CLOSE

Liza Natalia Menilai Hasil Pemilu Banyak Kecurangan

Kapanlagi.com - Banyak harapan tertuju kepada Komisi Pemilihan Umum, sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara pemungutan suara di Indonesia. Dalam perhitungan suara, misalnya, KPU dituntut jujur dan adil. Namun, Liza Natalia yang mencoblos di dekat kediamannya menyayangkan kecurangan ternyata masih terlihat saat penghitungan suara buat partai politik.

"Gue sering lihat kecurangan di televisi," kata penyanyi dangdut yang baru saja melepaskan masa lajang itu. Meski sistem pemilihan umum sekarang berbeda, lanjut Liza, kondisi Indonesia belum juga memperlihatkan kemajuan.

Pandangan Ulfa Dwiyanti berbeda. Ulfamenilai pemilu kali ini sudah adil dan teratur dari sisi teknis pelaksanaan kampamye dan pemungutan suara. "Jujurnya nggak tau ya," ujar presenter kondang ini, tergelak. Masyarakat Indonesia memang cuma perlu diberi peraturan ketat agar disiplin. "Jadi nggak perlu ditakut-takutin," ujar Ulfa.

Sementara Jeremy Thomas mengamini penilaian Ulfa. Dia mengaku senang demokrasi pada era reformasi benar-benar terealisasi. Dia hanya menyayangkan ukuran kertas suara yang sangat besar sehingga menyulitkan dirinya saat mencoblos. "Kotak biliknya juga kecil," keluh suami dari Ina Indayantiitu.

Di sisi lain, Ulfa dan Thomas sama-sama setuju, nantinya pemerintahan baru perlu diberi peluang mengembangkan program kerja. Sebab, menurut ia, realisasi program kerja tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat. "Mereka butuh waktu untuk sosialisasi," imbuh pemain sinetron ini. Ulfa pun berharap masyarakat lebih banyak memberikan dorongan ketimbang kritik-kritik pedas. "Support-lah kepada pemerintah," tegas Ulfa.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(stv/dar)

Rekomendasi

Trending