KOREA

[REVIEW] SUGA: ROAD TO D-DAY: Penutup Trilogi Karya Agust D

Jum'at, 21 April 2023 21:05 Penulis: Ellyana Mayasari

Suga BTS (Disney+ Hotstar)

Kapanlagi.com - Mungkin nama Suga sudah tak asing lagi bagi fans K-Pop, atau bahkan untuk pendengar musik kebanyakan. Publik mengenalnya sebagai salah satu member BTS, idol grup asal Korea yang lagu-lagu hitnya mendunia sejak dirilisnya lagu Dynamite dan Butter. Namun mungkin banyak yang tak mengenal Agust D, yang tak lain adalah ‘alter-ego’ Suga. Nama yang digunakan dalam project mixtape solonya sejak 2016 ini tak lain adalah penulisan Suga yang dibalik menjadi Agus, ditambah ‘D’ dan ‘T’ yang merepresentasikan Daegu Town atau Daegu, kota kelahiran Suga.

Nama ini dikenakannya dengan bangga dalam dua rilisan mixtapenya, D-1 dan D-2, mewakili sosoknya saat tak berkarya bersama BTS. Sosok ini pun dinilai fans cukup berbeda dari sosok Suga, dengan lagu-lagu rap penuh dengan lirik mendalam dan kritikan tajam terhadap berbagai hal, mulai dari masalah sosial, mental health issue, hingga refleksinya terhadap karir dan perjuangan berat yang harus dijalaninya bersama keenam member BTS yang lain.

Sukses dengan dua mixtape tersebut, Suga merilis karya final dari rangkaian trilogi ini. Fans banyak menduga bahwa album ini akan dinamai D-3, sebagai kelanjutan dari album-album sebelumnya. Tak seperti yang diprediksikan fans, Suga justru membungkusnya dengan nama D-Day, yang secara harfiah bisa diterjemahkan sebagai Hari-H atau hari pelaksanaan, sebuah momen puncak yang ditunggu-tunggu dan telah dipersiapkan dengan matang.

Nama ini sangat sesuai dengan konsep yang diusungnya, seperti yang disampaikan Suga pada dokumenter Suga: Road to D-Day yang ditayangkan di Disney+ Hotstar mulai hari ini (21/4). “Aku sudah tahu bahwa mixtapeku akan terdiri dari 3 bagian, D-1, D-2 dan D-Day. Album D-1 mengekspresikan semua keresahanku, D-2 aku mulai mengatasi semua masalahku, dan di D-Day aku ingin menyampaikan masalah-masalah ini dalam kerangka yang lebih besar. Ini album Agust D, bukan Suga,” ungkapnya, yang juga menyebut bahwa dirinya sempat berpikir apakah ini akan jadi karya terakhirnya sebagai Agust D.

1. Album Yang Dipersiapkan Sejak Lama

Bagi fans yang tak pernah ketinggalan dengan konten-konten BTS, mungkin tak menyangka bahwa Suga sudah mengerjakan album ini sejak dirinya menjalani syuting program In The Soop 1 bersama member lain di tahun 2020 lalu. Suga, yang dalam program ini memilih untuk tidur dalam sebuah mobil trailer karena tak mau mengganggu waktu beristirahat member lain apabila dia berisik saat rekaman, ternyata menggunakan waktu liburannya ini untuk mengerjakan title track & follow up track dari album D-Day yaitu Haegeum & Amygdala dalam mobil trailer sempit ini.

Suga sempat menunjukkan sample lagu ini kepada Jimin yang saat itu mendatanginya. Namun, ini tak berhasil diselesaikannya hingga beberapa tahun setelahnya, yang bahkan sampai membuat Suga mengalami burn out dan stuck saat mengerjakannya di studio di Seoul. Penasaran seperti apa lagu title track ini? Kalian tentu bisa mendengarkannya lewat album D-Day yang sudah dirilis hari ini. Masih kurang? Suga pun menyuguhkan versi live performance Haegeum dalam dokumenter ini.

2. Keliling Dunia

The world is full of sounds,” inilah salah satu cuplikan dalam dokumenter Ryuichi Sakamoto, seorang musisi legendaris asal Jepang yang ditemui Suga dalam perjalanannya berkeliling dunia, mulai dari Las Vegas, LA, Malibu, San Francisco, Tokyo dan tentunya ke beberapa lokasi di Korea seperti Seoul, Pyeongchang dan Chuncheon. Dalam dokumenter ini, Suga seolah-olah mengajak ARMY (fans BTS) untuk bertemu dengan banyak musisi dari berbagai penjuru dunia dan ‘mendengar’ berbagai karya milik mereka. 

