FILM INDONESIA

Syuting 'SATRIA DEWA GATOTKACA' di Tengah Corona, Hanung Bramantyo: Terharu Tapi Tegang

Jum'at, 14 Agustus 2020 07:15

Credit Foto: Instagram - gatotkaca_official

Kapanlagi.com - Proses pengambilan gambar film superhero SATRIA DEWA GATOTKACA sedianya dimulai pada bulan April lalu. Namun karena saat itu bertepatan dengan merebaknya virus corona, disusul Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diumumkan pemerintah, rencana tersebut ditunda.

Setelah berbulan-bulan menunggu, Sabtu pekan lalu (6/8/2020) Hanung Bramantyo selaku sutradara memulai proses syuting hari pertama di Yogyakarta. Perasaan bapak enam anak ini seperti diaduk-aduk tatkala kembali ada di belakang kamera.

"(Bisa syuting kembali) saya merasa terharu sekaligus tegang karena pandemi ini kan nggak ada pelajarannya gimana. Sempat harus samakan schedule casts and crew karena pada blunder, tapi akhirnya bisa dilalui. Pas syuting, aku bilang: 'Beneran nih?'," kata Hanung dalam sesi jumpa pers via Zoom pada Kamis (13/8/2020).

1. Protokoler Kesehatan Tak Menyulitkan

Mengingat kondisi belum pulih, syuting SATRIA DEWA GATOTKACA pun berjalan mengikuti protokoler kesehatan yang disusun oleh Badan Perfilman Indonesia mengacu pada peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Kebetulan Celerina Judisari sebagai produser turut terlibat dalam penyusunan tersebut.

"Kita merunut aturan apa yang dikeluarkan pemerintah. Secara protokoler tidak menyulitkan bagi production house untuk produksi. Semua sudah dipikirkan, semua dapat dilakukan," ungkap wanita yang akrab disapa Ayie ini dalam sesi yang sama.

2. Pemain Tinggal dalam Satu Hotel

Selama proses syuting, seluruh pemain dan kru ditempatkan dalam satu hotel yang mengikuti protokoler kesehatan. Seandainya terjadi hal tak diinginkan, segenap tim pun siap melalukan sesuai prosedur.

"Rapid test harus ada, sudah beberapa kali kita lakukan sebelum syuting, di Jogja bahkan dua kali. Social distancing susah, tapi kita yakin tim ini sudah terkarantina karena kita tinggal di satu hotel dan hotelnya mengikuti protokol kesehatan. Jika nanti ada yang terkena atau reaktif, kita tahu apa yang harus dilakukan," pungkas Ayie.


REKOMENDASI
TRENDING