedikit sentuhan pedas.
Makanan khas ini cukup sulit ditemukan di luar Malang sehingga sering menjadi pilihan wisatawan yang ingin mencicipi kuliner lokal. Banyak warga juga menikmati orem-orem bersama tempe goreng, kerupuk, dan sambal sebagai pelengkap.
Salah satu warung yang dikenal menyajikan orem-orem berada di kawasan Jalan Blitar dan telah berjualan sejak 1995. Harga per porsi sekitar Rp7.000 hingga Rp10.000 sehingga tetap ramah untuk berbagai kalangan. Warung umumnya melayani pelanggan mulai pagi hingga malam hari.
4. Pilihan Kuliner Murah Favorit Mahasiswa dan Anak Kos
7. Kober Mie Setan
Kawasan Soekarno-Hatta menjadi salah satu pusat kuliner mahasiswa di Malang, dan Kober Mie Setan termasuk nama yang hampir selalu masuk daftar rekomendasi. Tempat makan ini menawarkan mi pedas dengan tingkat kepedasan yang dapat dipilih sesuai selera.
Selain mi, pengunjung dapat menambahkan berbagai topping seperti siomay, ceker, maupun keju. Minuman dengan nama unik seperti Es Genderuwo dan Es Pocong juga menjadi pelengkap yang banyak dipesan untuk meredakan sensasi pedas.
Harga menu dimulai sekitar Rp10.000, sementara biaya makan per orang berkisar Rp10.000–Rp25.000. Gerainya tersebar di beberapa lokasi, termasuk kawasan Suhat, dengan jam operasional umumnya mulai siang hingga malam. Bagi yang belum terbiasa mengonsumsi makanan pedas, memilih level rendah menjadi pilihan yang lebih aman sebelum mencoba tingkat kepedasan berikutnya.
8. Ayam Nelongso
Ayam Nelongso menjadi salah satu tempat makan yang populer di kalangan mahasiswa karena menawarkan menu sederhana dengan harga yang tetap terjangkau. Satu porsi berisi nasi, ayam goreng, lalapan, dan pilihan sambal yang jumlahnya mencapai belasan varian.
Setiap cabang menyediakan berbagai pilihan sambal dengan karakter rasa yang berbeda, mulai dari sambal yang cenderung manis hingga tingkat kepedasan yang cukup tinggi. Konsep inilah yang membuat banyak pelanggan datang kembali untuk mencoba kombinasi menu yang berbeda.
Gerai Ayam Nelongso tersebar di sejumlah titik di Kota Malang, salah satunya berada di kawasan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. Harga makanan mulai dari kisaran belasan ribu rupiah per porsi, sementara jam operasional umumnya berlangsung dari siang hingga malam. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, meminta rekomendasi sambal kepada pelayan bisa menjadi cara mudah menemukan rasa yang sesuai selera.
5. Menu Mengenyangkan untuk Anak Kos dan Pekerja
9. Warung Sabar Subur
Bagi yang mencari makanan dengan porsi besar namun tetap hemat, Warung Sabar Subur menjadi salah satu pilihan yang banyak direkomendasikan di kawasan Soekarno-Hatta. Warung sederhana ini dikenal berkat sajian rawon dengan kuah gurih serta pilihan refill nasi yang menjadi daya tarik utama, terutama bagi mahasiswa dan pekerja.
Menu andalannya terdiri dari rawon daging dan rawon tetelan yang disajikan dengan kuah kluwek berwarna hitam pekat. Porsi yang cukup besar dipadukan dengan nasi yang dapat ditambah membuat tempat makan ini kerap menjadi tujuan saat jam makan siang maupun setelah beraktivitas seharian.
Warung berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. Jam operasionalnya sekitar pukul 05.00–18.00 WIB dengan harga mulai Rp13.000 hingga Rp20.000 per orang. Datang saat jam makan siang menjadi pilihan banyak pelanggan karena bisa menikmati menu lengkap sekaligus memanfaatkan layanan isi ulang nasi.
10. Ayam Geprek dan Susu (Preksu)
Pilihan lain yang cukup populer di kalangan mahasiswa adalah Ayam Geprek dan Susu atau Preksu. Konsep tempat makan ini memadukan ayam geprek dengan berbagai pilihan susu aneka rasa sehingga menawarkan kombinasi makanan pedas dan minuman dingin dalam satu paket.
Ayam geprek disajikan bersama nasi dan sambal yang tingkat kepedasannya dapat disesuaikan. Setelah menikmati rasa pedas, pengunjung bisa memilih berbagai varian susu sebagai pendamping agar sensasi makan terasa lebih seimbang.
Gerainya berada di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. Tempat makan ini buka dari pagi hingga malam hari, dengan penyesuaian jam operasional setiap Jumat. Harga berkisar Rp15.000–Rp30.000 per orang. Banyak pengunjung memilih susu favorit mereka sebagai pelengkap dan menentukan level sambal satu tingkat di bawah batas kemampuan agar rasa ayam tetap bisa dinikmati.
