Alasan Bayu Skak Tulis Skenario 'YOWIS BEN' Dalam Bahasa Jawa

Senin, 29 Januari 2018 10:12 Penulis: Tyssa Madelina
Alasan Bayu Skak Tulis Skenario 'YOWIS BEN' Dalam Bahasa Jawa Bayu Skak © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Youtuber Bayu Skak mendapat tantangan baru untuk menggarap naskah film YOWIS BEN. Film tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena menggunakan bahasa Jawa. Ditemui di Taman Ismail Marzuki, Bayu Skak menuturkan bahwa sebelum menyetujui kontrak menulis naskah, dirinya sempat merasa minder karena biasanya hanya membuat konten berdurasi 7 menit.

"Awalnya aku buat YOWIS BEN ini dimulai dari tahun 2016. Aku punya keinginan mau bikin film. Karena sebelumnya aku udah ditawarin sama Pak Parwes (Starvision) tapi aku kayak ah entar dulu deh, saya kan cuma Youtuber, biasa kan cuma bikin video 7 menit," ungkap Bayu Skak, saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

Bayu mengaku dirinya tertarik menerima penulisan naskah dan skenario karena genre film tersebut sangat sesuai dengannya. Selain jadi komika dan konten kreator, Bayu ternyata juga menulis sebuah lagu yang unik. Ia pun terpikir untuk mengkomersilkan lagunya di film YOWIS BEN.

Dengan subtitle, Bayu Skak yakin filmnya akan lebih mudah dipahami. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaDengan subtitle, Bayu Skak yakin filmnya akan lebih mudah dipahami. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Akhirnya punya ide ini karena aku juga punya band, lagunya sendiri juga unik, punya daya jual. Jadi aku kombinasikan saja, aku beri ke Pak Parwes yang punya Starvision. Setelah itu Pak Parwes tertarik. Di skenario itu filmnya full berbahasa Jawa 80-90 persen. Jadi waktu itu sudah oke," lanjutnya lagi.

Bayu sendiri merasa penggunaan dialog dalam bahasa Jawa agar bisa mempromosikan tanah kelahirannya di kota Malang yang juga identik dengan penggunaan bahasa Jawa. Meski begitu, ia juga melengkapi dialognya dengan subtitle agar mudah dipahami oleh khalayak umum.

"Walaupun filmnya orang Jawa tapi saya optimis. Orang yang tidak tahu dialognya akan diciptakan subtitle, seperti kita nonton film barat. Kita test dengan screening, kemarin sudah berhasil mengundang anak-anak yang bukan orang Jawa buat nonton. Dan banyak sekali lelucon dalam bahasa Jawa ternyata jadi lebih lucu buat mereka," pungkasnya.

(kpl/far/tmd)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING