Eros Djarot: Tidak Ada Sogok-Menyogok
Kapanlagi.com - Salah satu anggota Juri Film Bioskop Festival Film Indonesia (FFI) 2005 Eros Djarot (55) menegaskan bahwa dirinya dan enam juri lain tidak menerima apapun dari pihak produser film atau siapapun dalam pemberian Piala Citra (15/12).
"Tidak ada sogok-menyogok. Juri bersih. Saya juga ada kecewanya karena pada beberapa kategori kalah voting," kata Eros yang ditemui seusai jumpa pers di Gedung Film, Jakarta.
Kata-kata tersebut juga diucapkannya pada ratusan anggota PNBK (Partai Nasional Banteng Kemerdekaan) yang menelponnya untuk mengonfirmasi pemberitaan tabloid hiburan dan infotainment yang memberitakan tentang adanya jual beli Piala Citra.
"Saya mendapat telpon dari teman-teman di seluruh Indonesia karena pemberitaan tersebut," ujar pemilik nama lengkap Sugeng Waluyo Djarot, yang juga Ketua Umum DPP PNBK.
Advertisement
Sutradara dan musisi itu kemudian merasa tercemar kredibilitasnya secara pribadi maupun sebagai bagian dari lembaga FFI.
Ia dan teman-teman juri lain tengah memikirkan apakah akan menuntut secara hukum Produser film DETIK TERAKHIR dari Indika Entertainment Shanker RS. B.Sc. yang menjadi nara sumber pemberitaan miring tersebut.
Shanker mengatakan pada media bahwa dirinya sempat memperoleh tawaran untuk memperoleh Piala Citra dengan syarat sejumlah uang.
"Saya menyayangkan orang-orang yang menyebarkan fitnah semacam itu di tengah kebangkitan film Indonesia. Itu bisa merusak citra dan kerja keras kami. Kemungkinan untuk jalur hukum ada," jelas adik aktor Slamet Rahardjo Djarot itu.
Namun sebelum memutuskan untuk menempuh jalur hukum, ia akan terlebih dahulu melihat perkembangan kasus tersebut, "Kami masih akan mempelajari, yang pasti jangan sampai emosional. Bisa saja nanti hasilnya yang salah adalah pemberitaan media atau bisa pula Shanker sendiri."
Menurut Eros, terjadi pemberitaan yang berat sebelah, karena tidak ada pernyataan dari pihak Juri atau Panitia FFI.
Meskipuan Shanker telah meminta maaf dan mencabut kata-kata yang dikatakan sebagai fitnah itu, Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) Djonny Sjafruddin sebagai penyelenggara FFI akan mengumpulkan data dan bukti lebih lanjut, dari sana mereka akan melihat apakah kasus tersebut dapat diajukan ke pengadilan.
"Secara Moral sudah jelas. Selanjutnya kami akan mengundang para ahli untuk meneliti bahan-bahan pemberitaan di berbagai media untuk menentukan apakah akan menempuh jalur hukum atau hanya meminta pernyataan tertulis," ujarnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/dar)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng












































