Cara Merawat Sugar Glider untuk Pemula: Panduan Lengkap agar Sehat, Jinak, dan Bahagia
cara merawat sugar glider untuk pemula (h)
Kapanlagi.com - Cara merawat sugar glider untuk pemula memerlukan pemahaman menyeluruh tentang kebutuhan unik marsupial mungil ini. Sugar glider bukan termasuk hewan peliharaan pemula karena memiliki kebutuhan khusus serta memerlukan banyak waktu dan perhatian dari pemiliknya setiap hari. Meski demikian, dengan persiapan yang tepat, hewan berkantung asal Australia dan Papua Nugini ini bisa menjadi sahabat yang sangat menghibur dan setia selama belasan tahun.
Memahami cara merawat sugar glider untuk pemula sejak awal sangat penting agar hewan peliharaan ini tumbuh sehat dan tidak stres. Sugar glider membutuhkan sosialisasi harian minimal dua jam setiap sore atau malam, pola makan yang sesuai, serta kandang yang memadai. Tanpa pemenuhan kebutuhan dasar ini, sugar glider rentan mengalami depresi bahkan menyakiti dirinya sendiri.
Dengan perawatan yang tepat dan kunjungan rutin ke dokter hewan eksotis, sugar glider dapat hidup 12 hingga 14 tahun, menjadikannya komitmen jangka panjang. Dilansir dari PetMD, sugar glider merupakan marsupial kecil, sosial, dan penghuni pohon yang membutuhkan pemahaman pemilik tentang kebutuhan tempat tinggal, pola makan, serta pengayaan lingkungan agar bisa hidup sehat. Oleh karena itu, setiap calon pemilik perlu membekali diri dengan pengetahuan yang memadai sebelum membawa sugar glider ke rumah.
Advertisement
Baca juga: Potret Alshad Ahmad bareng hewan peliharaan eksotis
1. 1. Menyiapkan Kandang dan Lingkungan yang Ideal untuk Sugar Glider
Langkah pertama dalam cara merawat sugar glider untuk pemula adalah menyiapkan kandang dan lingkungan yang mendukung kebiasaan alami mereka. Sugar glider merupakan hewan arboreal yang suka memanjat dan meluncur, sehingga ruang vertikal menjadi prioritas utama dalam pemilihan kandang.
Mengacu pada riset dari MedVet, ukuran kandang minimum untuk satu sugar glider adalah 91 x 61 x 91 sentimeter, dengan jarak antar jeruji tidak lebih dari 0,6 sentimeter, dan sebaiknya menggunakan kandang logam berlapis PVC.
Pilih kandang tinggi dengan jeruji horizontal: Sugar glider suka memanjat dan tumbuh optimal di kandang bertingkat. Kandang tinggi lebih baik daripada kandang panjang karena memungkinkan sugar glider meluncur dari atas ke bawah. Gunakan kandang dengan jeruji horizontal agar mereka bisa berpegangan saat memanjat.
Hindari kandang baja galvanis dan akuarium: Kandang galvanis dapat menyebabkan keracunan logam berat jika sugar glider menggigit jerujinya, sementara akuarium kaca atau plastik memiliki ventilasi yang buruk dan berisiko cedera. Pilih kandang berlapis PVC atau kawat yang aman untuk hewan eksotis.
Letakkan kandang di posisi yang tepat: Kandang sebaiknya diletakkan di tempat yang lebih tinggi seperti di atas meja atau rak, bukan di lantai, karena suhu di lantai cenderung lebih dingin. Hindari paparan sinar matahari langsung, namun pastikan ada cukup cahaya agar sugar glider bisa membedakan siang dan malam.
Sediakan tempat tidur, mainan, dan roda latihan: Kantung tidur dari bahan fleece atau kotak sarang perlu disediakan sebagai tempat istirahat di siang hari. Tambahkan dahan, tali, ayunan, serta roda latihan berukuran besar minimal 30 sentimeter tanpa palang di tengah agar ekor tidak tersangkut. Jangan pernah menggunakan harness, kerah, atau tali kekang karena bisa mencederai membran kulit untuk meluncur.
Atur suhu dan kelembapan ruangan: Kisaran suhu ideal untuk sugar glider adalah antara 21 hingga 24 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 45–50 persen. Jika suhu terlalu dingin, sugar glider akan lebih banyak tidur dan berkurang nafsu makannya. Batu panas dan lampu pemanas sebaiknya tidak digunakan karena sangat berbahaya dan dapat menyebabkan dehidrasi, luka bakar parah, bahkan kematian.
Baca juga: Cara mengurus hamster sebagai panduan pemula
2. 2. Memberikan Nutrisi dan Pola Makan yang Seimbang
Aspek paling krusial dalam cara merawat sugar glider untuk pemula adalah memahami kebutuhan nutrisinya. Sebagaimana dikutip dari VCA Animal Hospitals, sugar glider memiliki kebutuhan nutrisi unik yang harus dipenuhi dengan tepat agar kesehatannya terjaga. Kesalahan paling umum pada pemula adalah memberikan terlalu banyak buah manis tanpa memperhatikan keseimbangan kalsium dan fosfor.
Dr. Robert Ness, DVM, pakar nutrisi hewan eksotis dari Ness Exotic Wellness Center di Chicago, dikutip dari Exotic Nutrition menyatakan, "Sugar glider memiliki kebutuhan diet yang luas. Di alam liar, mereka mengonsumsi getah dan gum pohon eukaliptus serta akasia, nektar dan serbuk sari, serta berbagai macam serangga dan arakhnida."
Terapkan komposisi diet yang tepat: Pola makan sugar glider sebaiknya terdiri dari sekitar 50 persen makanan pokok seperti pelet khusus sugar glider atau campuran Leadbeater's, 25 persen buah dan sayuran segar, serta 25 persen sumber protein. Diet sugar glider liar sangat kompleks dan sulit direplikasi di penangkaran, sehingga direkomendasikan memberikan kombinasi campuran Leadbeater's, serangga, produk segar, dan kacang-kacangan.
Berikan variasi buah, sayur, dan protein: Buah-buahan yang cocok meliputi apel, pisang, mangga, melon, dan anggur. Untuk sayuran, berikan wortel, ubi jalar, dan sayuran hijau. Sumber protein berupa serangga bercangkang keras juga bermanfaat untuk mencegah penumpukan karang gigi. Namun, serangga cukup diberikan satu hingga dua kali seminggu saja karena tinggi lemak.
Sediakan air minum yang bersih setiap hari: Sugar glider sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada mineral dan klorin dalam air minum. Gunakan air mineral atau air yang sudah disaring, dan ganti setiap hari menggunakan botol minum khusus hewan yang dipasang di sisi kandang.
Tambahkan suplemen vitamin dan kalsium: Dr. Robert Ness, dikutip dari Exotic Nutrition juga menekankan, "Suplemen vitamin dan mineral berspektrum luas dengan pasokan kalsium yang baik ditaburkan tipis pada makanan setiap hari." Keseimbangan kalsium dan vitamin D3 sangat penting untuk mencegah penyakit tulang metabolik.
Kenali makanan yang harus dihindari: Jauhkan sugar glider dari pasir kucing serta daging mentah atau setengah matang karena berisiko toksoplasmosis. Hindari juga cokelat, minuman berkafein, bawang putih, dan makanan tinggi garam atau gula olahan. Biji-bijian dan makanan burung juga tidak boleh diberikan karena sistem pencernaan sugar glider tidak dirancang untuk mencerna jenis pakan tersebut.
Baca juga: Bima Aryo selalu berikan makanan bernutrisi untuk hewan peliharaan
3. 3. Membangun Ikatan dan Sosialisasi dengan Sugar Glider
Salah satu kunci keberhasilan dalam cara merawat sugar glider untuk pemula terletak pada proses bonding dan sosialisasi. Sugar glider adalah hewan yang sangat sosial dan membutuhkan interaksi intensif agar tidak mengalami depresi. Berdasarkan data dari VCA Animal Hospitals, sugar glider di alam liar biasanya hidup dalam koloni yang terdiri dari enam hingga sepuluh individu, sehingga tidak boleh dipelihara sendirian.
Drh. Cathy A. Johnson-Delaney, spesialis kedokteran marsupial, menegaskan, "Salah satu hal utama yang harus diingat adalah bahwa sugar glider merupakan hewan yang sangat sosial dan tidak boleh dipelihara sebagai hewan soliter."
Pelihara minimal sepasang sugar glider: Sugar glider yang dipelihara sendirian terbukti menunjukkan gejala depresi klinis, dan bahkan pemilik yang paling penuh perhatian sekalipun tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan emosional dan mental seekor sugar glider. Pemeliharaan berpasangan atau dalam kelompok kecil sangat dianjurkan untuk hewan peliharaan jenis ini.
Beri waktu adaptasi di awal: Banyak sugar glider yang merespons positif jika dibiarkan di kandang dan tidak diganggu selama dua hingga tiga hari pertama. Selama masa adaptasi, kunjungi kandang mereka, ajak bicara, dan tawarkan camilan melalui celah jeruji agar mereka mulai mengenal kehadiran Anda.
Gunakan metode bonding pouch dan tent time: Kantung bonding adalah alat yang sangat berharga untuk sosialisasi karena memungkinkan sugar glider beristirahat di dekat tubuh Anda dan terbiasa dengan aroma serta kehadiran Anda. Selain itu, Anda bisa mencoba metode "tent time" menggunakan tenda kecil atau ruangan yang aman, di mana Anda duduk di lantai dan membiarkan sugar glider keluar dengan sendirinya. Sebar camilan dan mainan untuk membuat mereka nyaman.
Luangkan waktu interaksi setiap malam: Lorraine A. Corriveau, DVM dari Purdue University Veterinary Teaching Hospital menyatakan, "Sugar glider adalah makhluk sosial yang biasanya hidup dalam kelompok keluarga kecil. Dalam penangkaran, mereka tumbuh paling baik saat dipelihara bersama teman. Setidaknya, mereka harus diberi perhatian satu hingga dua jam setiap hari. Isolasi sangat menekan bagi hewan sosial."
Angkat sugar glider dengan teknik yang benar: Letakkan kedua tangan membentuk mangkuk di kedua sisi tubuh sugar glider, lalu angkat perlahan dari bawah perutnya hingga keempat kaki terangkat dari permukaan. Jangan pernah memegang sugar glider dengan genggaman kuat, mengarahkan tangan langsung ke wajahnya, atau menarik ekornya.
Baca juga: Kisah Jin BTS dan sugar glider peliharaannya
4. 4. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Sugar Glider
Perawatan harian dan pemantauan kesehatan menjadi bagian tak terpisahkan dari cara merawat sugar glider untuk pemula. Meskipun sugar glider termasuk hewan yang bersih dan mampu merawat dirinya sendiri, lingkungan kandangnya membutuhkan perhatian rutin agar terhindar dari bakteri dan parasit.
Sebagaimana dilaporkan PetMD, pengayaan harian, lingkungan bersih, nutrisi yang tepat, dan perawatan dokter hewan secara rutin semuanya berperan penting dalam membantu sugar glider hidup panjang dan bahagia.
Bersihkan kandang secara rutin: Tempat makan dan minum harus dicuci setiap hari dengan sabun cuci piring dan air bersih, sementara kandang dibersihkan dari kotoran, alas yang basah, dan sisa makanan setiap hari. Pembersihan menyeluruh sebaiknya dilakukan seminggu sekali menggunakan pembersih non-toksik saat sugar glider berada di luar kandang.
Ganti kantung tidur dan periksa mainan secara berkala: Kantung tidur dari fleece perlu diganti dan dicuci sesuai kebutuhan. Mainan yang sudah rusak atau terkunyah harus segera diganti untuk menghindari risiko cedera. Perawatan mingguan biasanya meliputi pembersihan kandang lebih mendalam, pemeriksaan mainan dan kantung tidur dari keausan, serta memantau kondisi tubuh dan nafsu makan.
Potong kuku sugar glider secara teratur: Kuku sugar glider perlu dipotong setiap tiga hingga empat minggu sekali agar tidak tersangkut di kantung tidur atau mainan berbahan fleece. Jika belum berpengalaman, minta dokter hewan untuk mendemonstrasikan teknik pemotongan yang benar terlebih dahulu.
Kenali tanda-tanda sugar glider sakit: Gejala yang harus diwaspadai meliputi penurunan nafsu makan, lesu, bersin atau keluar cairan dari hidung, keluar cairan dari mata, gatal-gatal, atau benjolan di tubuh. Sugar glider yang berhenti makan bisa kehabisan cadangan energi dengan sangat cepat dan harus segera dibawa ke dokter hewan.
Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan eksotis: Seperti yang diberitakan MSD Veterinary Manual, pemilik perlu memperhatikan tanda-tanda penyakit seperti kelemahan, penurunan berat badan, nafsu makan buruk, kotoran abnormal, kesulitan bernapas, area botak, serta kaki belakang yang diseret, dan segera mencari perawatan medis. Sugar glider sebaiknya diperiksa dalam minggu pertama setelah adopsi, kemudian pemeriksaan tahunan yang meliputi pemeriksaan tinja dan tes darah sudah cukup, dan saat ini tidak ada vaksin yang diperlukan.
Baca juga: Cara membedakan hamster betina dan jantan untuk pemula
5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Merawat Sugar Glider
Selain mengetahui langkah-langkah perawatan yang benar, memahami kesalahan umum juga menjadi bagian penting dari cara merawat sugar glider untuk pemula. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemula adalah memelihara sugar glider sendirian, memberikan terlalu banyak buah atau camilan manis, serta meremehkan seberapa banyak perhatian harian yang dibutuhkan hewan ini. Berikut adalah daftar kesalahan yang harus dihindari agar sugar glider tetap sehat dan bahagia.
Sebagaimana disampaikan NC State Veterinary Hospital, banyak situs web merekomendasikan pemberian hanya buah dan sirup gula, padahal diet semacam ini tidak seimbang secara nutrisi dan dapat menyebabkan tulang rapuh, tremor, kejang, bahkan kematian.
Memelihara sugar glider sendirian: Sugar glider adalah spesies sosial dan sering mengembangkan masalah menyakiti diri sendiri jika dipelihara sendirian, sehingga idealnya dipelihara dalam kelompok keluarga 2 hingga 6 ekor. Bertolak belakang dengan anggapan umum, memiliki lebih dari satu sugar glider tidak akan merusak ikatan antara manusia dan sugar glider atau menghalangi sugar glider menjadi hewan peliharaan yang ramah dan suka dipeluk.
Memilih kandang yang terlalu kecil: Salah satu kesalahan pemula paling umum adalah memilih kandang yang terlalu kecil. Kandang sempit menyebabkan stres, kebosanan, bahkan masalah kesehatan. Pastikan hewan peliharaan ini memiliki ruang vertikal yang cukup untuk meluncur.
Menggunakan harness atau tali kekang: Sugar glider memiliki membran kulit khusus bernama patagium yang membentang dari kaki depan hingga kaki belakang sebagai alat meluncur, dan penggunaan harness, kerah, atau tali kekang dapat menyebabkan cedera serius pada membran kulit yang rapuh ini.
Memberikan pakan yang tidak sesuai: Penyakit gigi pada sugar glider umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan lunak dan manis, yang memicu penumpukan karang gigi, radang gusi, infeksi akar gigi, pembentukan abses rahang, hingga kerontokan gigi. Variasi pakan dan pemberian serangga bercangkang keras membantu menjaga kesehatan gigi.
Tidak melakukan kastrasi pada sugar glider jantan: Kastrasi direkomendasikan terutama jika sugar glider jantan dipelihara bersama sugar glider lain karena sugar glider jantan utuh cenderung menyakiti diri sendiri, dan prosedur ini relatif sederhana serta bisa dilakukan pada usia berapa pun oleh dokter hewan berpengalaman.
Membangunkan sugar glider di siang hari: Mengubah jadwal pencahayaan untuk membuat sugar glider aktif di siang hari dapat menyebabkan stres dan penurunan sistem imun. Hormati siklus nokturnal mereka dan lakukan interaksi di sore atau malam hari saat mereka secara alami aktif.
Mengabaikan pemeriksaan dokter hewan: Sugar glider bukan hewan peliharaan yang mudah perawatannya dan memerlukan pemeriksaan rutin dengan dokter hewan yang berpengalaman menangani sugar glider. Anggapan bahwa dokter hewan yang berpengalaman menangani hewan kecil seperti hamster dan tikus juga otomatis kompeten menangani sugar glider adalah keliru, karena jumlah dokter hewan yang benar-benar paham sugar glider masih sangat terbatas. Pastikan Anda sudah memiliki kontak dokter hewan eksotis sebelum mengadopsi.
Baca juga: Selebriti Indonesia yang sangat menyayangi hewan peliharaan
Baca juga: Panduan nama hewan dalam bahasa Inggris
Baca juga: Rekomendasi drama Korea untuk pencinta hewan
Baca juga: Arti mimpi memelihara hewan peliharaan menurut psikologi
Baca juga: Makna spiritual dan psikologis mimpi punya hewan peliharaan
Baca juga: Kisah Muezza dan pentingnya menyayangi hewan peliharaan
Baca juga: Drama Korea dengan hewan peliharaan yang menggemaskan
Baca juga: Tafsir mimpi memelihara hewan eksotis
Baca juga: Film animasi seru tentang hubungan manusia dengan binatang
Baca juga: Anime tentang hewan peliharaan yang penuh kehangatan
Merawat sugar glider memang membutuhkan dedikasi lebih dibanding memelihara hamster atau hewan kecil lainnya. Namun dengan pengetahuan yang cukup dan komitmen penuh, sugar glider akan tumbuh menjadi hewan peliharaan yang penuh kasih sayang, aktif, dan sangat melekat dengan pemiliknya selama bertahun-tahun.
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sugar Glider
Apakah sugar glider bisa dipelihara hanya satu ekor saja?
Sugar glider sangat tidak disarankan untuk dipelihara sendirian. Mereka adalah hewan yang sangat sosial dan harus dipelihara bersama setidaknya satu sugar glider lain, karena jika dipelihara sendiri, mereka bisa mengalami stres dan depresi berat yang berpotensi memicu perilaku menyakiti diri sendiri. Meskipun Anda memberikan perhatian intens setiap hari, interaksi dengan sesama spesies tetap tidak tergantikan.
Berapa lama umur sugar glider jika dirawat dengan baik?
Di alam liar, sugar glider biasanya hidup sekitar 4 hingga 5 tahun, meskipun beberapa bisa mencapai 9 tahun, sedangkan dalam penangkaran dengan perawatan yang tepat, mereka bisa hidup 12 hingga 14 tahun. Faktor kunci yang mempengaruhi umur panjang mereka meliputi pola makan seimbang, sosialisasi yang cukup, lingkungan kandang yang bersih, dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Apakah sugar glider perlu dimandikan?
Sugar glider adalah hewan yang mampu membersihkan diri sendiri dan tidak membutuhkan mandi, karena bulu mereka sangat rapat sehingga tidak mudah terkena kutu atau tungau. Memandikan sugar glider justru bisa menyebabkan stres dan menghilangkan minyak alami pada bulunya. Jika sugar glider berbau menyengat, hal tersebut biasanya disebabkan oleh pola makan yang kurang seimbang atau kandang yang jarang dibersihkan.
Daftar Referensi
- PetMD. Sugar Gliders: A Pet Parent's Guide to Habitats, Food, and Care. Diakses pada 26 Juni 2026, dari https://www.petmd.com/exotic/sugar-gliders-pet-parents-guide
- VCA Animal Hospitals. Owning Sugar Gliders. Diakses pada 26 Juni 2026, dari https://vcahospitals.com/know-your-pet/sugar-gliders-owning
- MSD Veterinary Manual. Sugar Glider Quick-Start Guide to Ownership. Diakses pada 26 Juni 2026, dari https://www.msdvetmanual.com/all-other-pets/sugar-gliders/sugar-glider-quick-start-guide-to-ownership
- NC State Veterinary Hospital. Caring for Your Pet Sugar Glider. Diakses pada 26 Juni 2026, dari https://hospital.cvm.ncsu.edu/services/small-animals/nutrition/caring-for-your-pet-sugar-glider/
- MedVet. Sugar Glider Care Recommendations. Diakses pada 26 Juni 2026, dari https://www.medvet.com/sugar-glider-history-care-recommendations/
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8