Cara Membuat Donat Empuk dan Mengembang Sempurna, Panduan Lengkap Anti Gagal

Cara Membuat Donat Empuk dan Mengembang Sempurna, Panduan Lengkap Anti Gagal
cara membuat donat (h)

Kapanlagi.com - Cara membuat donat yang empuk dan mengembang sempurna sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Tepung terigu menjadi fondasi utama adonan donat karena kandungan proteinnya menentukan potensi pembentukan gluten, yaitu jaringan protein yang memberikan struktur dan memungkinkan adonan mengembang.

Menguasai cara membuat donat di rumah memungkinkan kamu bereksperimen dengan berbagai topping dan isian sesuai selera. Donat ragi dibuat dari adonan beragi yang sedikit manis lalu digoreng deep fry, menghasilkan bagian luar yang lembut dan bagian dalam yang mengembang ringan. Dengan teknik yang tepat, donat buatan sendiri bisa seempuk donat dari toko roti terkenal.

Tekstur donat yang ideal bukan sekadar penanda kualitas, melainkan juga keunggulan kompetitif. Lory Quignon, R&D Manager di Puratos, dikutip dari puratos.com menyatakan, "Kelezatan saat ini berarti gigitan yang pendek dan sensasi meleleh di mulut, bukan kekenyalan atau kepadatan."

1. 1. Cara Membuat Donat Empuk dengan Resep Klasik

1. Cara Membuat Donat Empuk dengan Resep Klasik (c) Ilustrasi AI

Cara membuat donat empuk dengan resep klasik merupakan dasar yang wajib dikuasai sebelum mencoba variasi lainnya. Resep ini menggunakan bahan-bahan standar seperti tepung terigu protein tinggi, ragi instan, gula, telur, dan mentega untuk menghasilkan donat yang empuk dan lembut.(c)Ilustrasi AI

  1. Siapkan bahan: Kamu memerlukan 500 gram tepung terigu protein tinggi, 11 gram ragi instan, 100 gram gula pasir, 2 butir kuning telur, 100 gram mentega, 250 ml susu cair dingin, dan setengah sendok teh garam.

  2. Campurkan bahan kering: Masukkan tepung terigu, ragi instan, dan gula pasir ke dalam wadah besar. Aduk rata selama satu menit agar ragi tidak langsung bersentuhan dengan garam yang bisa menghambat aktivitasnya.

  3. Tambahkan bahan basah: Masukkan kuning telur, lalu tuangkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan mulai menyatu. Lakukan windowpane test dengan cara mengambil sedikit adonan lalu meregangkannya perlahan dengan jari. Adonan yang siap harus bisa ditarik tanpa putus dan kamu bisa melihat cahaya menembus lapisan tipisnya.

  4. Masukkan mentega: Mentega berperan penting dalam resep ini karena melunakkan struktur gluten yang sudah terbentuk selama proses pengulenan, membuat adonan menjadi lembut, berkilau, dan menambah cita rasa. Uleni kembali hingga adonan kalis dan elastis, sekitar 15 menit.

  5. Lakukan proofing pertama: Bulatkan adonan, tutup dengan kain lembap atau plastik wrap, lalu diamkan selama sekitar 1 jam hingga mengembang dua kali lipat ukuran semula. Proses fermentasi ini membuat ragi menghasilkan gas karbon dioksida yang mengembangkan adonan.

  6. Bentuk donat: Kempiskan adonan, bagi menjadi bagian masing-masing sekitar 50 gram, lalu bulatkan. Lubangi bagian tengahnya. Pastikan lubang tengah cukup besar karena jika terlalu kecil, lubang akan menutup saat adonan masuk ke minyak panas.

  7. Proofing kedua: Tutup kembali donat yang sudah dibentuk dengan kain, diamkan selama 30 menit hingga mengembang ringan. Untuk memastikan proofing sudah cukup, tekan perlahan permukaan donat. Jika bekas tekanan perlahan kembali naik, donat siap digoreng. Jika tekanan langsung membal, perlu waktu lebih lama.

  8. Goreng donat: Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak dengan api sedang. Goreng donat hingga berwarna kuning keemasan, cukup balik satu kali saja. Angkat dan tiriskan di atas rak kawat.

