Ikang Fawzi Tak Malu Jadi Ikon Produk Disfungsi Ereksi
Kapanlagi.com - Pasangan artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque mengaku tidak malu menjadi ikon sebuah produk yang selama ini tabu dibicarakan secara terbuka oleh kebanyakan orang karena masalah kepantasan dan juga budaya orang timur."Tidak semua rumah tangga mau berbicara terbuka soal ini. Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan persoalan yang dialami hampir mayoritas laki-laki mulai dari tingkat ringan sampai yang sudah parah sehingga kaum laki-laki atau suami tidak perlu malu untuk mencari solusinya dengan mendatangi dokter atau klinik kesehatan bukan malah mencari-cari pengobatan yang tidak jelas," kata Ikang Fawzi didampingi istrinya yang juga artis sinetron di Jakarta, Rabu (27/5). Ikang yang merupakan caleg Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku sebelum menerima tawaran dari perusahaan konsultasi kesehatan seksual 'On Clinic' yang berpusat di Australia, sudah banyak bertanya kepada dokter-dokter yang ada di klinik tersebut. "Saya dan istri akhirnya memutuskan untuk bersedia menjadi ikon bukan semata-mata karena materi tetapi lebih pada amanah agar pasangan suami istri berani untuk mendatangi klinik bila ada masalah. Ketimbang dipendam terus- menerus malah bisa merusak keharmonisan rumah tangga," kata pasangan yang dikenal kompak dan jarang diterpa gosip miring tersebut. Saat pertama kali iklan tersebut muncul di media, Ikang mengaku banyak temannya mengejek bahkan menggodanya dengan berbagai tudingan. "Saya dan Mbak Icha (panggilan akrab Marissa-red) nggak peduli orang mau bicara apa. Tapi lama kelamaan teman-teman yang mengejek malah minta saya jadi perantara untuk berobat ke klinik. Kan biasa orang yang suka banyak bicara malah justru dia bermasalah," ungkap Ikang. Sedangkan bagi Marissa, menjadi ikon produk tersebut bukan mencari sekadar popularitas semata. "Saya ingin mendorong kaum perempuan untuk peduli pada dirinya sebab terbukti banyak perempuan cenderung 'tutup mulut', untuk urusan yang satu ini," kata Marissa. Ibu dari dua remaja putri itu menginginkan kaum perempuan agar juga bersuara untuk hak yang belum terpenuhi dan jangan mau menderita seumur hidup perkawinannya karena tidak berani untuk mengatakan suka dan tidak suka dalam melayani suami.
(kpl/dar)
Advertisement
D Academy 8
- Dangdut AcademyMimpi Sederhana Peserta DA, Pingin Fotonya Diedit Netizen












































