'SONGKO' Angkat Horor Lokal ke Level Berbeda

Cast Film SONGKO (credit: KapanLagi.com/Mathias Purwanto)
Kapanlagi.com - Industri film horor Indonesia kembali mendapat warna baru lewat kehadiran film SONGKO. Film ini tak sekadar menawarkan teror, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengangkat cerita daerah secara lebih mendalam dan autentik. Kehadirannya menjadi angin segar di tengah maraknya film horor dengan formula serupa.
SONGKO diangkat dari legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Cerita yang sebelumnya berkembang dari tradisi lisan ini kini diolah menjadi karya sinema dengan pendekatan yang lebih serius. Hal ini terlihat dari proses produksi yang melibatkan riset budaya secara mendalam hingga pemilihan lokasi yang relevan.
Pendekatan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menjaga keaslian cerita. Tak hanya itu, keterlibatan talenta lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun nuansa yang kuat dan berbeda. Film ini seolah ingin membawa penonton lebih dekat dengan akar budaya yang diangkat.
Advertisement
1. Bukan Sekadar Film Horor Biasa
Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker, menegaskan bahwa sejak awal proyek ini memang dirancang tidak sekadar menjadi film horor biasa. Ia menyebut ada misi yang lebih besar di balik produksi SONGKO, yakni mengangkat identitas budaya melalui medium film.
"Dengan melibatkan talenta lokal dan melakukan riset langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan bahwa cerita yang kami bawa tetap punya akar yang kuat. Harapannya, penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga merasa terhubung dengan cerita tersebut," lanjutnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Respons Publik

Respons publik terhadap SONGKO mulai terlihat sejak materi promosi hingga trailer dirilis. Banyak penonton memberikan perhatian terhadap pendekatan visual dan atmosfer yang ditampilkan dalam film ini. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa film ini berhasil mencuri rasa penasaran sejak awal.
Sejumlah komentar di media sosial pun menyoroti kekuatan film ini dari sisi teknis maupun budaya. Penonton melihat adanya sesuatu yang berbeda dibandingkan film horor kebanyakan yang lebih mengandalkan jumpscare semata.
"jarang jarang nih horror daerah tapi sinematografinya cukup meyakinkan," tulis @athalla _kukuuuu.
3. Komentar Lainnya
Komentar lain juga memperlihatkan kebanggaan terhadap penggunaan unsur lokal yang kental dalam film tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa representasi budaya dalam film mampu membangun kedekatan emosional dengan penonton.
"aku sedikit takage dengar logat campur-mar. Mar aku bangga," tulis @gladystumimbang
Fenomena ini memperlihatkan bahwa penonton Indonesia kini mulai mencari tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai budaya dan kedalaman cerita. Songko pun dinilai berpotensi menjadi salah satu tonggak baru dalam perkembangan film horor Tanah Air.
4. Cast dan Tanggal Tayang SONGKO
Dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, film SONGKO dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Dengan perpaduan horor dan budaya, film ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda sekaligus membuka jalan bagi cerita daerah lainnya.
Secara garis besar, SONGKO mengisahkan teror yang berakar dari legenda lokal Minahasa yang sarat makna dan nilai budaya. Penonton tidak hanya diajak merasakan ketegangan, tetapi juga memahami latar cerita yang kuat. Film ini akan mulai tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 23 April 2026.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/pur/pit)
Advertisement












































