[Review] ‘A LITTLE BIT OF HEAVEN’, Melawan Kematian Dengan Keceriaan

Selasa, 17 Juli 2012 08:00 Penulis: Adi Abbas Nugroho
[Review] ‘A LITTLE BIT OF  HEAVEN’, Melawan Kematian Dengan Keceriaan Foto: Davis Entertainment
Kapanlagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Penyakit adalah tema yang paling sering diangkat sebagai momok dalam film drama. Biasanya formula yang digunakan juga sama saja: pria bertemu wanita, jatuh cinta, kemudian kisah mereka diuji karena sebuah penyakit dan bagaimana harus melewatinya.

Dan A LITTLE BIT OF HEAVEN arahan Nicole Kassell juga melakukan hal serupa. Bedanya Gren Wells selaku penulis naskah berani sedikit keluar pakem. Meski bukan hal baru, film digambarkan dengan sangat ceria dan penuh warna. Lupakan film-film tearjerker menjual tangisan yang seringkali berlebihan daripada menguras emosi. Karena hampir tak ada kesedihan ditawarkan dalam film ini.

Marley (Kate Hudson) adalah wanita yang cukup sukses dalam karir. Pada suatu hari dia merasakan keanehan dalam tubuhnya. Usai memeriksakan diri, Marley resmi dinyatakan mengidap kanker stadium akhir.

Mungkin karena pembawaan yang ceria, Marley tak mau terlalu drama menghadapi semuanya. Dia ingin terlihat santai agar orang-orang yang dicintai tidak panik. Namun kenyataan tak berjalan sesuai rencana, justru rasa kasihan yang ditunjukkan teman, keluarga dan Julian (Gael Garcia Bernal), dokter muda yang dicintai, membuat Marley muak karena merasa tak butuh dikasihani.

Dengan ritme sangat cepat, kisah Marley digulirkan sedemikian rupa. Hubungan Marley dengan teman-teman, perjuangan memenangkan hati Julian hingga kisah ayah dan ibunya yang dianggap sebagai mimpi buruk, mampu tersaji cukup berimbang.

Namun faktor chemistry yang terlihat kurang antar pemain, membuat film ini sedikit timpang. A LITTLE BIT OF HEAVEN hampir mengandalkan tingkah polah Kate Hudson saja. Padahal dari segi kebutuhan cerita, pemain lain bisa lebih dieksplor lagi karakternya agar terlihat wajar. Seperti karakter sang Ibu yang diperankan oleh Kathy Bates. Namun anehnya, justru penampilan Whoopi Goldberg sebagai Tuhan terasa paling pas secara chemistry dengan Marley. Padahal Kate dan Whoopi hanya bertemu dalam 3 scene saja.

So far, film yang direct to video di negara asalnya tidaklah buruk untuk dinikmati. Jika mau memaafkan kesalahan minor, A LITTLE BIT OF HEAVEN mampu menjadi pilihan yang baik sebagai perenungan bahwa kesehatan itu mahal harganya.

(kpl/abs)


REKOMENDASI
TRENDING