Seperti Ini Perasaan Pangeran Harry Saat Putri Diana Meninggal

Rabu, 21 Desember 2016 10:08 Penulis: Soraya
Seperti Ini Perasaan Pangeran Harry Saat Putri Diana Meninggal Pangeran Harry © Splashnews

Kapanlagi.com - Meninggalnya Putri Diana pada tahun 1997 silam masih menyisakan duka yang mendalam bagi para kerabat dan juga fansnya yang tersebar di seluruh dunia. Gara-gara kecelakaan fatal itu, ia harus kehilangan nyawa di usia yang terbilang masih cukup muda, 36 tahun.

Rasa duka itu pun masih membekas di hari Pangeran Harry hingga kini. Melalui sebuah video dokumenter bertajuk Prince Harry in Africa, adik Pangeran William itu pun meluapkan isi hatinya.

Sekarang aku melihat segalanya dengan cara berbeda. Dulu aku lebih memilih untuk mengubur kepalaku di dalam pasir dan membiarkan hatiku hancur. Sekarang aku menentang itu semua. Aku tak ingin menjadi orang ini. Ibuku meninggal di saat aku masih sangat sangat muda, dan aku tak mau berada di posisi itu. Sekarang aku punya banyak energi, lebih bersemangat, dan beruntung bisa membuat perbedaan.
Pangeran Harry
 

Dilansir dari Us Magazine, kekasih Meghan Markle ini tampak masih sedih kala mengingat kematian tragis sang ibu. Ia tak kuasa menyembunyikan emosinya saat membicarakan kenangan lamanya bersama Princess of Wales.

Harry masih emosional saat membicarakan ibunya © mirror.co.ukHarry masih emosional saat membicarakan ibunya © mirror.co.uk

"Saat itu aku masih tak mengerti dengan apa yang terjadi, jadi ada begitu banyak emosi yang terpendam di dalam hidupku. Sudahlah, aku tak ingin memikirkan hal ini," tutur pangeran ganteng yang kini telah berusia 32 tahun itu.

"Sekarang aku melihat segalanya dengan cara berbeda. Dulu aku lebih memilih untuk mengubur kepalaku di dalam pasir dan membiarkan hatiku hancur. Sekarang aku menentang itu semua. Aku tak ingin menjadi orang ini. Ibuku meninggal di saat aku masih sangat sangat muda, dan aku tak mau berada di posisi itu. Sekarang aku punya banyak energi, lebih bersemangat, dan beruntung bisa membuat perbedaan," imbuhnya.

Apa yang disampaikan Harry menjadi bukti kesedihannya atas kepergian sang ibu. Bocah yang dulu lemah dan masih berusia 12 tahun itu kini tumbuh menjadi pangeran yang kuat, gagah, dan pastinya penuh dengan rencana masa depan. Be strong, Harry!

(usm/sry)

Editor:

Soraya


REKOMENDASI
TRENDING