Cara Bikin Tempe Sendiri untuk Lauk Bergizi, Tanpa Pusing Kepikiran Harga Kedelai Naik

Cara Bikin Tempe Sendiri untuk Lauk Bergizi, Tanpa Pusing Kepikiran Harga Kedelai Naik
Cara Bikin Tempe Sendiri untuk Lauk Bergizi Tanpa Harga Kedelai Naik (h)

Kapanlagi.com - Cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik kini menjadi solusi cerdas bagi banyak keluarga Indonesia. Tempe buatan rumah tidak hanya lebih hemat, tetapi juga menjamin kualitas dan kesegaran yang sulit ditandingi oleh tempe yang dijual di pasaran.

Menguasai cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik sejatinya tidak memerlukan peralatan khusus. Untuk membuat tempe di rumah, kamu hanya membutuhkan kacang-kacangan, sesendok ragi tempe, dan tempat hangat di rumah. Bahkan, tempe tidak harus selalu dari kedelai sehingga harga bahan baku bisa ditekan secara signifikan.

Dilansir dari Healthline, tempe adalah produk kedelai fermentasi yang memiliki beragam manfaat kesehatan. Tempe berpotensi menurunkan kadar kolesterol, stres oksidatif, serta nafsu makan berlebih, sekaligus mengandung probiotik dan prebiotik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan serta mengurangi peradangan.

1. 1. Cara Menyiapkan Bahan dan Merendam Kedelai untuk Bikin Tempe Sendiri

1. Cara Menyiapkan Bahan dan Merendam Kedelai untuk Bikin Tempe Sendiri (c) Ilustrasi AI

Langkah paling awal dalam cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik adalah mempersiapkan bahan dengan benar. Proses ini menentukan keberhasilan fermentasi dan kualitas tempe yang dihasilkan.

(c)Ilustrasi AI

  1. Pilih kedelai atau kacang alternatif berkualitas: Hal pertama adalah mendapatkan kedelai organik dan non-GMO yang berkualitas baik. Namun jika harga kedelai sedang melambung, kamu sebenarnya bisa membuat tempe dengan kacang apa saja seperti kacang hitam, kacang arab, hingga kacang polong. Kamu juga bisa menggunakan biji-bijian seperti beras merah, barley, atau millet. Alternatif ini menjadi solusi ketika harga kedelai sedang naik.

  2. Rendam kedelai selama 12-18 jam: Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, rendam kedelai selama 12-18 jam dengan air dingin dan pastikan seluruh kedelai terendam sempurna. Selagi direndam, remas kedelai sesekali agar kulit ari terlepas sehingga kedelai jadi lebih lunak.

  3. Kupas kulit ari kedelai: Kulit kedelai perlu dibuang agar spora ragi tempe bisa menginokulasi kacang. Gunakan tangan untuk meremas kacang dengan gerakan menekan yang kuat untuk melepaskan kulitnya. Proses ini tidak perlu sempurna, tetapi sebagian besar kulit harus terlepas.

  4. Rebus kedelai hingga empuk: Rebus kedelai selama 30-45 menit hingga lunak. Masak kacang-kacangan hingga al dente, karena proses masak akan terus berlanjut selama fermentasi. Mengacu pada panduan Revolution Fermentation, jika menggunakan kacang yang terlalu matang, tempe akan menjadi lembek dan cenderung tidak memiliki cukup sirkulasi udara untuk kultur tempe berkembang dengan baik.

  5. Keringkan kedelai secara menyeluruh: Hamparkan kedelai yang sudah ditiriskan di atas handuk bersih dan biarkan kelembapan menguap. Menjaga tempe tetap terlalu lembap saat proses kultur adalah penyebab paling umum tempe gagal. Pastikan kacang kering saat disentuh sebelum melanjutkan langkah berikutnya.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Tempe dari Mentah Hingga Jadi Makanan

2. 2. Cara Fermentasi Tempe yang Benar agar Hasilnya Sempurna

2. Cara Fermentasi Tempe yang Benar agar Hasilnya Sempurna (c) Ilustrasi AI

Setelah bahan siap, tahap fermentasi menjadi kunci keberhasilan dalam cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik. Berdasarkan panduan dari The Kitchn, membuat tempe adalah proses fermentasi yang terkontrol, sehingga setiap detail perlu diperhatikan.

