8 Kesalahan Setelah Mewarnai Rambut di Salon yang Sebaiknya Kamu Hindari

8 Kesalahan Setelah Mewarnai Rambut di Salon yang Sebaiknya Kamu Hindari
Kesalahan Setelah Mewarnai Rambut di Salon (Photo by Caspar Camille Rubin on Unsplash)

Kapanlagi.com - Kamu mungkin merasa sangat percaya diri saat keluar dari salon dengan warna rambut baru yang segar, berkilau, dan bervolume. Namun, tantangannya adalah menjaga warna dan kondisi rambut tersebut tetap prima setelah kembali menjalani rutinitas perawatan rambut sehari-hari.

Ada beberapa kebiasaan yang justru dapat membuat warna lebih cepat memudar atau rambut menjadi kurang sehat. Karena itu, penata rambut profesional menyarankan untuk menghindari sejumlah kesalahan setelah mewarnai rambut di salon.

Berikut kesalahan setelah mewarnai rambut di salon, dilansir KapanLagi.com dari laman Real Simple, Kamis (10/9).

1. Menggunakan Sampo Berkualitas Rendah

Ilustrasi Sampo (Photo by Andrzej Gdula on Unsplash)

Kamu tidak harus menghabiskan banyak uang untuk membeli sampo dan kondisioner. Namun, sebisa mungkin hindari produk berkualitas rendah karena warna rambut merupakan sebuah investasi, sementara produk yang digunakan sehari-hari dapat memengaruhi kecerahan warna dan kesehatan rambut.

Sampo yang mengandung sulfat dapat membuat rambut kering, memudarkan warna, dan mengiritasi kulit. Sebagai gantinya, gunakan sampo yang diformulasikan khusus untuk rambut yang diwarnai karena sampo berkualitas dapat membantu menjaga kesehatan dan warna rambut.

2. Langsung Berenang Setelah Mewarnai Rambut

Ilustrasi Berenang (Photo by Haley Phelps on Unsplash)

Usahakan tidak menjadwalkan pewarnaan rambut sebelum menghadiri pesta kolam renang atau berlibur ke daerah tropis. Jika memang harus melakukannya, hindari membasahi rambut.

Bagi kamu yang terbiasa mewarnai rambut tepat sebelum liburan, disarankan untuk membuat janji pewarnaan satu minggu sebelumnya, bukan sehari sebelum keberangkatan.

3. Mencuci Rambut Terlalu Sering

Menentukan frekuensi mencuci rambut memang membutuhkan keseimbangan. Terlalu jarang mencuci rambut dapat mengganggu keseimbangan kulit kepala dan menyebabkan iritasi serta rambut berminyak. Namun, terlalu sering mencucinya juga dapat membuat warna rambut memudar dan rambut menjadi kering.

Sampo dapat menghilangkan warna dan kelembapan rambut, seperti deterjen pakaian dan sabun. Sebagai alternatif, gunakan kondisioner pembersih sebagai pengganti setidaknya satu kali keramas dalam seminggu.

Rambut yang sehat tidak perlu terlalu sering dicuci dengan sampo, sedangkan kondisioner pembersih dapat membersihkan minyak di kulit kepala sekaligus menambah kelembapan pada ujung rambut.

4. Menggunakan Alat Pelurus Rambut di Garis Rambut

Ilustrasi Alat Pelurus Rambut (Photo by TYMO Beauty on Unsplash)

Alat pelurus rambut memang dapat membantu menata rambut. Namun, selain menurunkan suhunya, disarankan untuk menghindari penggunaan alat tersebut pada garis rambut.

Rambut di garis rambut lebih halus dan rapuh dibandingkan bagian lainnya. Bagian ini juga sering menjadi rambut yang diberi highlight saat proses pewarnaan.

Jika harus menggunakan alat pelurus, hindari menyentuh garis rambut dan tata bagian tersebut menggunakan sikat bulat serta pengering rambut, terutama setelah rambut baru saja diputihkan. Penggunaan alat pelurus dapat menyebabkan rambut patah dan kusut, padahal sebenarnya tidak diperlukan.

5. Keluar dari Salon dengan Rambut Masih Basah

Ilustrasi Rambut Basah (Photo by Lindsay Cash on Unsplash)

Meninggalkan salon dengan rambut yang baru selesai di-blowout bisa menjadi salah satu bagian terbaik dari kunjungan ke salon. Namun, terkadang kamu sedang terburu-buru atau lebih memilih mengeringkan rambut sendiri di rumah.

