Banyu Biru: Proses Pembuatan Charity Aku Cinta Indonesiaku Simple

Banyu Biru

Kapanlagi.com - Banyu Biru menceritakan tentang proses pembuatan acara Charity Aku Cinta Indonesiaku, menurutnya di pengungsian banyak orang yang meninggal karena tidak kuat menghadapi bencana. Bantuan sekecil apapun akan sangat berguna bagi mereka. Menurutnya proses pembuatan acara ini cukup simple, berawal dari obrolan dengan orang tuanya (Eros Djarot) untuk penggalangan dana, dan akhirnya acara ini terbentuk."Saya melihat di pengungsian ada yang keselek mati karena sudah tidak kuat. Memang di Jakarta belum berasa, tapi di sana sangat signifikan. Jangan meremehkan bantuan sekecil apapun. Prosesnya sangat simple, tiba-tiba suatu hari kita ngobrol sama bapak untuk fund rising. Karena bapak jiwanya sosial ya sudah akhirnya terjadi malam ini. Ini dadakan tapi sistematis," ungkapnya ketika ditemui di acara amal Aku Cinta Indonesiaku di Bird Case Cafe, Jakarta Selatan.Menurut Banyu jalur bantuan ini memang di set sedemikian rupa untuk mencari dana, sementara untuk proses distribusinya sebagian ia percayakan kepada Gen A (organisasi masa yang ia bentuk). Saat ini Gen A sudah bergerak ke Yogyakarta untuk menyalurkan bantuan."Saya sudah bilang bantuan bisa berupa apa saja mulai dari monetary atau bantuan finansial. Ini masalah pooling of helps jalur distribusi semoga ada pihak yang bisa bertanggung jawab dan berkompeten dalam hal itu. Kalau malam ini fund rising, kemudian sebagian dari Gen A berangkat ke Jogja," ungkapnya.Menurutnya saat ini Gen-A sudah bergerak untuk membantu korban bencana secara langsung."Gen-A sudah ada yang jadi relawan. Ini beda dengan Gen-A, kalau yang ini saya bersama bapak saya tergerak dengan Eros Djarot. Ini berdasarkan humanity help saja yang peduli kepada saudara-saudara kita di luar sana. Ada yang nyumbang atau penyanyinya dilelang suaranya, atau ada yang memang donatur. Inilah melting pot indonesia satu yang bhineka tunggal ika," pungkasnya.  

(kpl/buj/sjw)

Rekomendasi

Trending