Dalam beberapa bagian pada dokumenter ini, Suga sempat mencurahkan keresahannya yang merasa tak lagi punya cerita untuk dibagikan dalam album barunya nanti. “Ada banyak hal yang ingin kukatakan. Apakah aku kehilangan (inspirasi) karena aku sudah mencapai banyak hal? Rasanya seperti mimpi. Apakah aku sudah lupa semuanya karena hampir semua mimpiku sudah tercapai? Aku tak ingin beranjak dewasa. Aku ingin terus bermimpi. Kita jadi dewasa saat kita berhenti bermimpi. Sekarang aku jadi bertanya kepada diriku sendiri, apa yang harus aku mimpikan?” terang Suga panjang lebar.

Ternyata, kunjungannya ke rumah dan studio beberapa musisi, seperti Steve Aoki di Las Vegas, Halsey di Malibu dan Anderson Paak di LA memberikan banyak inspirasi baginya. Suga sempat mengungkapkan bahwa dia sebenarnya tak perlu menggunakan studio mereka untuk memproduksi lagunya. Dia hanya ingin melihat bagaimana musisi-musisi ternama Amerika ini menciptakan karyanya, di mana mereka berkarya dan seperti apa suasananya, hingga mereka bisa menelurkan lagu-lagu hit yang mendominasi dunia.

Tak berhenti sampai sana, Suga pun sengaja berkunjung ke kediaman musisi ternama asal Jepang, Ryuichi Sakamoto yang diidolakannya sejak masih belia. Suga dan Sakamoto-san sempat berbagi cerita dan inspirasi, sambil memperdengarkan lagu terbarunya Snooze yang dirilis dalam album D-Day ini, berkolaborasi dengan sang legenda dan vokalis band asal korea The Rose, Kim Woosung. Pertemuan ini pun terasa sangat haru, mengingat Sakamoto sendiri baru saja berpulang pada Maret 2023 lalu karena kesehatannya yang memburuk di usia tua.

 

3. Live Performance

Menonton dokumenter Suga: Road to D-Day ini rasanya tak hanya ikut memahami bagaimana perjalanan sang musisi menelurkan karyanya. Fans pun akan dimanjakan dengan berbagai live performance dari lagu-lagu milik Suga. Fans yang sudah sangat familiar dengan Daechwita dan People akan takjub dengan penampilan live dari dua lagu ini dengan aransemen musik dan setting panggung yang berbeda. 

Tak cuma itu, beberapa lagu dari album terbarunya ini juga dibawakan Suga secara spesial dalam tampilan live band. Lagu Amygdala yang merupakan follow up track dibawakan Suga dengan apik, mengeksplor kemampuan olah vokalnya yang mendominasi dibandingkan bait-bait rap.

Suga performing Amygdala (Weverse)

Suga pun mengundang IU untuk tampil secara live bersamanya membawakan People Pt 2 yang tak lain adalah lagu pre-release dalam album ini. Lagu Snooze yang merupakan kolaborasi bersama Ryuichi Sakamoto dan Kim Woosung dari The Rose bakal membuat fans terlena dengan penampilan live yang apik bersama vokalis bersuara khas ini. Dan tak ketinggalan, title track Haegeum pun dibawakan dengan mempesona, bersama lantunan alat musik tradisional Korea.

 

4. Agust D Dan Kedalaman Musik & Lirik

“Aku ingin orang-orang mendengarkan laguku dan tak berpikir bahwa aku adalah produser yang buruk. Jadi sekarang rasanya aku ingin membuktikan diri. Aku tak tahu apa yang aku rasakan, tapi yang aku tahu pasti, aku ingin dikenal karena apa yang aku lakukan, dikenal karena karya-karyaku,” tutur Suga dalam dokumenter yang dirilis di Disney+ Hotstar ini. Saat ditanya apa arti album D-Day pun, Suga menjawab,”D-day adalah hari di mana kita membebaskan diri dari berbagai informasi (yang menyesatkan). (Tak perlu berpikir) aku harus lebih baik dari dia. Ini yang menjadi motivasiku sejak pertama aku bermusik. Tapi sekarang rasanya melelahkan (untuk membandingkan diri dengan orang lain). Inilah saatnya kita membebaskan diri dari pikiran-pikiran negatif. Selama dua tahun ke belakang, hidupku sangat ‘bising’. Dan aku tidak mau suara-suara ini mengatur hidupku.”