  9. Beri topping: Setelah agak dingin, taburi gula halus atau celupkan ke cokelat leleh. Kamu bisa berkreasi dengan berbagai varian topping donat sesuai selera.

Paul Yochum, pastry chef asal Amerika yang mengkhususkan diri pada donat, dikutip dari So Good Magazine menyatakan, "Tiga kriteria saya untuk donat sempurna adalah warna cokelat keemasan dengan garis pucat ikonik di tengahnya, adonan yang mengembang sehingga meninggalkan bekas gigitan tanpa mengempiskan bentuknya, serta glasir yang beraroma tanpa bahan buatan."

2. 2. Cara Membuat Donat Kentang yang Lembut dan Mengembang

2. Cara Membuat Donat Kentang yang Lembut dan Mengembang (c) Ilustrasi AI

Variasi populer berikutnya dalam cara membuat donat adalah dengan menambahkan kentang kukus ke dalam adonan. Kentang tumbuk memberikan kelembapan dan kelembutan ekstra pada donat, menjadikannya lebih tender dibandingkan donat biasa. Donat kentang sederhana ini sangat cocok untuk pemula.

  1. Kukus dan haluskan kentang: Kukus 200 gram kentang tanpa mengupas kulitnya terlebih dahulu agar kentang tidak menyerap terlalu banyak air. Setelah matang, kupas dan haluskan selagi hangat.

  2. Campurkan bahan kering: Campur 400 gram tepung terigu protein tinggi, 50 gram gula pasir, 11 gram ragi instan, dan 25 gram susu bubuk dalam wadah besar. Aduk hingga merata.

  3. Tambahkan kentang dan bahan basah: Masukkan kentang halus, 2 butir kuning telur, dan 100 ml air dingin. Uleni hingga adonan setengah kalis.

  4. Masukkan mentega dan garam: Tambahkan 75 gram mentega dan setengah sendok teh garam, lalu uleni kembali sampai adonan benar-benar kalis dan elastis.

  5. Istirahatkan adonan: Tutup adonan dengan serbet bersih atau plastik wrap selama 30 menit. Jika ingin menyimpan adonan lebih lama, kamu bisa memanfaatkan teknik penyimpanan adonan di kulkas untuk hasil yang tetap optimal.

  6. Cetak dan proofing kedua: Bagi adonan masing-masing 50 gram, bulatkan, lalu lubangi tengahnya. Diamkan selama 20-30 menit hingga mengembang. Setelah donat selesai proofing, buka penutupnya dan biarkan permukaan adonan mengering sekitar 10-15 menit. Ini akan membentuk lapisan tipis di permukaan donat sehingga lebih mudah dipindahkan dan mempertahankan bentuknya saat digoreng.

  7. Goreng dan sajikan: Goreng dalam minyak panas dengan api sedang cenderung kecil hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan, lalu hias dengan topping sesuai selera.

3. 3. Cara Membuat Donat Tanpa Mixer yang Tetap Anti Gagal

3. Cara Membuat Donat Tanpa Mixer yang Tetap Anti Gagal (c) Ilustrasi AI

Tidak memiliki mixer bukan alasan untuk tidak bisa mempraktikkan cara membuat donat di rumah. Donat lembut tanpa mixer tetap bisa menghasilkan tekstur yang empuk asalkan proses pengulenan dilakukan dengan benar dan sabar.

  1. Aktifkan ragi: Campurkan 1 sendok teh gula pasir dan 11 gram ragi instan ke dalam 130 ml susu cair hangat (suhu sekitar 37°C). Diamkan selama 5-10 menit hingga berbusa. Jika ragi tidak berbusa, berarti sudah tidak aktif dan perlu diganti.

  2. Campurkan bahan: Dalam wadah besar, campurkan 250 gram tepung terigu protein tinggi, 2 sendok makan gula pasir, dan setengah sendok teh garam. Tuangkan larutan ragi yang sudah berbusa, lalu tambahkan 1 butir kuning telur.

  3. Uleni dengan tangan: Aduk hingga adonan mulai menggumpal, tambahkan 30 gram mentega yang sudah dilunakkan. Uleni adonan dengan tangan selama kurang lebih 10-15 menit dengan kecepatan rendah. Adonan akhir harus terasa lembut, halus, dan elastis.

  4. Proofing pertama: Tutup adonan dengan kain bersih, diamkan selama 1 jam hingga mengembang dua kali lipat. Tempatkan di area yang hangat dan terhindar dari angin.

  5. Bentuk dan proofing kedua: Kempiskan adonan, bentuk menjadi bulatan donat, dan diamkan kembali selama 15-30 menit. Gunakan potongan kertas roti di bawah setiap donat. Ini sangat membantu saat memindahkan donat ke minyak panas agar bentuknya tidak berubah.

  6. Goreng dengan teknik yang benar: Jangan memasukkan terlalu banyak donat sekaligus ke dalam minyak karena akan menyebabkan suhu minyak turun drastis dan donat menjadi berminyak. Goreng 2-3 buah sekaligus, balik satu kali saja, hingga kuning keemasan.

  7. Tiriskan dan hias: Setelah digoreng, letakkan donat di atas rak kawat alih-alih tisu kertas agar tidak menjadi lembek karena minyak bisa menetes secara merata. Beri topping setelah donat cukup hangat namun tidak terlalu panas.

Dilansir dari So Good Magazine, Paul Yochum juga menyatakan, "Saya menemukan bahwa kesempurnaan datang dari pengulangan dan memberikan diri sendiri waktu yang cukup untuk memastikan semua detail telah diperhatikan."

4. 4. Tips Penting agar Donat Sempurna dan Tidak Gagal

4. Tips Penting agar Donat Sempurna dan Tidak Gagal (c) Ilustrasi AI

Memahami teknik dan ilmu di balik pembuatan donat sama pentingnya dengan mengikuti resep. Ron Ben-Israel, seorang pastry chef, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Membuat kue berbeda dari memasak karena kamu harus mempertimbangkan ilmu kimia, keindahan, dan cita rasa." Berikut tips utama agar cara membuat donat yang kamu praktikkan selalu berhasil.

  • Gunakan tepung yang tepat: Tepung serbaguna dengan kandungan protein sedang sekitar 10-11% memberikan struktur yang cukup tanpa membuat donat menjadi keras, menghasilkan tekstur yang lembut dan ringan. Tepung roti memiliki protein lebih tinggi yang mengembangkan lebih banyak gluten dan bisa membuat donat lebih padat serta kenyal.

  • Kontrol suhu minyak dengan termometer: Menjaga suhu minyak yang tepat adalah kunci donat sempurna. Suhu penggorengan optimal biasanya berkisar antara 175°C hingga 190°C (350°F-375°F). Pada rentang ini, donat matang merata dengan bagian luar keemasan sementara bagian dalam tetap ringan dan bersarang. Lory Quignon, dikutip dari puratos.com menambahkan, "Jika kamu menggoreng terlalu lama pada suhu yang terlalu rendah, donat akan menyerap lemak berlebihan."

  • Jangan lewati proses proofing: Donat yang terlalu lama di-proofing (overproofed) akan menghasilkan donat berminyak, kempes, dan rata. Sebaliknya, donat yang kurang proofing (underproofed) akan menghasilkan donat yang padat dan tidak mengembang dengan baik saat digoreng.

  • Pertimbangkan teknik cold rise: Fermentasi dingin pada adonan beragi memberikan cita rasa dan tekstur khas yang tidak bisa direplikasi oleh fermentasi di tempat hangat. Proses ini memperlambat pertumbuhan ragi sehingga ragi mengembangkan rasa yang lebih dalam. Selain itu, adonan yang dingin lebih mudah ditangani. Teknik ini juga berguna untuk menyimpan donat mentah di kulkas jika ingin menggoreng keesokan harinya.

  • Pilih minyak yang netral: Jenis minyak terbaik untuk menggoreng donat adalah minyak dengan rasa netral seperti minyak sayur atau canola. Minyak ini juga memiliki titik asap tinggi di atas 200°C, yang aman untuk menggoreng donat.

  • Gunakan sumpit untuk membalik donat: Sumpit merupakan alat terbaik untuk membalik donat dalam minyak panas karena memungkinkan tangan tetap jauh dari minyak dan memudahkan proses pembalikan.

  • Jangan terlalu banyak tepung saat menguleni: Menambahkan terlalu banyak tepung ke adonan donat adalah kesalahan paling umum yang akan membuat donat menjadi padat. Tangan yang sedikit lengket saat menguleni justru pertanda baik. Ingat prinsip penting: adonan yang lembut menghasilkan donat yang lembut.

  • Perhatikan teknik pemberian topping: Untuk donat taburan gula, taburi segera setelah 30 detik hingga 1 menit setelah diangkat dari minyak. Jika menunggu terlalu lama, gula tidak akan menempel. Ingat juga bahwa gula halus akan terserap ke donat seiring waktu.

Baca juga: Cara Membuat Donat Lembut dan Enak yang Bikin Lidah Bergoyang

Berdasarkan data dari Puratos, proses penggorengan memainkan peran krusial dalam membentuk tekstur donat dengan mengontrol penyerapan lemak. Mengelola suhu minyak dan waktu penggorengan sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara kelezatan dan kenyamanan saat disantap. Selain itu, reaksi Maillard dan karamelisasi adalah dua proses kimia yang terjadi saat penggorengan, berkontribusi pada cita rasa dan warna keemasan donat.

Kamu juga bisa mencoba kreasi donat goreng dengan berbagai isian seperti cokelat, durian, atau keju untuk variasi yang lebih menarik. Jika tertarik dengan donat ala JCo, kunci utamanya terletak pada penggunaan tepung berkualitas tinggi dan teknik proofing ganda. Bagi yang gemar bereksperimen dengan camilan rumahan yang mudah dibuat, donat bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.

Untuk memperkaya variasi sajian, kamu bisa mencoba membuat kue tradisional sederhana tanpa oven sebagai pendamping donat. Selain itu, resep kue basah tanpa mixer juga bisa menjadi alternatif camilan keluarga. Jika kamu suka camilan renyah, kue bawang untuk camilan keluarga juga patut dicoba. Sementara untuk sajian hari raya, kue kacang renyah dan aneka kue kering bisa melengkapi meja hidanganmu. Kamu juga bisa menjajal kue lebaran goreng yang praktis sebagai pelengkap.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Donat

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Donat (c) Ilustrasi AI

Mengapa donat saya bantet dan tidak mengembang?

Donat bantet biasanya disebabkan oleh ragi yang sudah tidak aktif, proses proofing yang kurang lama, atau suhu minyak yang tidak tepat. Pastikan ragi masih segar dengan mengujinya terlebih dahulu di air hangat. Selain itu, berikan waktu proofing yang cukup hingga adonan benar-benar mengembang dua kali lipat sebelum digoreng.

Bagaimana agar donat tetap empuk meski sudah dingin?

Agar donat tetap empuk setelah beberapa jam, gunakan tepung terigu protein tinggi dan tambahkan mentega atau susu dalam adonan untuk menjaga kelembapan. Jangan menambahkan terlalu banyak tepung saat menguleni, dan simpan donat dalam wadah tertutup jika tidak langsung dimakan. Menambahkan kentang kukus ke adonan juga terbukti efektif mempertahankan kelembutan donat lebih lama.

Berapa suhu minyak yang ideal untuk menggoreng donat?

Mengacu pada berbagai sumber, suhu minyak ideal untuk menggoreng donat berkisar antara 170°C hingga 190°C. Pada suhu ini, donat matang merata tanpa menyerap minyak berlebihan. Jika minyak terlalu dingin, donat akan berminyak dan lembek. Sebaliknya, jika terlalu panas, bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam masih mentah. Menggunakan termometer dapur sangat disarankan untuk menjaga konsistensi suhu selama proses penggorengan.

Daftar Referensi

  1. So Good Magazine. Paul Yochum: "Donuts are a true labor of love". Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.sogoodmagazine.com/pastry-blog/pastry-chef-articles/paul-yochum-donuts-are-time-consuming-they-are-true-labor-love/
  2. Puratos. Mastering the perfect fluffy, soft and airy donut texture. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.puratos.com/blog/mastering-the-perfect-fluffy--soft-and-airy-donut-texture--how-w
  3. The Flavor Bender. How To Make Doughnuts (Doughnut Troubleshooting). Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.theflavorbender.com/how-to-make-perfect-doughnuts-troubleshooting-vanilla-glaze/
  4. Tasting Table. 18 Tips You Need For Making Donuts At Home. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.tastingtable.com/1208189/tips-you-need-for-making-donuts-at-home/
  5. BrainyQuote. Pastry Quotes. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.brainyquote.com/topics/pastry-quotes

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending