7 Cara Membuat Celengan dari Barang Bekas, Modal Nyaris Nol hingga Berpeluang Jadi Usaha

7 Cara Membuat Celengan dari Barang Bekas, Modal Nyaris Nol hingga Berpeluang Jadi Usaha
celengan atau tabungan dari barang bekas DIY (AI Generated)

Kapanlagi.com - Botol plastik, kaleng susu, toples, hingga kardus yang sudah tidak terpakai masih memiliki nilai guna jika diolah dengan cara yang tepat. Salah satu ide yang mudah dicoba adalah membuat celengan dari barang bekas. Selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, aktivitas ini juga bisa menjadi sarana mengenalkan kebiasaan menabung sejak dini.

Belakangan, konsep upcycling semakin banyak diminati karena mampu mengubah barang yang semula dianggap tidak berguna menjadi produk dengan nilai pakai yang lebih tinggi. Beragam inspirasi pembuatannya pun mudah ditemukan melalui media sosial, sehingga siapa saja dapat mempraktikkannya di rumah tanpa harus memiliki kemampuan kerajinan khusus.

Menariknya, proyek sederhana ini dapat dimulai dengan modal yang sangat kecil. Sebagian besar bahan sudah tersedia di rumah, sementara perlengkapan tambahan seperti cat atau aksesori bisa dibeli secara bertahap sesuai kebutuhan. Jika hasilnya terus dikembangkan, celengan buatan tangan juga berpotensi dipasarkan sebagai produk kerajinan rumahan.

1. Alasan DIY Celengan Layak Dicoba

Membuat celengan dari barang bekas termasuk aktivitas yang ramah bagi pemula. Tingkat kesulitannya rendah dengan waktu pengerjaan sekitar 30 hingga 60 menit dalam satu sesi. Bagi yang memiliki waktu terbatas, kegiatan ini tetap dapat dilakukan secara bertahap selama satu hingga tiga jam setiap pekan.

Dari sisi biaya, kebutuhan awalnya juga cukup fleksibel. Jika seluruh bahan berasal dari rumah, modalnya praktis tidak ada. Sementara bagi yang ingin hasil lebih rapi, biaya sekitar Rp20 ribu hingga Rp60 ribu sudah cukup untuk membeli cat, lem tembak, dan beberapa hiasan sederhana.

Aktivitas ini dapat dilakukan sendiri maupun bersama keluarga. Anak-anak pun bisa ikut menghias setelah proses pemotongan selesai dikerjakan orang dewasa. Saat musim hujan, proses pengeringan cat memang membutuhkan waktu lebih lama karena kelembapan udara yang lebih tinggi.

2. Tak Hanya Tempat Menabung, Ada Banyak Manfaat Lain

Kegiatan membuat kerajinan tangan juga berkaitan dengan kesehatan mental. Berdasarkan riset Mental Health America, aktivitas seni selama sekitar 45 menit mampu membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol pada sekitar 75 persen partisipan penelitian.

Hal serupa juga disampaikan Dr. Sanjay Gupta yang dikutip WBRZ. Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan kegiatan membuat kerajinan berhubungan dengan meningkatnya rasa bahagia sekaligus kepuasan hidup.

Peneliti Helen Keyes yang dikutip Forbes bahkan mengatakan, "Pemerintah dan layanan kesehatan bisa mempertimbangkan untuk mendanai dan mempromosikan kerajinan, bahkan meresepkannya secara sosial bagi kelompok rentan sebagai upaya menjaga kesehatan mental."

Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, celengan buatan sendiri juga menjadi media edukasi keuangan bagi anak. Studi University of Cambridge menunjukkan bahwa banyak kebiasaan mengelola uang mulai terbentuk ketika anak berusia sekitar tujuh tahun sehingga pengenalan konsep menabung sejak dini dinilai penting.

David Whitebread, psikolog perkembangan dari University of Cambridge yang dikutip Yahoo Finance, menjelaskan bahwa pola berpikir yang memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, termasuk soal keuangan, mulai berkembang pada masa awal kehidupan. Karena itu, anak cenderung lebih bersemangat menabung ketika menggunakan celengan yang mereka buat sendiri.

Di sisi lain, memanfaatkan botol atau wadah bekas juga membantu mengurangi sampah. Data Government Accountability Office (GAO) mencatat bahwa dari 353 juta ton sampah plastik dunia pada 2019, hampir 70 persen berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar. Menggunakan kembali satu botol bekas memang terlihat sederhana, tetapi tetap menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah.

Aktivitas ini juga melatih koordinasi tangan dan mata, kemampuan memecahkan masalah, serta motorik halus, terutama ketika anak memasukkan uang ke dalam celengan. Jika terus dikembangkan, hasil kerajinan tersebut juga dapat menjadi produk bernilai jual.

3. Langkah Membuat Celengan dari Barang Bekas untuk Pemula

Sebelum mulai berkreasi, siapkan terlebih dahulu wadah utama yang akan digunakan. Pilihannya bisa berupa botol plastik berukuran 500 ml hingga 1 liter, kaleng bekas susu, toples plastik, maupun kardus yang masih kokoh. Semakin besar ukuran wadah, semakin banyak uang yang dapat disimpan.

Cuci seluruh bahan menggunakan sabun hingga bersih, lepaskan label yang masih menempel, lalu keringkan sepenuhnya. Jika menggunakan kaleng, pastikan tidak ada bagian yang tajam agar lebih aman ketika dipakai.

Peralatan pendukung yang perlu disiapkan antara lain gunting atau cutter, lem tembak beserta isi ulangnya, cat akrilik, kain flanel, spidol permanen, amplas halus, serta aksesori seperti mata boneka, pita, atau manik-manik sesuai desain yang diinginkan.

4. Membuat Slot Uang dan Rangka Celengan

Tahap berikutnya adalah membuat lubang untuk memasukkan uang. Gunakan cutter tajam untuk membuat celah sekitar 0,5 x 5 sentimeter pada bagian atas wadah. Ukuran tersebut cukup untuk koin maupun uang kertas yang dilipat tanpa membuat isi celengan mudah keluar.

Setelah lubang selesai dibuat, haluskan seluruh sisi potongan menggunakan amplas agar tidak meninggalkan bagian tajam yang dapat melukai tangan. Seluruh proses pemotongan sebaiknya dilakukan oleh orang dewasa, sedangkan anak-anak cukup dilibatkan ketika memasuki tahap menghias.

Agar celengan lebih nyaman digunakan, tambahkan sistem buka-tutup. Caranya bisa dengan memanfaatkan tutup ulir pada toples atau membuat dua bagian botol yang dapat disatukan kembali. Dengan begitu, isi celengan dapat diambil tanpa harus merusak bentuknya.

5. Saatnya Menghias Celengan

Setelah bentuk dasar selesai, aplikasikan cat akrilik sebagai lapisan pertama. Oleskan tipis terlebih dahulu, tunggu hingga benar-benar kering, kemudian lanjutkan dengan lapisan berikutnya supaya warna terlihat lebih rata.

Jika cuaca sedang lembap atau musim hujan, proses pengeringan biasanya membutuhkan waktu lebih lama. Menempatkan hasil pengecatan di dekat kipas angin dapat membantu mempercepat proses tersebut.

Tahap dekorasi menjadi bagian yang paling bebas untuk dikreasikan. Flanel dapat dipotong menjadi telinga, sayap, atau bentuk lain sesuai karakter yang diinginkan. Mata boneka, pita, maupun gambar menggunakan spidol permanen juga dapat ditambahkan agar tampilannya semakin menarik.

Bagi anak-anak, model yang masih memperlihatkan sebagian isi botol bisa menjadi pilihan. Uang yang terus bertambah akan terlihat dari luar sehingga dapat menjadi penyemangat untuk terus menabung.

6. Finishing agar Lebih Awet

Setelah seluruh hiasan selesai dipasang, lindungi permukaan celengan menggunakan satu lapis clear coat atau selotip bening agar cat tidak mudah terkelupas ketika sering dipegang.

Tambahkan pula tulisan target tabungan pada bagian luar, misalnya "Sepeda", "Liburan", atau tujuan lain yang ingin dicapai. Cara sederhana ini dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk lebih konsisten menyisihkan uang.

Sebelum digunakan setiap hari, lakukan uji coba dengan memasukkan beberapa koin. Pastikan celengan tetap berdiri stabil dan tidak mudah terguling. Untuk anak-anak, penggunaan tiga wadah berbeda, masing-masing untuk kebutuhan jajan, tabungan, dan berbagi juga dapat membantu mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini.

Bagi pemula, perkembangan kemampuan dapat dilakukan secara bertahap. Minggu pertama bisa difokuskan untuk menyelesaikan satu model sederhana, kemudian mencoba berbagai bentuk dari botol, kaleng, maupun toples pada bulan berikutnya. Setelah beberapa bulan berlatih, hasil kerajinan tersebut sudah dapat dipasarkan melalui bazar sekolah ataupun marketplace.

7. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Celengan

Ada beberapa hal yang kerap membuat hasil kerajinan kurang maksimal, terutama bagi yang baru pertama kali mencoba. Salah satunya adalah menggunakan wadah yang belum benar-benar kering. Kondisi tersebut membuat lem sulit menempel dan cat lebih mudah mengelupas.

Ukuran slot uang juga perlu diperhatikan. Celah yang terlalu besar dapat menyebabkan koin mudah keluar ketika celengan dipindahkan. Sebaliknya, jika terlalu sempit, uang kertas akan sulit dimasukkan.

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah tidak menghaluskan bekas potongan plastik atau kaleng. Tepi yang masih tajam berisiko melukai tangan, terutama jika celengan digunakan anak-anak. Penggunaan lem yang tidak sesuai juga membuat hiasan mudah terlepas, sehingga lem tembak atau lem khusus plastik menjadi pilihan yang lebih tepat.

Dalam proses menghias, hindari langsung mengaplikasikan cat terlalu tebal. Berikan lapisan tipis secara bertahap agar warna lebih merata dan waktu pengeringan tidak terlalu lama. Hiasan yang dipasang secukupnya juga akan membuat tampilan celengan terlihat lebih rapi.

Bagi yang ingin menghemat biaya, toples bekas dapat langsung dihias menggunakan benang atau potongan flanel yang sudah tersedia di rumah. Proyek ini juga tidak membutuhkan ruang luas sehingga cocok dikerjakan di meja belajar maupun sudut rumah.

8. Estimasi Modal hingga Peluang Menjadi Usaha

Membuat celengan dari barang bekas dapat dimulai tanpa biaya apabila seluruh bahan berasal dari rumah. Namun, jika ingin menghasilkan produk dengan tampilan lebih menarik, pengeluaran utama biasanya berasal dari pembelian cat akrilik, kain flanel, lem tembak, dan aksesori dekorasi.

Dengan kisaran modal sekitar Rp55.000 hingga Rp110.000 per bulan, bahan tersebut umumnya cukup untuk membuat sekitar 10 sampai 15 celengan. Jika dipasarkan dengan harga Rp20.000 hingga Rp75.000 per buah, potensi omzet berada pada kisaran Rp200.000 hingga Rp1.100.000 setiap bulan, tergantung jumlah produksi dan tingkat detail pengerjaan.

Produk buatan tangan memiliki nilai tambah karena desainnya dapat disesuaikan dengan keinginan pembeli. Karakter tertentu, tema ulang tahun, hadiah untuk anak, hingga celengan dengan target tabungan khusus bisa menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen.

Setelah menguasai teknik dasar, pemasaran dapat diperluas melalui marketplace maupun media sosial. Dokumentasi proses pembuatan dalam bentuk video pendek juga dapat dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli sekaligus membangun identitas merek.

Selain menjual produk jadi, peluang lain yang dapat dikembangkan adalah menerima pesanan khusus, mengadakan workshop di sekolah atau komunitas, hingga membuat konten edukasi mengenai pemanfaatan barang bekas.

9. Cara Terus Mengembangkan Kreativitas

Kemampuan membuat kerajinan akan berkembang apabila terus diasah. Saat ini banyak inspirasi yang bisa diperoleh melalui TikTok, Instagram, maupun Lemon8 yang dipenuhi tutorial langkah demi langkah menggunakan berbagai jenis barang bekas.

Komunitas daur ulang di media sosial juga menjadi tempat bertukar ide, berbagi pengalaman, hingga memperoleh informasi mengenai bahan atau perlengkapan dengan harga lebih terjangkau. Bagi pemula yang ingin belajar lebih sistematis, kelas daring tentang crafting juga mulai banyak tersedia.

Berbagai bazar kreatif yang sering diadakan menjelang Hari Bumi maupun acara komunitas dapat dimanfaatkan untuk melihat tren terbaru sekaligus memperkenalkan hasil karya kepada masyarakat.

Pada akhirnya, membuat celengan dari barang bekas bukan hanya menjadi cara memanfaatkan limbah rumah tangga. Aktivitas sederhana ini juga dapat membantu membangun kebiasaan menabung, melatih kreativitas, sekaligus membuka peluang memperoleh penghasilan tambahan ketika ditekuni secara konsisten.

(kpl/mda)

Rekomendasi

Trending