Disarankan juga untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut. Rambut perlu dilihat dalam kondisi kering agar kamu dan penata warna rambut dapat mengevaluasi hasil pewarnaan secara lebih akurat.

Luangkan waktu untuk melakukan blowout di salon agar kamu terhindar dari kejutan yang tidak diinginkan. Selain itu, kamu bisa pulang dengan rambut yang terlihat lebih menawan.

6. Menyisir Rambut Terlalu Keras

Rambut berada dalam kondisi cukup rentan selama beberapa hari dan minggu setelah proses bleaching, highlighting, atau pewarnaan. Salah satu kesalahan yang sering dilihat adalah kebiasaan menyisir rambut terlalu keras segera setelah menjalani perawatan warna.

Disarankan agar rambut yang belum dibasahi tidak disisir menggunakan sikat berbahan logam setelah proses highlighting karena dapat menyebabkan rambut patah dan membuat tampilannya tidak lagi terlihat mewah.

Sebagai gantinya, gunakan kondisioner tanpa bilas, kemudian sisir secara perlahan menggunakan sikat yang dirancang khusus untuk rambut basah sebelum menatanya.

7. Menaikkan Suhu Alat Penata Rambut

Ilustrasi Catokan Rambut (Photo by Jenna Oslin on Unsplash)

Kamu mungkin tidak ingin berhenti menggunakan alat penata rambut bersuhu panas, terutama jika alat tersebut membantu menunjang penampilan. Namun, disarankan untuk menurunkan suhunya daripada benar-benar berhenti menggunakannya.

Panas yang berlebihan dapat menjadi salah satu hal yang paling merusak rambut karena menyebabkan rambut patah dan kering, bahkan dapat membakar rambut.

Gunakan pengaturan suhu yang lebih rendah, yaitu 200 hingga 300 derajat Fahrenheit, serta selalu aplikasikan semprotan pelindung panas sebelum menggunakan pengering rambut, alat pengeriting, atau alat penata rambut panas lainnya.

8. Memperbarui Warna dengan Pewarna Rambut Kemasan

Mewarnai rambut secara profesional membutuhkan biaya, sehingga menjaga kecerahan warna setelah keluar dari salon menjadi hal yang penting. Memperpanjang jarak antara jadwal pewarnaan boleh dilakukan, tetapi penata rambut profesional menyarankan untuk tidak menggunakan pewarna rambut kemasan sebagai cara memperbarui warna.

Pewarna rambut kemasan umumnya mengandung garam logam yang keras, amonia dalam kadar tinggi, dan bahan kimia yang dapat merusak rambut. Produk tersebut juga umumnya tidak baik untuk kulit kepala, sulit dihilangkan, dan hasilnya dapat tidak terduga sehingga menyebabkan warna tidak merata.

Sebagai gantinya, tetap gunakan pewarna rambut profesional. Untuk membantu mengatasi pertumbuhan akar, uban, dan rambut yang kusam, kamu dapat menggunakan semprotan penutup akar sementara, sampo antikuning, perawatan glossing, atau toner.

9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Setelah Mewarnai Rambut di Salon

Apa saja kesalahan yang perlu dihindari setelah mewarnai rambut di salon?

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain terlalu sering mencuci rambut, menggunakan sampo berkualitas rendah, menyisir terlalu keras, menggunakan alat panas dengan suhu tinggi, serta memperbarui warna menggunakan pewarna rambut kemasan.

Bolehkah langsung berenang setelah mewarnai rambut?

Sebaiknya hindari berenang atau membasahi rambut setelah mewarnainya. Jika ingin mewarnai rambut sebelum liburan, sebaiknya jadwalkan pewarnaan sekitar satu minggu sebelumnya, bukan sehari sebelum keberangkatan.

Bagaimana cara menjaga warna rambut tetap terlihat bagus setelah dari salon?

Gunakan sampo yang diformulasikan khusus untuk rambut diwarnai, hindari penggunaan alat penata rambut dengan suhu terlalu tinggi, dan gunakan semprotan pelindung panas. Untuk pertumbuhan akar, uban, atau rambut kusam, gunakan semprotan penutup akar sementara, sampo antikuning, perawatan glossing, atau toner.

(kpl/rmt)

Rekomendasi

Trending