CLOSE

Lula Kamal Prihatin Dengan Rendahnya Konsumsi Susu Di Indonesia

Kapanlagi.com - Lula Kamal, aktris dan presenter yang berprofesi sebagai dokter ini merasa prihatin akan rendahnya konsumsi susu warga Indonesia yang hanya mencapai 8 liter per kapita per tahun.

"Angka tersebut masih kalah dibanding konsumsi warga Filipina yang mencapai 30 liter per kapita per tahun, bahkan masih di bawah negara Bangladesh dan negara-negara di Afrika yang pendapatan per kapitanya di bawah Indonesia," kata Lula dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Yogyakarta, Senin.

Wanita yang lahir 10 April 1970 tersebut mengimbau kepada para ibu untuk memberikan asupan susu secara teratur kepada anak-anaknya yang berguna untuk mengoptimalkan fungsi otak serta pertumbuhan sang anak.

Kendala yang dihadapi, menurut dokter yang pernah menjadi penyiar Radio Delta FM dan Trijaya FM ini, banyak anak Indonesia yang tidak suka susu, rasa maupun baunya.

"Untuk mengatasinya, kita harus kreatif menyiasati dengan mencampurnya bersama makanan yang disukai anak-anak seperti puding atau kue," katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat masih terlalu enggan mengeluarkan uang untuk membelikan susu bagi anaknya karena menganggap harganya terlalu mahal.

"Untuk menghasilkan bangsa yang cerdas, tentunya dibutuhkan pula pengorbanan yang tidak sedikit," katanya.

Menurut dia, yang jauh lebih penting adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan setelah kelahiran, bahkan bila memungkinkan bisa diteruskan hingga satu tahun.

"ASI masih menjadi susu yang memiliki kandungan gizi yang paling lengkap untuk membantu tumbuh kembang anak," kata ibu dari Kyla Tahira tersebut.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(*/erl)

Rekomendasi

Trending