CLOSE

'DEATH OF A PRESIDENT' Tak Diminati Penonton AS dan Kanada

Kapanlagi.com - Film provokatif DEATH OF A PRESIDENT, yang membayangkan pembunuhan George W. Bush, meraih hasil yang mengecewakan, dengan hanya membukukan pemasukan senilai US$ 282.000 dari 143 gedung bioskop pada akhir pekan pertamanya.

Film pseudo-dokumenter itu diputar di 91 bioskop AS dan 52 bioskop Kanada dalam rilis tiga hari pertamanya dan rata-rata hanya mampu membukukan pemasukan sebesar US$ 1.970 per layar, demikian menurut distributor Newmarket Films, yang kabarnya membayar US$ 1 juta untuk hak penayangan di AS.

"Hasil tersebut merupakan pembukaan yang buruk sekali," kata Brandon Gray, seorang analis pada situs web pengamat industri film boxofficemojo.com, sebagaimana dilansir Reuters.

Sebaliknya, film THE QUEEN, yang dibintangi Helen Mirren sebagai Ratu Elizabeth II, mencetak pemasukan US$ 1,9 juta dari 152 bioskop atau rata US$ 12.500 per layar pada pekan kelimanya.

Kepala distribusi Newmarket, Richard Abramowitz, menyebut hasil pembukaan DEATH OF A PRESIDENT agak mengecewakan, mengingat adanya "kesadaran tinggi" yang muncul dari film tersebut sejak premiere-nya di Festival Film Toronto.

Paling tidak dua jaringan bioskop nasional memboikot film itu dan beberapa jaringan televisi menolak menerima bayaran iklan untuk film ini.

Para politisi dari berbagai kalangan, mulai dari Partai Republik di Texas, negara bagian asal Bush, hingga Hillary Rodham Clinton, Senator Partai Demokrat New York, mengecam film itu karena memfilmkan pembunuhan presiden yang sedang menjabat.

Abramowitz, yang perusahaannya juga merilis film laris kontroversial Mel Gibson, THE PASSION OF THE CHRIST, mengakui tema DEATH OF A PRESIDENT boleh jadi tak disukai para penonton AS.

"Kontroversi ... membuat film itu jelas sekali, namun tak menjamin para calon penonton mau menyaksikannya."

Berbagai studio biasanya akan memperluas distribusi film yang dicetak terbatas begitu dirilis, namun Abramowitz mengemukakan ia memperkirakan DEATH OF A PRESIDENT hanya akan ditayangkan pada bioskop yang jumlahnya berkurang pada pekan depan.

Namun begitu, dengan distribusi mendatang pada DVD dan televisi, "Saya kira film ini akan menjadi film yang menguntungkan bagi Newmarket," katanya.

Film tersebut memadukan hasil ambilan nyata kegiatan Bush dengan efek digital untuk menggambarkan presiden sedang ditembak oleh seorang penembak jitu (sniper) saat meninggalkan sebuah hotel di Chicago.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(*/erl)

Rekomendasi

Trending