Hannah Al Rasyid Inginkan Asuransi dalam Kontrak Produksi Film

Kamis, 15 Maret 2018 12:30 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Hannah Al Rasyid Inginkan Asuransi dalam Kontrak Produksi Film Hannah Al Rasyid © KapanLagi.com/Bayu Apriyanto

Kapanlagi.com - Hannah Al Rasyid memang terkenal sebagai aktris film lintas genre. Beberapa kali terlihat di film komedi, horor, drama dan juga action. Untuk saat ini ia tengah disibukkan dengan dua film action dan satu film drama.

Sebisa mungkin Hannah terus mengeksplore karakter dalam berbagai genre. Sama halnya dengan eksplore gaya rambut. Meski terpaksa, ia mengaku senang dalam hal tersebut.

"Saya gak mau terpaku sama kontrak rambut, kan ada wig yang bisa dipakai. Saya gak mau jadi aktor yang kelihatan cantik dan keren. Di 'Buffalo Boys' saya kelihatan busuk, dekil, agak gila. Saya suka yg kayak gitu. Ya itu saya sendiri sukanya begitu. Saya sih berharap orang bisa apresiasi niat saya untuk benar-benar eksplore batas kemampuan saya for the caracter," ucap Hannah Al Rasyid saat ditemui di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).

Ia sangat begitu mengidolakan Johnny Depp. Karena menurut Hannah, Johnny Depp dapat totalitas dengan karakter yang ia dapat. Bahkan Johnny Depp sampai mengubah bentuk fisiknya demi sebuah peran.

Untuk itu Hannah berusaha sebisa mungkin mengambil kesempatan yang ada untuk memberanikan diri mengeksplore dirinya. Saat berada di film action, ia juga melatih dirinya bersama uwais team.

Hannah Al Rasyid berperan dalam berbagai jenre film © KapanLagi.com/Bayu ApriyantoHannah Al Rasyid berperan dalam berbagai jenre film © KapanLagi.com/Bayu Apriyanto

Hannah juga menceritakan pengalaman adegannya di dalam film-film actionnya. Hannah akui, ia juga kerap cidera dalam beradegan. Namun ia tidak masalah dengan hal tersebut, karena baginya itu hal yang biasa.

"Kalau 'The Night Come For Us' cukup menantang karena actionnya brutal banget. Dan ada 1 adegan yang cukup rumit, ada yang 3 orang fighting sekaligus. Jadi ngatur timingnya cukup rumit. Di 'Buffalo Boys' juga. Tapi medannya beda ada kursi, botol. Dua-duanya menantang tapi untuk 'The Night Come For Us' lebih menantang," ungkap Hannah.

"Nggak apa apa, sudah sering, dibanting dan lain-lain sudah gak papa. Yang penting PH-nya serius menjaga keamanan dan latihannya jelas, selama semuanya di departemen masing-masing ya insyaallah tidak ada cidera yang berarti," lanjutnya.

Seharusnya di setiap PH yang ada, kontrak terhadap pemain harus terdapat asuransi. Karena apa yang terjadi di set tak kan ada yang tau. Namun sayangnya tidak setiap PH memikirkan hal tersebut.

Menurut Hannah tak hanya untuk film action saja. Apalagi produser bertanggung jawab atas para pemainnya. Dengan kata lain seorang pemain merupakan investasi dari para produser.

"Nyawa gue yang taruhan of course nanya, asuransi ada gak, tim medic ada gak, makanan ada gak. Kalau enggak ada itu saya enggak mau. Buat apa? Saya enggak mau mati disini," kata wanita yang kini telah berumur 32 itu.

Produksi apapun itu, asuransi memang penting bagi Hannah. Meski untuk sekarang ini belum banyak orang yang belum menganggap hal tersebut menjadi sesuatu yang serius. Kebanyakan orang masih menyepelekan masalah keselamatan, terutama di adegan action.

(kpl/far/gen)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING