Hanung Bramantyo Bersyukur Pernah Gagal Sutradarai 'BUMI MANUSIA', Kenapa?

Jum'at, 25 Mei 2018 17:07 Penulis: Tyssa Madelina
Hanung Bramantyo Bersyukur Pernah Gagal Sutradarai 'BUMI MANUSIA', Kenapa? Hanung Bramantyo © Bintang.com/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Hanung Bramantyo ditetapkan sebagai sutradara yang menahkodai adaptasi novel kontroversial Bumi Manusia. Sebelum sampai di titik sekarang, Hanung pernah mendapat penolakan dari sang penulis yakni Pramoedya Ananta Toer ketika berniat mengadaptasinya saat masih berstatus sebagai mahasiswa semester dua.

Bertahun-tahun setelah sukses dengan AYAT-AYAT CINTA dan dikenal sebagai sutradara papan atas negeri ini, tawaran memfilmkan novel idamannya datang. Sayangnya proyek tersebut batal karena satu dan lain hal.

"Setelah AYAT-AYAT CINTA ada yang menawari saya adaptasi buku Pak Pram. Saya yang wah, udah sujud syukur, nggak tahu mau ngapain. Akhirnya saya nelepon Salman Aristo untuk menulis skenario dan dia nolak. Pada akhirnya proyek itu nggak jadi. Dari situ saya membuat banyak film periodik dari SANG PENCERAH, SOEKARNO hingga yang terakhir KARTINI," kata Hanung ditemui di Desa Wisata Gamplong, Yogyakarta, Kamis (24/5/2018).

Hanung merasa beruntung karena sudah memproduksi beberapa film periodik sebelum BUMI MANUSIA. © Bintang.com/Bambang E RosHanung merasa beruntung karena sudah memproduksi beberapa film periodik sebelum BUMI MANUSIA. © Bintang.com/Bambang E Ros

Dari menyutradarai film-film dengan setting periodik itu, suami Zaskia Adya Mecca ini belajar banyak hal. Ia pun mengambil satu pemikiran bila penolakan Pramoedya dan batalnya proyek adaptasi Bumi Manusia tahun 2008 merupakan hal tepat dan patut disyukuri.

Karena ketika dipertemukan kembali dengan proyek ini setelah bertahun-bertahun berlalu, Hanung yakin bisa mengaplikasikan gagasan Pramoedya. Terlebih didukung oleh rumah produksi Falcon Pictures yang tak mau setengah-setengah dalam memvisualkan proyek tersebut.

"Barangkali dari perjalanan seperti itu saya dipertemukan kembali dengan Bumi Manusia. Karena kalau saat itu saya filmkan, BUMI MANUSIA akan menjadi film periodik pertama yang saya buat dan tentunya tidak akan menjadi film yang maksimal karena saya masih belajar," ucapnya.

"Bener pilihan Aris (panggilan Salman Aristo, RED) menjawab tidak, kalau saya saat itu memang terlalu nekat dan akhirnya tidak dijodohkan. Setelah mendapat banyak gugatan dari para sejarawan sampai masuk pengadilan dan tahu betul sebuah film bisa bikin saya masuk pengadilan, jadi ini saatnya saya membuat BUMI MANUSIA. Hati ini mungkin sudah berdarah, seberdarah Pak Pram," pungkasnya.

(kpl/abs/tmd)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING