[Review] 'THE BOY', Teror Boneka Porselen yang Ingin Dimanusiakan

Rabu, 03 Februari 2016 13:52 Penulis: Ahmat Effendi
[Review] 'THE BOY', Teror Boneka Porselen yang Ingin Dimanusiakan The Boy ©facebook The Boy
Kapanlagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Setelah Chucky populer lewat waralaba CHILD'S PLAY, hampir tidak ada ikon boneka sukses menjadi mimpi buruk pecinta horor. Bahkan, kehadiran ANNABELLE dikatakan belum berhasil mengejar track record yang ditinggalkan koleganya.

Bak angin segar, trailer resmi THE BOY berhasil mencuri perhatian sejak dirilis Oktober tahun lalu. Ia seperti siap menghadirkan teror baru di balik boneka porselen tampan bernama Brahms. Pertanyaannya: apakah itu berhasil?

THE BOY bercerita tentang Greta (Lauren Cohan) yang jauh-jauh terbang dari Amerika ke Inggris demi menghindari sang kekasih. Ia bekerja di rumah pasangan Heelshire sebagai pengasuh anak. Tapi anak yang dimaksud bukanlah manusia, melainkan boneka porselen yang diperlakukan sangat istimewa.

Inilah Greta yang berniat menghindari kekasihnya © LakeshoreInilah Greta yang berniat menghindari kekasihnya © Lakeshore

Pada titik ini, Stacey Menear selaku penulis naskah cukup berhasil menebar misteri mengenai pasangan Heelshire dan 'anak' kesayangan mereka. Perlahan ia menggiring penonton untuk penasaran apa yang terjadi saat Greta menganggap majikannya gila dan mengabaikan merawat Brahms dari mengganti baju, membacakan cerita hingga menyiapkan makan.

Sayangnya misteri yang dihadirkan lambat laun melemah saat Brams tidak pernah ditampilkan memberi teror fisik seperti seharusnya. Saya sempat berandai-andai bila boneka itu akan berjalan sambil membawa pisau dan menyiksa Greta. Tapi Brahms hanya mengaduk-aduk psikologis karakter utama yang dipaksa percaya bahwa dirinya bernyawa meski tanpa pernah diperlihatkan bagaimana ia bisa berpindah-pindah.

Ketika jawaban-jawaban dari misteri terbuka disertai twist yang ada, saya terpaksa menelan pil kekecewaan. Meski itu berarti William Brent Bell sebagai sutradara berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik dalam menahkodai horor misteri terbarunya ini. Ia sukses membangun ancaman menggunakan setting rumah klasik menyeramkan dan meng-close up wajah Brahms di beberapa bagian untuk menunjukkan seolah ia marah dari sudut pandang psikologi Greta.

Bramhs boneka penebar teror © LakeshoreBramhs boneka penebar teror © Lakeshore

Well, Brahms tampaknya terlalu manis sebagai boneka yang menebar teror. Jadi untuk menjawab pertanyaan apakah film ini berhasil menyamai jejak rekam Chucky, saya bilang tidak. Meski film yang awalnya diberi judul THE INHABITANT ini sangat berpotensi untuk itu.

Simak Juga:

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING