Al Ghazali Nabrak Beton Saat Drifting, Maia Estianty Jadi Saksi
© KapanLagi.com/Mathias Purwanto
Kapanlagi.com - Al Ghazali membagikan cerita yang ia sebut paling menggelitik selama menekuni hobi drifting. Putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu mengaku pernah menabrak beton di lintasan, momen yang diakuinya cukup membuat malu karena terjadi di depan orang terdekat. Cerita ini ia sampaikan saat ditemui di Javarock Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026), tak lama setelah dirinya baru saja mencatat prestasi di ajang kejuaraan.
Insiden tersebut terjadi ketika Al Ghazali baru pertama kali turun di ajang kejuaraan drifting. Usai naik podium, rasa percaya dirinya memuncak dan ia ingin menunjukkan kemampuannya di hadapan sang ibu, Maia Estianty, serta ayah sambungnya, Irwan Mussry, yang hadir menyaksikan langsung.
"Aku sendiri ya? Personal ya? Nabrak doang sih. Paling pas latihan... oh pernah gitu pas yang pertama-tama ikut tuh pas bareng Bunda sama Daddy datang, itu nggak tau ya mungkin karena aku malamnya udah dapet, udah angkat podium, aku terlalu percaya diri. Terus ada Bunda, Daddy kayak pengen nunjukin, nabrak beton. Terus... ya. Tapi untungnya masih bisa lanjut, cuman ya nggak maksimal jadinya," kenang Al Ghazali.
Advertisement
Meski menghantam beton, Al Ghazali menuturkan sesi tetap bisa dilanjutkan walau performanya turun. Ia menyebut hasilnya tidak semaksimal biasanya setelah kejadian tersebut.
1. Roll Bar Jadi Pelindung Utama di Lintasan
Di balik insiden itu, Al Ghazali menjelaskan alasan tetap merasa aman menekuni drifting. Ia menilai perangkat keselamatan pada mobil yang digunakan berperan besar mengurangi dampak bila terjadi benturan.
"Justru karena aku ngambil drift ini ya mungkin risikonya agak kurang parah daripada kita ngambil balap yang ngebut. Karena ini kan ngepot kan. Jadi mungkin risikonya lebih kecil. Paling nabrak, paling bodinya hancur. Aku pernah nabrak cuman ada roll bar juga yang nahan, paling memar dikit. Gitu aja sih," jelas Al Ghazali.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan pandangannya bahwa drifting tidak setara berbahayanya dengan balap kecepatan tinggi seperti Formula 1. Menurut Al Ghazali, risiko cedera serius di drifting relatif lebih kecil berkat keberadaan roll bar dan perlengkapan keselamatan lain pada mobil.
2. Kekompakan Tim dan Peran Spotter
Beralih ke urusan performa, Al Ghazali menekankan pentingnya kekompakan tim. Ia menyebut komunikasi intens dengan spotter sebagai kunci untuk menjaga konsistensi sekaligus mencegah insiden serupa terulang.
"Lumayan lah, kita kan tim dan harus ada chemistry yang kuat. Terus saling support. Apalagi di drift kita harus sering-sering ngobrol. Sama spotter juga harus chemistry kuat. Untuk membesarkan tim sebenernya ya itu dan prestasi podium," ungkapnya.
Rangkaian pengalaman naik turun di lintasan tidak membuatnya surut. Al Ghazali menyebut dirinya tengah bersiap kembali turun pada ajang kejuaraan mendatang.
Dalam persiapan menuju agenda berikutnya, Al Ghazali tergabung dalam tim drifting Seven Speed yang belakangan berkolaborasi dengan brand otomotif Pro7. Kerja sama tersebut disebut mendukung kesiapan teknis kendaraan timnya, khususnya jelang kejuaraan di Sentul pada November mendatang.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/pur/ums)
Advertisement
