Sutradara Gandhi Fernando Jalani Debut di Thailand
Gandhi Fernando - Istimewa
Kapanlagi.com - Sineas Indonesia Gandhi Fernando mencatatkan pencapaian membanggakan di industri hiburan internasional. Series Thailand berjudul Badminton Boys yang ditulis dan disutradarainya berhasil menduduki peringkat pertama dalam iQIYI Shorts Global Ranking.
Pencapaian tersebut terlihat dalam daftar peringkat kategori Shorts untuk wilayah Worldwide di platform iQIYI. Badminton Boys bahkan mendapat label 'Worldwide No. 1' pada halaman resminya.
Prestasi ini terasa istimewa bagi Gandhi karena Badminton Boys menjadi debutnya sebagai sutradara serial di Thailand. Karya tersebut sekaligus menandai langkah baru dalam perjalanan kariernya untuk menembus industri hiburan di luar Indonesia.
Advertisement
Gandhi mengaku tidak pernah membayangkan karya debutnya di Thailand bisa langsung mendapatkan pencapaian tersebut.
"Jujur saya nggak pernah menyangka debut saya sebagai sutradara di Thailand bisa langsung menempati posisi nomor satu di ranking global iQIYI Shorts. Empat tahun lalu saya mulai belajar bahasa Thailand dari nol, dan sekarang karya yang saya tulis dan sutradarai bisa ditonton secara internasional," kata Gandhi Fernando dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
1. Pembuktian Gandhi
Bagi Gandhi, pencapaian itu bukan sekadar persoalan posisi di tangga peringkat, melainkan juga pembuktian bahwa sineas Indonesia memiliki kesempatan untuk berkarya dan bersaing di industri hiburan negara lain.
"Buat saya ini bukan cuma soal ranking, tapi pembuktian bahwa sineas Indonesia juga bisa berkarya dan bersaing di industri hiburan negara lain," ujarnya.
2. Punya Modal Kemampuan Berbahasa Thailand
Perjalanan Gandhi untuk meniti karier di Thailand memang tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia telah mempelajari bahasa Thailand selama kurang lebih empat tahun sebagai salah satu langkah untuk membuka peluang berkarya di industri hiburan Negeri Gajah Putih.
Kemampuan berbahasa Thailand tersebut menjadi bekal penting ketika Gandhi terlibat langsung dalam produksi Badminton Boys. Selain menulis cerita, ia juga harus beradaptasi dengan sistem kerja industri hiburan Thailand dan mengarahkan para aktor lokal menggunakan bahasa setempat.
3. Vertical-Micro Series
Series ini diproduksi melalui kolaborasi rumah produksi Thailand Above All Studios dan Creator Media, rumah produksi milik Gandhi Fernando, dengan dukungan investasi dari iQIYI.
Badminton Boys dikemas dalam format vertical micro-series yang terdiri dari 57 episode. Setiap episode berdurasi sekitar satu hingga tiga menit, dengan total durasi keseluruhan mencapai 92 menit.
Format video vertikal berdurasi pendek tersebut dirancang untuk menjangkau penonton yang semakin terbiasa menikmati tayangan melalui perangkat seluler. Konsep ini juga menjadi bagian dari perkembangan format konten digital yang menawarkan cerita dalam durasi singkat.
(Martha Tilaar meninggal dunia di usia 89 tahun.)
(kpl/pur/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Curhat, Anak Didik di Dangdut Academy 8 Tinggal Satu
