Film Barat Banyak Rillis Setelah Lebaran, Indro Warkop Meradang

Jum'at, 03 Juli 2015 10:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Film Barat Banyak Rillis Setelah Lebaran, Indro Warkop Meradang Indro Warkop/©Kapanlagi.com®/Bayu Herdianto
Kapanlagi.com - Bulan Juni hingga Juli, umat Muslim di seluruh dunia bersama-sama menyambut datangnya bulan Ramadan. Selain berpuasa, 16 Juli mendatang umat Muslim akan merayakan hari kemenangan atau lazim disebut sebagai Lebaran di Indonesia. Biasanya, banyak film-film Indonesia yang akan dirilis setelah momen Hari Raya.

Salah satunya adalah film komedi action COMIC 8: CASINO KINGS yang akan dirilis dua hari jelang Lebaran, 15 Juli 2015. Menurut salah satu komedian yang ikut bermain di dalamnya, Indro Warkop, banjirnya film-film Indonesia saat Lebaran memang sudah menjadi semacam 'tradisi'.

"Itu yang saya nggak ngerti persis. Kalau dulu film nasional dihajar di Lebaran, semua ngekor. Karena dulu kita berhadapan film luar. Kalo sekarang, nggak ngerti, bebas banget. Sekarang semua udah menjadi waktunya, kalau temen-temen mau main royalti di sini mainnya," ungkapnya saat ditemui di Pong Me, Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (2/7).

Indro Warkop optimis film lokal tak kalah dari serbuan film Barat di momen Lebaran/©Kapanlagi.com®/Bayu HerdiantoIndro Warkop optimis film lokal tak kalah dari serbuan film Barat di momen Lebaran/©Kapanlagi.com®/Bayu Herdianto

Karena Lebaran jatuh bertepatan di bulan Juli yang menjadi puncak musim panas di Amerika Serikat, maka film Indonesia pun masuk dalam persaingan yang lebih ketat. Nggak hanya bersaing dengan sesama film lokal, tapi juga harus siap siaga dengan invasi film Hollywood. Ditanya soal ini, Indro Warkop sedikit meradang.

"Di samping itu saya heran juga, kayak diadu, liberal gitu. Buat saya ini bisa menjadi bunuh diri untuk perfilman nasional. Saya pribadi khawatir. Walaupun tetap ada optimisme," ujarnya jujur ketika kekhawatiran ditinggal penonton tiba-tiba muncul.

Namun, ia tetap semangat jika sekuel kedua COMIC 8 ini akan laku keras seperti sebelumnya. "Melihat COMIC 8 sukses di awal harusnya biar dia menjadi lokomotif. Dulu, jaya-jayanya film Warkop, film nasional itu menengah ke bawah, kita ambil di atas. Kalau sekarang, saya melihat film nasional uniknya ada di tengah dan punya anak muda. Nah, seberapa kuat anak muda yang di tengah ini apresiasinya terhadap pembaruan film lokal," tandasnya.

(kpl/hen/tch)


REKOMENDASI
TRENDING