  1. Tambahkan cuka untuk menurunkan pH: Sebagaimana dilaporkan Brod & Taylor, asam dari cuka membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Campurkan sekitar 2-3 sendok makan cuka ke kedelai yang sudah dingin dan aduk rata. Langkah ini sering terlewatkan padahal sangat krusial.

  2. Taburkan ragi tempe secara merata: Pastikan kedelai sudah benar-benar dingin sebelum diberi ragi. Jika masih panas, mikroorganisme akan mati. Perbandingannya, 1 kg kedelai membutuhkan ragi tempe sekitar 1 sendok teh. Campurkan dan aduk rata agar ragi terdistribusi ke seluruh kacang.

  3. Bungkus dengan plastik berlubang atau daun pisang: Selama fermentasi, tempe harus menjaga kelembapan sekaligus bernapas pada saat bersamaan. Secara tradisional, daun pisang digunakan untuk tujuan ini. Jika menggunakan plastik, lubangi dengan tusuk gigi setiap 2-3 cm. Jika lubang tidak cukup banyak, kultur akan kesulitan berkembang dengan baik.

  4. Jaga suhu inkubasi antara 28-32°C: Agar miselium tumbuh, kacang harus dijaga pada suhu antara 85° hingga 90°F selama 24 hingga 48 jam. Jika suhu tidak cukup hangat, spora tempe mungkin tidak tumbuh. Sebaliknya, jika terlalu panas, spora bisa mati.

  5. Turunkan suhu setelah 12 jam: Poin penting yang sering diabaikan adalah setelah 12 jam, tempe mulai menghasilkan panasnya sendiri. Oleh karena itu, turunkan suhu dan pastikan tempe tidak kepanasan. Kamu bisa memindahkan tempe dari inkubator ke suhu ruangan biasa.

Berdasarkan data dari Revolution Fermentation, memasak kacang sedikit untuk menghindari tempe lembek, mengeringkannya dengan baik setelah dimasak untuk mencegah kontaminasi, memastikan aerasi yang baik dengan melubangi kantong fermentasi, dan menjaga suhu ideal antara 28 dan 32°C adalah empat pilar utama keberhasilan.

Baca juga: Mengolah Tempe untuk Diet yang Sehat dan Lezat

3. 3. Cara Menyimpan dan Mengolah Tempe Buatan Sendiri menjadi Lauk Bergizi

3. Cara Menyimpan dan Mengolah Tempe Buatan Sendiri menjadi Lauk Bergizi (c) Ilustrasi AI

Tempe yang sudah berhasil difermentasi perlu disimpan dan diolah dengan tepat. Inilah kelanjutan dari cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik yang sayang dilewatkan.

  1. Periksa kematangan tempe: Setelah 24-48 jam, periksa tempe buatanmu. Tempe yang baik memiliki aroma seperti kacang dan jamur yang menyenangkan. Jika sudah padat dan terbalut miselium putih, artinya fermentasi berhasil. Beberapa bintik abu-abu atau hitam pada tempe adalah hal yang normal.

  2. Simpan di kulkas atau freezer: Tempe bisa bertahan seminggu di kulkas atau beberapa bulan di dalam freezer, bahkan hingga 6 bulan. Bungkus rapat dengan plastik sebelum disimpan. Dengan membuat tempe dalam jumlah banyak sekaligus, kamu bisa menghemat waktu dan biaya.

  3. Olah tempe menjadi berbagai lauk lezat: Tempe buatan sendiri bisa digoreng, ditumis, dibacem, atau dipanggang. Untuk variasi, coba orek tempe pedas manis, tempe bacem khas Jawa, atau kering tempe renyah tahan lama.

  4. Masak tempe sebelum dikonsumsi: Tempe harus dimasak dengan benar sebelum dimakan. Tempe bisa dikukus, direbus, dimarinasi lalu ditumis, atau diolah sesuai resep favoritmu seperti tempe kecap.

Baca juga: Aneka Resep Oseng Tempe yang Praktis untuk Keluarga

4. Manfaat Gizi Tempe Buatan Sendiri sebagai Lauk Bergizi Harian

Manfaat Gizi Tempe Buatan Sendiri sebagai Lauk Bergizi Harian (c) Ilustrasi AI

Memahami nilai gizi tempe memperkuat alasan mengapa cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik layak dipraktikkan. Seperti yang diberitakan Cleveland Clinic, tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dan mengandung sembilan asam amino esensial, menjadikannya protein lengkap. Kandungan ini menjadikan tempe setara dengan sumber protein hewani dari segi kelengkapan asam amino.

