SELEBRITI

Kronologi Perjuangan Ani Yudhoyono Melawan Kanker, Berawal Dari Sakit Punggung

Sabtu, 01 Juni 2019 13:00 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Ani Yudhoyono © KapanLagi.com/Windy Sutjipto dan © instagram.com/aniyudhoyono

Kapanlagi.com - Kabar duka kembali selimuti Tanah Air. Ani Yudhoyono meninggal di usia 66 tahun setelah beberapa waktu terakhir berjuang melawan penyakit kanker yang diderita. Setelah lalui masa-masa kritis, Ani meninggal Sabtu (1/6) di Singapura.

Masih lekat di ingatan betapa buah hati hingga menantunya kerap mengunggah hari-hari Ani menjalani terapi. Namun takdir berkata lain, Ani akhirnya berpulang semenjak publik mengetahui sakitnya pada awal Februari silam. Berikut sederet kronologi perjuangan Ani Yudhoyono melawan sakitnya.

1. Alami Gangguan Otot Punggung

Berawal dari gangguan otot punggung, penyakit kanker memang sebelumnya tidak diduga menyerang Ani Yudhoyono. Hal itu setidaknya diungkap oleh Ferdinand Hutahean pada Sabtu (9/2) silam.

"Dibilang sakit tidak juga sih, cuma memang sedang dirawat di Singapura karena ada sedikit gangguan di otot punggung ibu,” ujar Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada JawaPos.com.

Menurut Ferdinand, gangguan tersebut bermula dari perjalanan panjang Ani yang menemani SBY dari Sumatera Utara hingga Aceh. Diduga Ani kelelahan. "Karena total perjalanan darat ada 1.200 km lebih. Jadi, kecapekan serta karena banyak duduk di kendaraan. Jadi, agak terganggu otot punggung. Awalnya seperti itu," terang Ferdinand dilansir dari Liputan6.com.

2. Diagnosa Kanker Darah

Pernyataan resmi soal Ani Yudhoyono sakit pertama kali diumumkan oleh presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Rabu (13/2). Dalam keterangan video yang beredar, SBY mengungkap Ani mengidap kanker darah.

Nggak cuma itu, dilansir dari Liputan6.com, SBY juga jelaskan bahwa Ani sedang menjalani pengobatan di umah Sakit National University, Singapura. Yaitu sejak 2 Februari 2019 atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. "Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia," kata SBY.

3. Ani Nggak Menyangka

Melalui akun Instagram-nya, Ani sempat menceritakan sekelumit perasaannya saat mengetahui dirinya divonis kanker. Kala itu ia sama sekali tak menyangka dan sempat kaget.

"Menderita sakit, pasti pernah dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Wajar saja. Namun ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena Blood Cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang pernah terkena penyakit itu," tulis Ani Yudhoyono, seperti dilansir dari akun Instagram-nya, pada Maret lalu.

4. Menolak Makan

Setelah pasrah dan ikhlas menerima keadaan, perlahan Ani pun mulai berjuang untuk bangkit. Ia selalu mencatat pengobatan apa saja yang ia jalani, mulai dari kemo hingga transfusi darah. Di saat seperti ini, dukungan keluarga begitu berarti apalagi tubuhnya kerap sukar menerima makanan.

"Saat sedang sakit, badan kita sering menolak makanan. Namun, tubuh membutuhkan asupan gizi yang besar agar kita bisa menang melawan sel-sel jahat kanker. Berkat support dari suami tercinta, makanan pun bisa dikonsumsi," tambahnya.

5. Jalani Perawatan Selama 3 Bulan

Terhitung sejak Februari hingga 2019 hingga kini, berarti kurang lebih sudah 3 bulan Ani Yudhoyono menjalani perawatan intensif di National University Hospital (NUH).

Dilansir dari Liputan6.com, Ani disiapkan ruangan karantina khusus untuk menghindari terjadinya infeksi virus dan bakteri yang berpotensi mengganggu proses pengobatan yang sedang dilakukan. Dengan demikian, stabilitas kesehatan Ibu Ani menjadi hal yang sangat krusial untuk dipertahankan.

Selama jalani perawatan, Ani mengalami perubahan fisik, yang paling terlihat adalah perubahan wajahnya yang mulai pucat. meski begitu, anak-anak dan para menantunya terus memberikan semangat dan mengunggah saat-saat Ani melakukan terapi.

6. Sempat Membaik

Setelah melakukan pengobatan intensif melawan kanker darah yang ia derita, Ani Yudhoyono memberikan update soal perkembangan dirinya. Di postingan Instagram pada 22 mei lalu, beliau tampak lebih sehat dan bersemangat.

Lewat caption, ia mencurahkan hatinya soal dokter yang telah mengizinkan dirinya keluar kamar setelah tiga bulan. "Alhamdulillah setelah 3 bulan tidak menghirup udara segar, hari ini saya diperkenankan dokter keluar ruangan untuk melihat hijaunya daun, birunya langit dan segarnya udara walau hanya 1-2 jam," tulisnya.

"Terima kasih ya Allah, semoga kesehatanku semakin pulih. Mohon doa teman-teman semua," sambungnya.

7. Kesehatan Menurun

Kondisi mantan ibu negara, Ani Yudhoyono dikabarkan mengalami penurunan. Dalam sebuah edaran yang diterima oleh KapanLagi.com pada Kamis (30/5/2019), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan saat ini Ani telah mendapat sejumlah penanganan medis untuk mengembalikan kondisinya.

"Kondisi kesehatan terkini Ibu Ani Yudhoyono tengah mengalami penurunan. Sejumlah tindakan medis kini sedang dilakukan oleh tim dokter di National University Hospital (NUH) Singapura," tulis AHY dalam surat edaran tersebut.

8. Masuk ICU

AHY juga menyatakan bahwa Ani Yudhoyono harus menjalani perawan intensif dan dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) pada Rabu (29/5/2019). Pemindahan ruangan ini merupakan salah satu upaya menangani penurunan kondisi kesehatan yang dialami oleh Ani Yudhoyono.

"Pada hari Rabu (29/05/2019), Ibu Ani Yudhoyono harus dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), di NUH Singapura. Tindakan itu diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatan Ibu Ani yang masih belum stabil," lanjutnya.

9. Kondisi Kritis

Setelah alami penurunan kondisi kesehatan hingga jalani perawatan intensif, masa kritis harus dilalui Ani. Kabar tersebut disebarkan oleh Sekjen Partai Demokrat, Rachlan Nashidik. Lewat akun Twitternya, Rachlan meminta doa agar bu Ani segera membaik.

"Pagi ini kesehatan Ibu Ani kembali sedikit memburuk. Semoga Tuhan Yang Maha Esa mendengar dan mengabulkan permohonan dalam doa kita semua, yakni Ibu Ani dapat melewati ujian yang sangat berat ini dan segera kembali pulih. Amin," tulisnya.

Setelah lalui itu semua, akhirnya Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) di Singapura pukul 11.50 waktu setempat. Selamat jalan Ibu Ani, semoga seluruh amal baikmu diterima Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan dapat ikhlas.


REKOMENDASI
TRENDING