CLOSE

Rahayu Saraswati: Film Indonesia Belum Memiliki Standar

Rahayu Saraswati

Kapanlagi.com - Booming perfilman Indonesia yang beranjak menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tentu patut diacungkan jempol. Namun sayang produksi yang semakin meningkat itu tidak dibarengi dengan kualitas perfilman. Itulah pendapat bintang akting Rahayu Saraswati, yang juga putri kedua pengusaha Hashim Djoyohadikusumo.Keponakan Prabowo Subianto itu berasumsi bahwa perfilman Indonesia belum memiliki standart yang cukup layak disebut sebagai film berkualitas. Namun bukan sebagai sesuatu yang jelek, karena masih panjang kesempatan untuk menuju ke sana. "Kenapa saya bilang seperti itu pertama sekolahnya masih belum ada untuk seorang aktor. Kedua, yang ingin menjadi seorang aktor masih belum banyak, karena mereka melihat instabilitas yang ada di dunia perfilman karena nggak setiap bulan kita digaji. Ketiga, undang-undang Indonesia belum ada yang menjamin kontrak," terang Sara panjang saat ditemui Kapanlagi.com di Pisa Cafe Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (15/9).Lebih lanjut Sara menambahkan perfilman Indonesia yang tidak memiliki standart kualitas itu, diperparah lagi dengan produksi film yang hanya mengejar dateline untuk tayang."Kalau di sini sih masalahnya masih nguber dateline untuk tayang di bioskop, sayang banget post productionnya berapa lama gitu. Kalau di MERAH PUTIH ini kan bagus nggak bagus filmnya, konsepnya kita serius gitu," pungkas bintang MERAH PUTIH ini.      

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/buj/dar)

Rekomendasi

Trending