Sebagaimana diungkapkan WebMD, seperti produk kedelai lainnya, tempe mengandung isoflavon yang merupakan fitokimia dengan sifat antikanker dan antioksidan. Selain itu, tempe biasanya tidak menyebabkan kembung atau gas sehingga menjadi alternatif yang baik untuk orang dengan gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS). Proses fermentasi juga memecah asam fitat dalam kedelai, sehingga tubuh lebih mudah menyerap mineral yang terkandung di dalamnya.

Merujuk data dari Healthline, diet kaya protein juga dapat membantu dalam pengelolaan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar. Satu studi menemukan bahwa camilan kedelai berprotein tinggi dapat meningkatkan nafsu makan, rasa kenyang, dan kualitas diet dibandingkan camilan tinggi lemak. Dengan bikin tempe sendiri, kamu mendapatkan sumber protein ekonomis yang sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia sejak berabad-abad lalu.

Keunggulan lain dari tempe buatan sendiri adalah fleksibilitas bahan baku. Kedelai adalah bahan paling umum untuk membuat tempe, tetapi bukan berarti tidak ada alternatif. Kamu bisa menggunakan hampir semua jenis kacang-kacangan atau biji-bijian seperti kacang hitam, kacang arab, biji bunga matahari, beras merah, hingga kacang tanah. Strategi ini sangat relevan ketika harga kedelai naik karena kamu tetap bisa membuat tempe bergizi dari bahan lokal yang lebih terjangkau.

5. FAQ

FAQ (c) Ilustrasi AI

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bikin tempe sendiri di rumah?

Proses cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari secara keseluruhan. Perendaman kedelai memakan waktu 12-18 jam, dilanjutkan perebusan dan pengeringan beberapa jam, serta fermentasi selama 24-48 jam. Setelah itu, tempe siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Apakah tempe buatan sendiri aman dikonsumsi?

Jika dibuat dengan ragi tempe yang segar, kebersihan yang baik, dan kondisi fermentasi yang tepat, tempe buatan rumah aman untuk dimakan dan banyak dibuat di rumah secara luas. Kuncinya adalah menjaga kebersihan peralatan, memastikan suhu fermentasi stabil, dan selalu memasak tempe sebelum dikonsumsi. Cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik ini bisa dipraktikkan siapa saja selama mengikuti prosedur yang benar.

Bisakah membuat tempe tanpa kedelai saat harga kedelai sedang mahal?

Tentu bisa. Cara bikin tempe sendiri untuk lauk bergizi tanpa harga kedelai naik sangat memungkinkan dengan bahan alternatif. Tempe bisa dibuat dengan kacang apa saja seperti kacang hitam, kacang arab, dan kacang polong, serta biji-bijian seperti beras merah, barley, atau millet. Prosedur pembuatannya hampir sama, sehingga kamu tetap bisa menikmati lauk berprotein tinggi meski harga kedelai sedang melambung.

Daftar Referensi

  1. Healthline. Tempeh Nutrition and Benefits. Diakses pada 21 Mei 2026, dari https://www.healthline.com/nutrition/tempeh
  2. Cleveland Clinic. Nutrition and Health Benefits of Tempeh. Diakses pada 21 Mei 2026, dari https://health.clevelandclinic.org/tempeh-nutrition-and-benefits
  3. WebMD. Tempeh: Health Benefits & Nutrition. Diakses pada 21 Mei 2026, dari https://www.webmd.com/food-recipes/tempeh-health-benefits
  4. Revolution Fermentation. 6 Tips for Successfully Making Homemade Tempeh. Diakses pada 21 Mei 2026, dari https://revolutionfermentation.com/en/blogs/tempeh-soy-grains/tempeh-making-tips/
  5. The Kitchn. How To Make Tempeh (Easy 3-Ingredient Recipe). Diakses pada 21 Mei 2026, dari https://www.thekitchn.com/how-to-make-tempeh-cooking-lessons-from-the-kitchn-202369

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending