SELEBRITI

Sayangkan Oknum yang Panik Virus Corona, Aming: Mental Bangsa Kita yang Lebih Menyeramkan!

Kamis, 05 Maret 2020 16:03 Penulis: Luthfia Miranda Putri

Aming © KapanLagi.com - Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kehebohan masuknya virus corona ke Indonesia tentu membuat warga merasa khawatir. Tak terkecuali Aming yang menyayangkan hal ini di media sosial.

Baginya ia merasa kecewa dengan beberapa oknum yang memanfaatkan kejadian ini hanya untuk keuntungan semata. Ia pun menyampaikan bahwa penggunaan masker bisa dipakai dengan sewajarnya saja.

"Saya jujur aja. Saya kemarin mengimbau karena emang ada imbauan untuk memakai masker gitu kan. Walau ada beberapa fatwa gak papa gak pakai masker kalau ngerasa sehat. Gini, setahu gue yang namanya virus itu ya, flu kan disebabkan virus, flu juga nggak ada obatnya loh. Obatnya istirahat yang banyak, makan yang banyak, jaga imunitas dengan minum vitamin, olahraga, akhirnya sembuh kan. Makanya ada fatwa yang mengatakan yang sakit pakai masker, sedangkan yang sehat kalau imunitas-nya baik juga gak papa gak pakai masker," ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

 

 

1. Gunakan Masker Sewajarnya

Aming pun juga menyayangkan kalau sebenarnya virus ini bisa dicegah dengan cara selain menggunakan masker. Sayangnya belum banyak orang yang tahu mengenai hal ini.

"Tapi pakai masker dengan alasan lain gak papa, kayak Jakarta kan polutan-nya gila ya. Corona itu kan menyerangnya orang-orang yang punya penyakit bawaan, yang imunitas-nya rendah, atau para manula kan. Tapi kalau usia produktif kaya kalian menjaga asupan makanan sehat perbanyak buah dan vitamin insya allah aman kok," ujar komedian ini.

2. Sempat Parno

Komedian ini pun mengaku kalau ia juga sempat parno. Apalagi mengingat orang Sunda yang sudah terbiasa dalam kesehariannya menggunakan tangan seperti salaman, makan, hingga transaksi jual beli. Namun ia juga resah melihat orang-orang yang berlebihan saat menggunakan sarung tangan saat beraktivitas.

"Waspada perlu, takut berlebihan jangan. Malahan ada yang lebih menyeramkan dari corona, yaitu mental bangsa kita yang cepet panik. Yang tiba-tiba borong apa lah, beli apalah. Lu mikir nggak sih, kausalitas bangsa kita dari apa yang lu lakukan. Lu mikir nggak sih kalau borong semua sembako nggak semua orang punya daya beli yang sama. Itu satu," ujarnya.

"Kedua, orang-orang yang punya duit, which is bukan orang kaya doang aja yang punya duit. Terus tiba-tiba borong otomatis stok habis, hal ini malah bikin semakin tinggi permintaan semakin tinggi harga. Kalau stok kosong harga jadi melambung. Masyarakat dengan daya beli rendah gimana? Kesel gitu. Kalau mereka nggak bisa beli apa yang mereka inginkan, terjadi kecemburuan sosial, chaos, mau kaya 98 lagi? Kan pada gila-gila. Harusnya nggak kaya gitu. Makanya intelektualnya dipakai, sekolah itu bukan buat bikin kita pinter tapi buat kita bikin adab lebih. Itu aja sih.." tambahnya.


REKOMENDASI
TRENDING