6. Rekomendasi Kuliner yang Siap Menemani Lapar hingga Larut Malam
11. Soto Ayam Cak Son
Soto Ayam Cak Son menjadi salah satu tempat makan yang banyak dicari ketika lapar datang di luar jam makan biasa. Warung ini melayani pelanggan selama 24 jam sehingga sering menjadi tujuan mahasiswa, pekerja malam, hingga wisatawan yang baru tiba di Kota Malang.
Soto ayamnya menggunakan kuah bening dengan cita rasa gurih yang tidak terlalu asin. Potongan ayam disajikan dalam jumlah cukup banyak dan dapat dinikmati bersama nasi, gorengan, maupun sambal sebagai pelengkap.
Lokasinya berada di Jalan Soekarno Hatta Blok A4, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. Harga makanan dimulai dari kisaran belasan ribu rupiah per porsi. Ruang makan yang cukup luas membuat pengunjung tetap nyaman datang sendiri ataupun bersama rombongan. Garam juga tersedia di setiap meja sehingga pelanggan dapat menyesuaikan rasa kuah sesuai selera.
12. Nasi Goreng Jumbo Pak Dji
Tidak jauh dari Stasiun Malang, tepatnya di Gang Manunggal, terdapat warung legendaris yang dikenal berkat porsi makanannya yang besar. Nasi Goreng Jumbo Pak Dji menjadi pilihan banyak wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati makan malam bersama keluarga atau teman.
Menu utamanya berupa nasi goreng dengan isian ayam, sosis, telur orak-arik, dan sayuran. Selain nasi goreng, tersedia pula nasi mawut, bihun goreng, capcay, hingga fu yung hai. Porsi besar yang disediakan bahkan cukup disantap oleh tiga hingga empat orang sekaligus.
Warung beralamat di Jalan Panglima Sudirman, Gang Manunggal Nomor 18, belakang Stasiun Malang. Jam operasional sekitar pukul 14.00–22.00 WIB. Harga nasi goreng berkisar Rp25.000 untuk porsi biasa, sedangkan porsi besar sekitar Rp35.000. Datang bersama dua atau tiga orang menjadi pilihan yang lebih hemat karena satu porsi jumbo dapat dibagi bersama.
7. Penutup Manis dengan Kuliner Malam dan Jajanan Khas Malang
13. Angsle dan Ronde Titoni
Saat malam mulai turun dan udara Kota Malang terasa semakin dingin, Angsle dan Ronde Titoni menjadi salah satu tujuan favorit untuk menikmati minuman hangat. Gerai yang berada di dekat Alun-Alun Malang ini telah beroperasi sejak 1948 dan masih mempertahankan cita rasa yang dikenal banyak generasi.
Menu andalannya adalah wedang ronde yang berisi bola-bola tepung kenyal dalam kuah jahe hangat. Selain itu, tersedia pula angsle dengan isian roti tawar, kacang hijau, petulo, dan kuah santan yang gurih serta manis. Pilihan ronde kering maupun roti goreng juga bisa dinikmati sebagai pelengkap.
Gerai ini berada di Jalan Zainul Arifin Nomor 17, tidak jauh dari Alun-Alun Malang. Jam operasional umumnya dimulai sekitar pukul 17.00 atau 18.00 WIB hingga tengah malam. Harga menu mulai dari kisaran Rp10.000 per porsi. Banyak pengunjung memilih datang saat malam atau ketika cuaca sedang gerimis karena wedang jahe terasa lebih nikmat disantap dalam suasana tersebut.
14. Tahu Lontong Lonceng
Tahu Lontong Lonceng menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan sejak 1935. Rumah makan yang berada di kawasan Kotalama ini dikenal berkat sajian tahu telur lontong dengan bumbu petis khas Jawa Timur yang menjadi ciri utamanya.
Satu porsi terdiri dari sambal petis, potongan lontong, tahu telur yang digoreng hingga renyah, serta taburan kecambah. Perpaduan rasa gurih dengan aroma petis yang khas membuat menu ini tetap diminati oleh pelanggan dari berbagai generasi.
Selain tahu telur lontong, tersedia pula tahu telur nasi maupun tahu lontong biasa. Harga makanan mulai sekitar Rp8.000 per porsi sehingga masih tergolong ramah di kantong. Depot berlokasi di Jalan Laksamana Martadinata Nomor 66, Kotalama, dan buka sekitar pukul 10.00–22.00 WIB, sedangkan pada hari Minggu mulai pukul 16.00 WIB. Bagi pencinta cita rasa petis, meminta tambahan bumbu menjadi salah satu cara untuk menikmati karakter khas hidangan ini dengan lebih maksimal.
(kpl/mda)
Advertisement
D Academy 8
-
Aktivitas Seleb Potret Ega Noviantika & Rafly Nostalgia di Dangdut Academy 8
-
Fashion Selebriti Indonesia Potret Tasya, Valen, April DA Kompak Bertiga, Penampilannya Curi Perhatian
-
Kisah Inspiratif Diva Dangdut Academy 8 Pernah Tidur di Peti Keyboard