Hampir sepanjang dokumenter ini, fans akan bisa melihat bagaimana Suga dengan sangat fasihnya mengungkapkan berbagai hal yang dia rasakan, maupun keresahan yang semakin menghimpitnya dalam bermusik dan berkarir. Tentu saja hal-hal ini juga dituangkannya dalam lagu-lagu di album D-Day ini. Lagu-lagu ini bukan tipikal lagu sing along yang akan mudah dilantunkan dalam satu atau dua kali sesi mendengarkan. Namun untuk menikmatinya, fans akan perlu memahami lirik di balik melodi apik yang dihadirkan oleh Suga.

Suga performing People (Weverse)

Suga berbicara mengenai trauma masa lalu dan bagaimana mengatasinya dalam lagu Amygdala. “Amygdala adalah bagian di otakmu yang menyimpan berbagai kenangan buruk. Otakmu menyimpannya agar kamu bisa mempersiapkan diri apabila hal serupa akan terjadi padamu di masa depan,” jelas Suga, yang mengaku harus kembali mengingat beberapa kenangan tak mengenakkan saat mengerjakan lagu ini. Dalam liriknya, Suga juga sempat menyinggung terkait operasi jantung yang dialami ibunya dan kanker hati yang diderita ayahnya, yang selama ini tak pernah terungkap di kalangan fans.

Lagu Snooze yang berkolaborasi bersama Woosung The Rose dan Ryuichi Sakamoto pun punya makna unik yang dipersembahkan untuk musisi-musisi junior yang saat ini masih berjuang dan bergelut untuk mengembangkan karirnya. Dalam liriknya, Suga mengingatkan para juniornya untuk tetap bekerja keras, meski tak apa kalau terkadang harus rehat sejenak. Jalan yang mereka lalui akan sangat berat sebelum mereka sukses, dan Suga berharap mereka tak melupakan orang-orang yang mendukung mereka (fans).

Makna lagu-lagu inipun berbeda dengan Haegeum, yang secara literal berarti alat musik tradisional khas Korea. Namun ternyata lagu ini tak sekedar menyoroti dari artian ini, namun punya makna yang cukup mendalam bagi Suga. “Haegeum bisa berarti alat musik, tapi juga bisa berarti melepaskan diri dari yang selama ini terlarang. Satu hal yang unik soal menjadi seorang idol, aku tak perlu melakukan kejahatan atau sesuatu yang kontroversial, orang-orang pun sudah heboh membesar-besarkannya. Contohnya kalau ada seorang idol yang merokok di music videonya, atau dikritik karena hal ini padahal umurnya sudah 31 tahun. Aku tak pernah mengerti cara orang-orang ini berpikir. Dan aku ingin mendobrak hal ini, hal-hal yang tabu untuk kami lakukan. Ayo bebaskan diri kita. Tak masalah kalau kita mulai mengurangi kekhawatiran atas apa yang orang pikirkan. Kalian seharusnya bisa melakukan apapun yang kalian mau,” tutup Suga.

5. Jangan Lewatkan di Disney+ Hotstar

Cukup banyak dokumenter yang dibuat untuk mengangkat kisah perjuangan dan kesuksesan berbagai grup idol dari Korea Selatan. Namun kali ini cukup istimewa karena dokumenter Suga: Road To D-Day ini dibuat khusus untuk salah satu member saja alih-alih keseluruhan grup, melanjutkan kesuksesan J-Hope In The Box yang sempat dirilis sebelumnya dengan konsep yang sama.

Begitu banyak hal menarik dituangkan dalam dokumenter ini, beberapa bahkan tak pernah terungkap dan belum pernah ditayangkan pada platform apapun. Untuk kalian yang penasaran dengan kisah Suga si powerhouse BTS, jangan sampai melewatkan dokumenter yang sudah bisa ditonton sejak hari ini, 21 April 2023 mulai pukul 21.00.

 

(kpl/mae)

REKOMENDASI
TRENDING